PEMDA SBD AKAN BERI BANTUAN 1 MILYAR 80 JUTA BAGI PEMBANGUNAN KAMPUNG ADAT WAINYAPU

Kodi-SJ……. Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete akan memberikan bantuan dana bagi pembangunan Kembali kampung adat Wainyapu yang menjadi korban musibah kebakaran pada Selasa (20/9/2022) yang lalu sehingga menyebabkan 25 unit rumah kampung adat habis terbakar dan 29 unit bahan material rumah yang akan dibangun ikut terbakar.

Adapun jumlah bantuan yang disiapkan  oleh pemerintah adalah sebesan Rp. 20.000.000 per rumah, sehingga total keseluruhan bantuan tersebut menjadi 1 Milyar 80 jura Rupiah. Demikian disampaikan Bupati Kornelius Kodi Mete saat menghadiri acara kegiatan Pemulihan dan Pembangunan Rumah Adat Kampung Wainyapu, Jumat (30/9/2022).

“Saya senang karena kita menerima musibah ini dengan tenang sambil kita merenungkan dan introspeksi diri agar kejadian ini jangan terulang lagi. Kampung harus kita bangun, tanpa api pun kita tetap harus bangun kampung kita, hanya peristiwa baru-baru ini yang membuat kita harus serentak membangun kembali kampung adat kita” ungkap Bupati SBD.

Bupati SBD dalam kesempatan itu menyampaikan Pemerintah SBD turut merasakan  duka bersama warga masyarakat Wainyapu. Oleh karena itu Pemerintah akan memberikan bantuan bencana alam kepada rumah adat yang terkena musibah tersebut sebesar Rp 20 juta/rumah adat.

“Jadi 54 rumah itu akan kita dukung sama semua, jadi yang bangun rumah itu sebagai orang Kodi, kita harus ambil bagian sama-sama. Ini ada pantia, ditengah-tengah kemiskinan kita semua, mudah-mudahan dana bantuan itu kita keluarkan, saya berharap agar bantuan ini jangan menjadi sumber pemicu untuk kita masuk dalam pencobaan” jelasnya.

Sebelumnya, dalam laporan Ketua Panitia Pemulihan dan Pembangunan Rumah Adat Kampung Wainyapu, Andreas Jaka Mere, A.Md., mengatakan musibah kebakaran yang menimpa Kampung Adat Wainyapu menyebabkan 25 rumah hangus terbakar, 29 unit bahan material rumah yang akan dibangun habis dilahap api dan 65 unit batu kubur megalitik ikut terbakar dan menyebabkan sebagian besar terbelah sehingga tulang belulang leluhur menjadi pemandangan yang sangat mengerikan.

Baca Juga :   Positif COVID ke-3 Meninggal Dunia di RS Karitas

“Di kampung Wainyapu ada 12 suku/kabisu dalam satu area dan ada 8 kampung yang terdampak secara langsung dari musibah kebakaran tersebut” katanya.

Asal muasal api dari rumah yang tidak berpenghuni (Uma Kahumbu/Rumah Katupat) dan kejadian terjadi sekitar pukul 01.20 Wita dinihari. Dari seluruh rumah yang terbakar yang berpenghuni ada 5 unit rumah.

Untuk diketahui 12 suku/kabisu berkumpul Bersama dan menyepakati pembangunan dan pemulihan rumah adat kampung Wainyapu dengan menggelar acara doa bersama secara gereja dan budaya marapu. Tampak Romo dan Pendeta memipin ibadah singkat saat pertemuan tersebut, dan bagi keluarga yang masih Bergama Marapu melakukan ritual adatnya sendiri, sehingga adanya kesejukan dari keyakinan baik keagamaan maupun aliran kepercayaan.

Bupati Bersama rombongan sempat melihat langsung kondisi kampung adat Wainyapu yang sudah rata dengan tanah dan batu kubur yang rusak menjadi suatu pemandangan yang menyedihkan. *** (Octa/002-22).-