Program BangKIT Yayasan BaKTI Dampingi 40 Desa di SBD

Suarajarmas.com – Program BangKIT (Pengembangan Penghidupan Masyarakat yang Inklusif di Perdesaan Kawasan Timur Indonesia) dari Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) melaksanakan kegiatan sosialisasi program yang melibatkan berbagai pihak untuk memberikan informasi mengenai teknis pelaksanaan Program BangKIT di aula Hotel Anggrek Inn 2, Kelurahan Weetabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Rabu (9/8/2023).

Kegiatan sosialisasi yang diresmikan oleh Sekda SBD, Fransiscus M Adilalo, S.Sos., ini bertujuan untuk menerima umpan balik maupun dukungan yang relevan berkaitan rencana pelaksanaan program BangKIT dari para peserta yang terdiri dari kepala desa, camat, organisasi/Lembaga non pemerintahan dan para undangan lainnya.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI,  M. Yusran Laitupa, terdapat dua tujuan khusus dari Sosialisasi Program BangKIT, yaitu: menjangkau lebih banyak pihak dalam menginformasikan rencana pelaksanaan program BangKIT meliputi tujuan yang ingin dicapai, lokasi dan jangka waktu, para pihak yang terlibat serta berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di SBD; dan menerima umpan balik dari para pihak yang relevan terhadap rencana strategi maupun pendekatan yang digunakan dalam implementasi program BangKIT di Sumba Barat Daya.

“Program BangKIT bertujuan untuk meningkatkan upaya-upaya peningkatan penghidupan bagi masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan dan kerawanan pangan di desa sasaran di kedua kabupaten target di Seram Bagian Timur di Provinsi Maluku dan Sumba Barat Daya di Provinsi Nusa Tenggara Timur” ungkapnya.

Selain akan mendampingi 40 desa di SBD, 30 Desa di kabupaten Seram Bagian Timur juga  telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program.

Sementara itu, Sekda SBD sebelum membuka secara resmi kegiatan sosialisasi mengatakan,  Pemerintah Daerah SBD menyambut baik dan mendukung kegiatan dan pendekatan yang digunakan dalam implementasi program BangKIT.

Baca Juga :   Lima Penyebab Indonesia Sulit Memberantas Perdagangan Orang

Program BangKIT adalah program yang didanai oleh Pemerintah Jepang melalui Japan Social Development Fund (JSDF) yang diadministrasi oleh Bank Dunia dan diimplementasikan oleh Yayasan BaKTI. Dalam implementasinya Yayasan BaKTI bermitra dengan pemerintah kabupaten di dua kabupaten target yakni Kabupaten Seram Bagian Timur (Provinsi Maluku) dan Kabupaten Sumba Barat Daya (Provinsi Nusa Tenggara Timur).

“Sebagai lembaga pelaksana program, kami bermitra dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan mekanisme perencanaan penghidupan yang inklusif dan berbasis masyarakat, membangun kapasitas pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan perencanaan penghidupan, dan membangun sistem kerja dan kapasitas dari sistem pendukung pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif penghidupan yang dimotori oleh masyarakat” jelas Ricky Djodjobo, Koordinator Program BangKIT.

Untuk diketahui, Tim Program BangKIT Yayasan BaKTI bersama Pemerintah Daerah di Kabupaten SBD pada tahap awal telah melaksanakan serangkaian kegiatan koordinasi dan konsultasi dalam persiapan implementasi program, termasuk bagaimana menyepakati pembentukan Forum BangKIT di tingkat kabupaten serta mekanisme perencanaan penghidupan desa yang dikembangkan untuk digunakan dalam program BangKIT.

Yayasan BaKTI adalah lembaga yang fokus kepada pertukaran pengetahuan tentang program pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. BaKTI mendukung pelaku pembangunan agar bekerja lebih efektif berbasis pengetahuan melalui kolaborasi multipihak. BaKTI mendokumentasikan dan menyebarkan informasi tentang program dan bantuan untuk pembangunan di kawasan timur Indonesia. Hal ini sangat membantu dalam mengefektifkan pekerjaan para pelaku pembangunan.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon dan dukungan positif dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa yang terlihat dari adanya sesi diskusi dan sharing pendapat. Kepala Bapperida SBD, drh. Oktavianus Dapadeda, M.Sc., dan Kadis, Simon Lende, S.Sos., tampak ikut membawakan materi serta memberi penguatan pada peserta sosialisasi khususnya dari tingkat desa. *** (Octa/002-23).-