Tambolaka-SJ………… Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah, seorang pemimpin dituntut untuk mampu berkreasi, mampu membaca situasi yang dihadapi di lapangan dan mempunyai kemampuan berinovasi untuk mencapai tujuannya.

Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) adalah kabupaten terbesar penyumbang angka kecelakaan lalu lintas di Pulau Sumba bahkan mungkin di provinsi Nusa Tenggara Timur. Melihat situasi yang dihadapi di SBD ini, Kapolsek Loura AKP Edy, SH.MH., gelar Kegiatan Kemanusiaan, guna mewujudkan Kota Tambolaka yang aman, nyaman dalam berlalu lintas. Pihaknya gelar Kegiatan Kemanusiaan untuk mendukung penuh budaya tertib berlalu lintas di wilayah Kecamatan Kota Tambolaka SBD.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut dirinya menggandeng Tripika Kota Tambolaka dan Loura, Camat, Koramil serta kepala desa bersama Linmas kampanye tertib berlalu lintas di wilayah Kota Tambolaka yang merupakan jantung SBD dan pintu masuk Pulau Sumba dari arah Barat Indonesia.

“Bertolak dari keprihatinan kita dari Polsek Laura yang memiliki wilayah hukum kota Tambolaka dan Kecamatan Laura, kita melihat situasi beberapa tahun terakhir angka kecelakaan lalu lintas sangat tinggi kemudian setelah kita evaluasi kecelakaan tersebut paling banyak diakibatkan oleh ketidakpatuhan masyarakat pengendara, kendaraan yang tidak layak pakai, contohnya sepeda motornya tidak memiliki lampu, tidak menggunakan helm, kemudian motornya ibaratnya hanya rangka yang berjalan. Kondisi ini sudah sangat massif, membutuhkan suatu gerakan yang luar biasa untuk kita bisa menyadarkan masyarakat untuk kembali tertib berlalu lintas” ungkapnya pada media ini, Rabu (16/6/21) disela-sela melakukan kegiatan edukasi dan penertiban lalu lintas.
Edy menjelaskan kampanye budaya tertib berlalu lintas ini sudah laksanakan sejak hari Senin (14/6/21) yang selanjutnya akan di uji coba selama sebulan penuh untuk melakukan kegiatan pengaturan penjagaan di jalan dengan sasaran utama adalah wajib menggunakan helm, kemudian kelayakan kendaraannya. Minggu pertama kita coba untuk edukasi, yang tidak menggunakan helm diminta kembali ke rumahnya ambil helm setelah ada helm baru melanjutkan perjalanannya.

“Harapannya adalah adanya rasa malu dari masyarakat itu sendiri, ada kesadaran bahwa kebutuhan keselamatan itu adalah kebutuhan pengendara sendiri dan untuk menjaga keselamatan orang lain” jelasnya.
Dirinya berharap kegiatan ini bisa ditularkan ke wilayah kecamatan lain, supaya kita ciptakan Kabupaten SBD ini budaya tertib berlalu lintas. Jika terib, aman dan nyaman akan banyak orang yang senang untuk datang ke SBD, Karena masyarakatnya tertib, masyarakatnya ramah, patuh dan taat berlalu lintas.
Edy menambahkan kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah SBD saat ini dalam dunia pariwisata (desa wisata), jika banyak orang yang datang ke SBD, ekonomi masyarakat bisa meningkat dengan banyaknya investor dan wisatawan yang datang ke SBD.

Dalam kesempatannya itu juga Kapolsek Edy mengharapkan adanya dukungan dari pihak lain (para stake holder), Camat, dari Koramil dan kepala desa, karena pihaknya tidak mampu untuk bekerja sendiri. Pemerintah kecamatan dan desa bisa terlibat langsung menyampaikan pada masyarakat Kota dan Loura, untuk mulai tertib berlalu lintas, karena itu cerminan dari pada kita sebagai masyarakat yang berakal dan berbudi.
Dalam kesempatan itu juga dirinya mengharapkan adanya perhatian Dinas PU dan Perhubungan untuk melengkapi marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan. Karena hal itu sangat penting menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di SBD.

Edy menuturkan memang posisi saat ini, kita lihat pendukung fasilitas pelayanan jalan memang masih minim, kita mulai tertib manusianya, pengemudi pengendara ini, kemudian diikuti stakeholder yang lain yang membantu kepentingan tentang keamanan dan ketertiban berlalu lintas ini. Contohnya dari Dinas PU, Dinas Perhubungan agar bersama-sama secara perlahan kita benahi jalan-jalan, kita benahi lampu penerangan jalan, karena itu juga sangat mempengaruhi keselamatan orang berjalan.
“Kalau kita lihat lampu penerangan jalan saat ini, satu pun tidak ada yang hidup sehingga kita tidak hanya meminta kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas, kita juga selaku pemerintah harus saling mendukung untuk kenyamanan dan keselamatan masyarakat kita dalam berlalu lintas” imbuhnya.
Sebelumnya Wakapolres SBD, Kompol Yoseph Taus Tilis memberi apresiasi kepada Kapolsek Loura yang mempunyai ide kreatif dan inovatif dalam mewujudkan masyarakat Kota Tambolaka yang aman, nyaman dalam berlalu lintas dengan memulai memberikan edukasi dan himbauan serta melibatkan pemerintah daerah.

Untuk diketahui Polsek Loura melakukan kegiatan tertib berlalu lintas dari jam 8 pagi hingga jam 7 malam. Polsek Loura mendapat dukungan dari Polres SBD, Brimob SBD, pemerintah kecamatan, Koramil 1629/01 Laratama, Pemerintah Desa dan Linmas dari masing-masing desa.
Setiap hari Kapolsek Loura AKP EDY terus berpatroli dan mengawasi langsung jalannya kegiatan kampanye budaya tertib berlalu lintas dan dirinya tidak segan-segan turun ke lapangan untuk membantu para personilnya yang sedang bertugas. Semoga sukses bapak Kapolsek bersama tim, demi mewujudkan Kota Tambolaka yang aman, nyaman dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sukup tinggi. *** (Octa/002-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
