Quasi Karuni Resmi Jadi Paroki St. Dominikus De Guzman

Karuni-SJ…….. Quasi Paroki St. Paulus karuni resmi menjadi Paroki Defenitif dengan nama pelindung  St. Dominikus De Guzman dalam  Misa Syukur Pengukuhan yang di pimpin langsung oleh yang mulia Mgr. Edmund Woga, CSSR Uskup Weetebula Di halaman Paroki  Desa Ramadana, Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)-NTT,  Minggu (14/8/2022).

Proses Perubahan Status dan nama pelindung diatur dalam SK No.240/KW/VIII/2022 tertanggal 8 Agustus 2022  tentang perubahan status dan nama pelindung Quasi St. Paulus Karuni menjadi Paroki St. Dominikus De Guzman Karuni.

SK tersebut ditanda tangani oleh oleh Yang Mulia Uskup Weetebula,  Mgr. Edmund Woga, CSsR pada tanggal 14 Agustus 2022 dalam masa jabatan tahun kesepuluh Fransiskus dan dalam masa jabatan ketiga belas Edmund Woga CSsR, diumumkan secara resmi dan dirayakan secara meriah disaksikan oleh para Imam, biarawan biarawati dan para umat.

Hadir dalam Misa Syukur Pengukuhan, bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete bersama Ibu, Wakil bupati SBD, Marthen C.Taka, S.IP bersama ibu, Sekda SBD Fransiskus M Adilalo, S.Sos bersama ibu, Ketua STKIP Weetebula Wilhelmus Yape Kii, S.Pt.,M.Phil.,M.A, para Iman, Biarawan/ti, Camat Loura Yengo T Kawi, S.Pd, para Kelapa Desa Se-kecamatan Loura, seluruh umat dari 18 Stasi dan 5 lingkungan, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya usai misa syukur,  Uskup Weetebula Yang Mulia Mgr. Edmud Woga, CSsR mengatakan terlepas dari perhatian  pastoral paroki ini, Sekolah-sekolah Tinggi, Sekolah Menengah yang berada di Paroki ini yang semakin lama semakin banyak dan  ada 3.000 lebih mahasiswa di tempat ini supaya menjadi perhatian serius,  padahal merupakan potensi yang luar biasa terhadap Gereja.

“Paroki ini banyak keistimewaannya,  termasuk keistimewaan bahwa gereja katolik di Pulau Sumba  dimulai dari Paroki ini di Stasi Pakamandara” ungkap Uskup Weetabula.

Baca Juga :   POLRES SBD PEDULI MASYARAKAT YANG TERDAMPAK COVID-19

Lebih lanjut Uskup mengatakan, secara adat pada tanggal 12 Agustus yang lalu, umat berkumpul untuk merayakan iman di tempat ini dalam acara budaya Kako Male. Kako Male dalam kehidupan Gereja merupakan satu inti dinamika Gereja.

“Datang ke rumah besar untuk menerima berkat dan kembali ke tempat masing-masing untuk menjalankan berkat tersebut di dalam kehidupan sehari-hari” jelasnya.

Sementara itu  dalam sambutannya,  Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan kita semua harus menjadi obor ditengah kehidupan sehari-hari. Dengan pengukuhan Paroki ini, maka di tengah kehidupan wilayah pelayanan paroki St Dominikus De Guzman Karuni ini pasti di pelosok manapun obor akan menyala.

“Maka desaku pasti bercahaya,  desa pasti berair, pasti kemandirian pangan, dan pasti desa aman tentram dengan adanya sekolah Tinggi disini”  kata Bupati Kodi Mete.

Lebih lanjut Kodi Mete  mengatakan jangan pernah mengakhiri kebahagiaan, kegembiraan kita teruskan sepanjang hidup kita sampe pada keabadian dan menjadikan oboh kehidupan disetiap sisi kehidupan,  selamat dan profisiat kepada seluruh umat Paroki Karuni. *** (EBuga/009-22),-