PEMDES BURU DEILO DIDUGA KORUPSI DAN KOLUSI DANA BLT DESA

Tambolaka-SJ….. Pemdes Buru Deilo diduga lakukan Korupsi dan Kolusi untuk data penerima bantuan sosial. Selain itu data penerima bantuan sosial desa Buru Deilo Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ambur adul. Hal ini terlihat dari adanya pendobelan data BLT dan PKH baru sebanyak 111 KK. Data BST yang diterima dari  PT. Pos dan Giro untuk penerima BST adalah data-data penerima PKH. Sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak pernah didata oleh Pemerintah Desa Buru Deilo.

Demikian diungkapkan oleh Selfianus Sangu Ate dan Petrus Ngongo Bulu Selasa (2/6/20) saat ditemui awak media di Polres SBD saat melaporkan masalah bantuan dana BLT Desa yang tidak tepat sasaran, bahkan aparat desa dan keluarganya menjadi penerima BLT Desa.

Selfianus menjelaskan data-data penerima dana BLT Desa Buru Deilo juga diterima aparat inti (pemdes), padahal masih banyak mayarakat miskin, janda, duda dan lansia yang benar-benar membutuhkan tidak pernah didata oleh aparat pemerintah desa.

Selfi menceritakan kronologis, awal mula data penerima BLT tersebut tercium oleh warga maasyarakat bahwa aparat desa menjadi penerima juga, sehingga dilakukan protes dan keberatan oleh dirinya bersama masyarakat lainnya. Setelah diprotes oleh warga masyarakat, Pemerintah Desa Buru Deilo berjanji untuk menggantinya.  Ternyata   pada Jumat (1/6/20) yang lalu data-data aparat desa tersebut hanya diganti oleh oranng lain tetap juga tidak tepat sasaran, jadi lakukan lagi keberatan.

“Data-data aparat desa itu diganti dengan data orang lain yang tidak diketahui apakah sudah menerima di jenis bantuan lain, tidak jelas” ungkap Selfi.

Lebih lanjut Selfi menjelaskan dirinya dan teman-temannya yang datang melapor di Polres SBD saat ini adalah juga penerima bantuan BLT Desa, tetapi tidak tega menerimanya karena tahu masih ada masyarakat miskin lain yang benar-benar membutuhkan yang harus diberi bantuan terlebih dahulu.

Baca Juga :   PDID SBD SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN UMBU KOBA
Selfianus Sangu Ate (tengah) bersama teman-teman saat memasukan surat laporan ke Polres SBD di Tambolaka

“Kami menduga adanya Korupsi dan Kolusi didalam pembaiagan dana BLT Desa tersebut. Buktinya tidak ada undangan resmi bagi penerima bantua tersebut, tetapi melalui undangan bisik-bisik dari RT/RW” tutur Selfi lebih lanjut.

Semakin mencurigakan lagi setelah mengetahui rumusan penentuan dana BLT Desa sebesar 35% dari dana ADD. Sehingga jika dikalkulasikan 35% dari ADD Rp. 1. 693.533.000 = Rp. 592.736.550,-  dana yang dialokasikan untuk BLT. Data penerima BLT Desa 124 KK, jika dibagikan dengan 1.800.000/KK maka totalnya Rp. 223.200.000,- jadi sisanya adalah Rp. 339.736.550.

“Berdasarkan hitung-hitungan tersebut maka sebenarnya kami berharap masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan ikut di data, ternyata tidak juga, sehingga kami putuskan untuk laporkan di Polres SBD hari ini” ujar Petrus Ngongo Bulu.

Petrus berharap masalah ini benar-benar diproses secara hukum, karena masalah pembagian dana BLT Desa ini juga sudah diketahui oleh Pemerintah Kecamatan Wewewa Selatan bahkan Pemkab SBD serta Polsek Tena Teka kecamatan Wewewa Selatan.

Dipantau oleh media ini, kelompok masyarakat yang datang ke Polres SDB dan memasukan laporannya diterima oleh petugas Polres SBD yang akan ditindak lanjuti dengan penyidikan berkas laporan. Hingga berita ini diturunkan media belum sempat menghubungi Kapolres SBD, tetapi sudah memperoleh informasi kasus yang terjadi di desa Buru Deilo menjadi perhatian khusus Dinas Sosial SBD dan Dinas PMD SBD.***** (OC$),-

Paling Dicari:

Leave a Reply

Your email address will not be published.