PILKADA 2020 BUKAN MEMISAHKAN PERSAUDARAAN

Febri Tahu

Kabupaten Malaka adalah rumah bersama, Pancasila sebagai pondasinya dan UUD sebagai pilar atau tiang penyangga. Pandangan dalam rangka  Pilbup dan Pilcawabup mestinya tidak boleh lari jauh dari falsafah di atas. Sebab beberapa hari terakhir, baik diskusi yang berlangsung WFC.SN maupun Grup lainya, para pengikut saling mengeritik dan kritik keluar dari ruang demokrasi.

Cara ini, yang paham soal politik tak terlalu lama menyimpan dendam, namun yang kurang paham soal politik akan berujung pada permusuhan. Disinilah orang-orang yang dianggap layak sebagai pemimpin, dia harus mampu mengendalikan konstituennya (pendukungnya).

Jika tidak, maka saya akan berpendapat dan menilai gagalnya dia menjadi seorang calon  pemimpin. Kritikan ini soal langkah awal para figur harus menunjukan kedewasaan dalam berpolitik realistis. Mestinya yang diperdebatkan, soal evaluasi masa lalu dan program utama masa depan, Selain itu strategi atau taktik yang digunakan.

Disinilah orang kecil (termasuk saya) dapat menimbang dan memutuskan tentang rasa hati kedepannya  (2020).

Kemudian, apa yang menjadi pilihan, mempertahankan dan memperjuangkan adalah HAK. Namun tidak sekedar batas itu, ketika disodorkan hal yang abstrak, masyarakat hanya menduga-duga dan tidak dapat dipastikan.

Harus diingatkan !! Demokrasi jangan dimaknai sebagai perang, sebab perang hanya soal kalah dan menang. Yang menang mengayomi yang kalah (yang kalah nurut dengan yang menang).

Sekali saya menegaskan Demokrasi tidak seperti itu, sebab Demokrasi adalah cara rakyat menguji figurnya dan dengan cara yang etis, sehingga aktualisasinya bermanfaat bagi seluruh rakyat baik yang kalah pendukungnya maupun yang menang.

Loading…

Demokrasi yang sehat termasuk dalam beberapa sektor kenegaraan seperti sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Demokrasi dalam pengertiannya secara umum, adalah sistem pemerintahan yang akan memberikan kesempatan bagi masyarakatnya untuk mengambil sebuah keputusan.

Baca Juga :   New Normal dan Transformasi Mental Warga

Maksud dari pengambilan keputusan yang diambil masyarakat adalah tidak semata-mata membenci pemimpinnya sendiri ketika kalah dalam ruang demokrasi (tarung politik). Kedewasaan masyarakat dalam berpolitik adalah hal mutlak yang harus di ambil oleh semua masyarakat yang terlibat dalam ruang demokrasi. Kebebasan dan kedewasaan masyarakat dalam pengambilan keputusan ini terjadi karena, dalam setiap keputusan yang diambil akan memberikan dampak bagi kehidupan masyarakyat.

Kajian Piramida terbalik yang diambil, saya mencoba untuk berpendapat bahwa demokrasi sehat memerlukan manusia yang waras untuk memberikan kontribusi kritikan yang waras pula demi RAI MALAKA tercinta yang lebih baik.

Pesan : “kalah dalam politik bukan berarti kita harus saling bermusuhan melainkan saling merangkul untuk memajukan RAI MALAKA yang lebih potensi”. **

**) Penulis : Febri Tahu,-