PESTA IMAN DALAM SIDANG SINODE GKS KE-42

Waihura-SJ……….. Sidang Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) yang dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan 25 Juli 2018 yang lalu menghasilkan banyak hal dalam upaya menjaga tugas dan tanggung jawab pelayan-pelayan Kristus dalam pemberitaan Injil khususnya di Pulau Sumba.

Sidang Sinode GKS ke 42 yang diselenggarakan di Jemaat Waihura Klasis Wanu Kaka kabupaten Sumba Barat ini berthemakan  “beritakanlah perbuatan besar Allah” ( 1 Petrus 2:9) dihadiri oleh 264 delegasi dari 44 klasis yang tersebar di Sumba.  

Pelaksanaan sinode kali ini juga dihadiri oleh Gubernur terpilih Viktor Bungtilu Laiskodat.  Dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam mengikut Tuhan harus memiliki totalitas yang utuh, dan tidak hitung-hitungan untuk melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi Tuhan maupun sesama manusia.

Pelaksanaan sinode GKS ke 42 ini dibuka dengan resmi oleh Ketua sinode Gereja Kristen Sumba  Pdt. Alfred Djama Samani, S.Th, M.Si. Dalam sambutannya Pdt. Alfred menekankan  tema “beritakanlah perbuatan-perbuatan besar Allah” (1 Petrus 2:9) dengan sub Thema “dengan semangat keugaharian GKS terpanggil untuk memberitakan keselamatan kasih, keadilan, kebenaran, perdamaian dan untuk keutuhan ciptaan“.

Lebih lanjut Pdt. Alfred menegaskan bahwa kita perlu menjadikan ini sebagai Pesta Iman dan serta ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan dimana dalam persidangan ini dibahas berbagai perkembangan pelayanan Gereja Kristen Sumba.

Dalam persidangan kali ini menjadi istimewa karena juga dihadiri oleh ketua PGI Pdt. Henriette Tabita Lebang, M.Th dan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pdt Dr. Andreas Anangguru Yewangoe.  Pdt Dr A.A Yewangoe yang juga adalah mantan ketua PGI 2 periode 1994-1999 dan 2004- 2009 dalam materinya menyampaikan agar kita menjalani kehidupan bergereja kita perlu menjadikan sebuah refleksi iman terutama akan perjalanan pelayanan di Gereja Kristen Sumba dan janganlah kita terperangkap dengan Israelisasi.

Baca Juga :   Rumah Milik Simon Seran Mandek Dikerjakan Oleh Pemdes Raimataus

“Kita hanya fokus dengan seremonial gerejawi namun mengesampingkan iman dan tingkah kita” ungkapnya.

Lebih lanjut ketua PGI ini melanjutkan bahwa dalam kondisi ini juga Gereja Kristen Sumba dibutuhkan untuk memberikan pencerahan dan membangun kecerdasan politik dan demokrasi yang baik, dan sekaligus juga hadir sebagai lembaga persekutuan yang membawa kesejukan sosial dalam masyarakat. Dalam hal ini juga dibutuhkan peran aktif warga jemaat dan juga pekerja Gereja.

Wairato salah satu primus dari klasis Kodi, yang beasal dari jemaat Kerenapu  kepada media menyampaikan, dirinya berharap agar Sidang Sinode ke-42 ini dapat menghasilkan keputusan yang baik terutama demi keutuhan dan kemajuan pelayanan di Gereja Kristen  Sumba  sebagaimana yang tertuang dalam themanya,  sebagai pelayan di Gereja Kristen Sumba dengan penuh semangat kita perlu memberitakan perbuatan besar Allah dalam setiap kehidupan kita yaitu dalam tindakan keseharian kita. Terutama GKS yang sedang menghadapi berbagai tantangan saat ini, khususnya mengenai totalitas kehidupan GKS kepada Tuhan.

Di era ini kita di perhadapkan dengan tantangan kehidupan bergereja dimana GKS sedang dimabuk oleh parawisata, sehingga menyebabkan banyak pelayan–pelayan Tuhan yang sering bertindak diluar dari pada iman Kristen dan ketetapan Tuhan. Bahkan ada pelayan Tuhan yang melaksanakan ritual adat di kampung besar” ungkapnya.

Lebih lanjut Wairato mengatakan mana kala ada pelayan Tuhan yang melakukan ritual padete marapu (menaikan arwah nenek moyang kedalam ruah adat), begitu semangatnya menampilkan tarian demi sang marapu dan kelestarian budaya,  namun sangat bertentangan dengan iman Kristen.  

“Sebagaimana kita harus memiliki totalitas dalam mengikut Tuhan dan memberitakan pebuatan besar Allah. Isu ini haruslah menjadi perhatian bersama dalam persidangan sinode kali ini di Jemaat Waihura” tuturnya.

Baca Juga :   PENGEMBALIAN PEJABAT STRUKTURAL KEDALAM JABATAN SEMULA

Dari hasil pantauan media yang menarik  adalah badan pengurus lama kembali terpilih dalam siding sinode ke-42 kali ini. Yaitu Pdt Alfred Djama Samani, S.Th, M.Si sebagai Ketua Pdt. Marlin Lomi, S.Th sebagai sekum, Pdt. Yuliana Ata Ambu, S.Th.M.Min sebagai Ketua 1, dan Pdt. Stef Soan, S.Th sebagai ketua 2. Peserta persidangan mengharapkan agar badan pengurus Sinode yang terpilih ini, bisa bergandengan tangan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang diemban dan terutama demi kemajuan pelayanan di Gereja Kristen Sumba. (AW),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.