Polres SBD Gelar Apel Pasukan Penanggulangan Bencana Alam

Tambolaka-SJ………….  Polres Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan Apel Pasukan Penanggulangan Bencana Alam untuk seluruh wilayah SBD di Lapangan Sektor Loura Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/2/2022).

Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan, SH, S.IK, MH bertindak sebagai inspektur upacara dan dihadiri oleh Kasdim 1629 SBD, Kapten CZI. Sunoko, Wakapolres SBD, Kompol Yosef T. Tilis, Kasat Pol-PP SBD, Kepala BPBD SBD, Drs. Agustinus Pandaka, Kabid LLAJ Dishub SBD, Aurelius R.A. Nganggo dan seluruh peserta apel baik dari Samapta Polres SBD, Lantas Polres, gabungan staf Polres, Reskrim, Intel dan Narkoba, Dishub, BPBP, Satpol-PP SBD, dan Kodim 1629 SBD masing-masing 1 peleton.

Dalam amanat inspektur upacara yang diambil ahli oleh Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan mengajak semua pihak untuk selalu waspadah dengan bencana alam yang sewaktu-waktu bisa datang di Provinsi NTT khususnya Kabupaten SBD.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Provinsi NTT yang kondisi sosio geografisnya meliputi kepulauan yang terdiri dari pegunungan padang sabana dan perairan, memiliki potensi bencana alam yang sangat tinggi antara lain tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, abrasi atau tsunami, dan lain sebagainya. Sehingga hal ini perlu diantisipasi dengan langkah-langkah pencegahan bencana agar bisa meminimalisasi jatuhnya korban jiwa maupun materil yang lebih besar” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, momentum apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan seluruh personil dan kelengkapan sarana prasarana pendukungnya, serta keterpaduan usur lintasan sektoral dan masyarakat yang turut peran aktif dalam rangka kesiapsiagaan untuk penanggulangan bencana alam.

Akhir-akhir ini selain ancaman pandemi COVID-19, hal ini yang perlu diwaspadai adalah cuaca ekstrim, seperti curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang dapat mengakibatkan bencana alam seperti pohon tumbang, tanah longsor dan banjir.

Baca Juga :   Wabup Chris Taka, Tekankan Masalah Penanganan Stunting di Loura

“Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik faktor alam atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban manusia, lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis” ujarnya.

Sigit dengan sapaan akrab Kapolres SBD ini juga mengatakan, NTT sebagai salah satu daerah rawan bencana alam di Indonesia, karena dari 14 jenis bencana alam, 10 diantaranya ada di daerah ini. Kesepuluh jenis bencana alam yang rawan terjadi di daerah ini adalah gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir lahar dingin dan tanah longsor.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolres juga memberitahukan beberapa penekanan yang perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya penanggulangan bencana antara lain: Petakan potensi bencana yang terjadi di wilayah masing-masing, Memiliki SOP pencegahan dan penanggulangan bencana, Lakukan koordinasi secara baik dengan instansi sektoral guna, Meminimalisir dampak yang ditimbulkan baik korban jiwa maupun korban materil dan Satuan tugas yang sudah terbentuk agar berkoordinasi dengan stakeholder lainnya.

“Semoga Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita sekalian dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara” tutup Kapolres SBD. *** (Liputan: Isto/005-22),-