PMD SBD Gelar Bursa Invosi Desa

Tambolaka-SJ………………… Bertempat di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (26/09/18) siang tadi dilaksanakan Rapat Persiapan Bursa Inovasi Desa yang sedianya dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2018 mendatang. Hadir dalam kesempatan ini OPD Lingkup SBD, Para pendamping desa, Camat Kota Tambolaka, LSM dan Bank BNI.

Lodowaik L. Raya, S.IP Sekretaris Tim Inovasi Kabupaten (TIK) sekaligus sebagai Ketua Panitia Bursa Inovasi Desa, mengatakan rapat persiapan pembentukan Panitia Bursa Inovasi Desa yang  rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Galatama SBD pada 10 Okrtober 2018 nanti.  Dalam rapat ini dibahas program inovasi  desa yang akan digelar di lapangan sehingga semuanya  kegiatan bisa berjalan lancar.

“Sedianya  kita rencanakan pelaksanaan pada 2 Oktober, tetapi karena pertimbangan waktu dan persiapan yang sangat mepet kita sepakati pelaksanaannya ditunda pada tanggal 10 Oktober nanti. Kita butuh kerja sama tim panitia penyelenggara dan kaloborasi dengan pihak lain untuk menyukseskan kegiatan tersebut” ujarnya.

Lebih lanjut Lodowaik mengatakan bursa gagasan atau pasar ide nanti ada 5 jendela yaitu  Bursa SDM, Infrastruktur, Wirausaha, Konsultasi (penukaran kartu komitmen)  dan Konsumsi. Peserta dari Desa akan membawa kartu inovasi desa dan kartu komitmen yang akan dibawa pada saat berkunjung ke bursa 1 sampai  3 dan mereflikasi praktek terbaik dari jendela A, B dan C (SDM, INFASTRUKTU DAN WIRAUSAHA) tersebut untuk diterapkan didesanya masing. Setelah itu kartu akan dibawa ke desa untuk  dilaksanakan melaui musyawarah antara desa.

“Setelah semua dilakukan musyawarah desa, maka desa yang bersangkutan memasukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes). Berhasil tidaknya kegiatan ini tergantung komitmen kita sebagai penyelenggara. Harus ada ide-ide baru sehingga ketrampilan (skill) warga atau potensi desa sesuai dengan karakteristiknya dapat dimaksimalkan” unngkapnya.

Baca Juga :   3 Kepala Desa Wewewa Selatan Dilantik

Lebih lanjut Lodo mengatakan  sebagai Pembina dan pendamping atau apaun peran kita, bagaimana pembagian beban kerja untuk mendorong proses perubahan terkait dengan pengelolaan pengetahuan dan peningkatan kapasitas sehingga terjadi transfer praktek terbaik ke desa. Peserta adalah seluruh desa yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya sejumlah 173 desa,  dengan setiap desa perwakilan 3 orang. Bagaimana membuat Bursa Inovasi Desa ini semanarik  mungkin dengan Konsep AIDAS (Attention, Interest, Desire, Action dan Satisfaction), tampilan harus membuat orang ada perhatian dari performance tampilan bursa, merasa tertarik karena terpikat dengan inovasinya akhirnya ingin memiliki apa yang kita pasarkan serta ada kepuasan. Sasarannya adalah desa, pameran ide gagasan dan produk.

Dalam arahannya Kadis PMD Aleks Saba Kodi, sebagai Koordinator  Tim Inovasi Kabupaten mengatakan berhasil tidaknya kegiatan tergantung dari kerja sama kita sebagai tim penyelenggara kegiatan bursa inovasi desa.

“Kita  harus mengetahui tugas dan tanggung jawab kita sebagai panitia dan mempersiapkan segala sesuatu agar kegiatan ini berjalan lancar, mari bergandengan tangan utuk menyukseskan kegiatan bursa inovasi desa” ungkapnya.

Lebih lanjut Aleks mengatakan kegiatan bursa  Inovasi ini baru 3 kabupaten di NTT yang selenggarakan menyusul SBD. Untuk kegiatan ini  rencananya dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2018 dan akan dibuka kegiatannya oleh Bupati SBD.

“Ada tamu dari Kementrian Desa dan Satker Provinsi, karena waktu sangat mepet dan dekat maka semua yang jadi panitia agar bekerja sebaiknya, kegiatan ini  dimaksud agar ada invosa baru di desa dan juga pengelolaan dana desa berdampak jangan hanya pembangunan yang monoton” katanya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Koordinator Tim Tenaga Ahli,    Bernadus Gaina mengatakan banyak desa belum memahami tujuan pelaksanaan pembagunan di desa sehingga pembangunan hanya monoton dan tidak ada yang baru, infastruktur belum berdampak bagi desa karena belum ada pendampingan di desa dari dinas terkait, sehingga maju tidaknya sebuah daerah tergantung dari desa itu sendiri.

Baca Juga :   J-RUK SUMBA DAN OMK ST. FILIPUS NERI KATEDRAL WEETEBULA GELAR BAKTI SOSIAL

“Diharapkan dari kegiatan ini bisa berdampak bagi desa dan membangun desa dengan ide, gagasan dan invosa yang baru” tuturnya.

Sementara itu perwakilan dari salah satu LSM yang diwawancarai  oleh Media Wiliam dan Lily Foundation (WLF) Ryan E.  Peter mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan yang bagus bagaimana membangun desa karena  setiap desa punya konteks masing-masing.

Lebih lanjut Ryan menjelaskan ide yang ditawarkan dari LSMnya yang paling riil  adalah kebun gisi, desa bisa plot dana desa dari pada hanya bangun kantor desa dan jalan.

“Di Kodi sedang dikembangkan kebun Gizi sehingga bisa berdampak bagi pengetahuan anak usia sekolah”  tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Marten Rawang, Koordinator Weyk RRP 3-4 dari GKS Mata. Weyk RRP 3-4 adalah kelompok doa  dari jemaat GKS Mata yang selain berkumpul beribadah sebulan sekali tetapi juga melakukan kegiatan peningkatang ekonomi kelompok yang dimulai dengan aisan, koperasi dan usaha home industry.

“Bursa Inovasi Desa ini saya lihat bagus, karena sebagai masyarakat kita diberi kesempatan untuk tampil dengan segala kreatifitas kita. Dan kami dari Weyk RRP 3-4 melihat ini sebagai tempat untuk kami mempromosikan produk-produk yang kami buat di kelompok kami” ujarnya.

Lebih lanjut Marthen merasa bersyukur apabila bisa tampil dan mempunyai stan sendiri nanti, karena kelompok ekonomi kreatifnya tidak mewakili kelurahan tetapi tetapi mewakili gereja, dan mempunyai kelompok usaha pembuatan kloset dengan harga jual yang ekonomis, bengkel dan koperasi yang sudah berbadan hokum.

“Kami   sudah secara rutin memproduksi kloset untuk membantu masyarakat dengan harga jual dibawah harga tokoh, dan sudah mendapat banyak pesanan dari desa-desa di SBD ini” tutupnya. (EB),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.