PELATIHAN MANAJEMEN HOMESTAY DINAS PARIWISATA SBD

Ass 3 SBD, Bernard Bulu dan Kadis Pariwisata Christofel Horo (tengah) saat membuka pelatihan manajemen homestay

Tambolaka-SJ…………….. Bertempat di aula Wekuri Hotel Sinar Tambolaka Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan pelatihan manajemen Homestay (Pondok Wisata) dari tanggal 17 sampai 21 Juni 2019. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata yang menitik beratkan pada pengeleolaan homestay, penerapan bahasa Inggris dalam pengelolaan homestay dan pembuatan souvenir (cindera mata) untuk mendukung pengembangan homestay.

Ketua Panitia Agustinus Wora-Wora (kiri) saat membacakan lkaporan panitia

Demikian disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara Agustinus Wora-Wora, S.Pd dalam laporan panitianya. Adapun maksud dan tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dengan menjadi pemilik sekaligus operator homestay melalui konsep pariwisata yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja; mengembangkan dan melestarikan aset pariwisata yang mengandung nilai – nilai budaya yang hidup dan berkembang dalam masyarakat dan mengembalikan identitas budaya lokal dengan mengusung konsep arsitektur nusantara dan menjaga harmoni dengan alam dan lingkungan, melalui kearifan lokal dan desain yang ramah lingkungan.

Dalam sambutan Bupati SBD yang dibacakan oleh Assisten 3 Bernardus Bulu, SH mengatakan sektor pariwisata menjadi andalan perekonomian nasional dan menjadi sektor prioritas. Kementerian Pariwisata memiliki target untuk membawa 20 juta kunjungan wisatawan manca negara pada tahun 2019 ini. Homestay merupakan konsep yang sangat sesuai untuk mendukung pengembangan amenitas pariwisata, mengingat potensi besar pariwisata Indonesia ialah budaya dan alam.

Melihat besarnya potensi Homestay Desa Wisata dalam menggerakkan ekonomi desa, maka homestay diusung menjadi amenitas utama yang akan dikembangkan di destinasi prioritas. Untuk realisasi pengembangan homestay di kabupaten Sumba Barat Daya, dibutuhkan partisipasi dari setiap elemen, baik masyarakat, pemerintah daerah, pihak swasta dan organisasi–organisasi masyarakat, khususnya budayawan, tenaga arsitek, dan pakar hospitality setempat.

Baca Juga :   40 Warga Masyarakat Ikut Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Alor

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, kita mampu memahami potensi yang sudah kita miliki dan mampu mengelola serta memadukan dengan kesempatan yang ada pada masa kini” tuturnya.

75 peserta dalam kegiatan dari berasal Situs Kampung Adat Ratenggaro dan Welewo, desa wisata, pemilik Home Stay Renata dengan Mercy, pemandu wisata, anggota HPI dan lain-lain. Sedangkan instruktur dalam pelatihan ini adalah Sefnitta Saptrya Titus (DMO Flores) dan Sumi’atin (pemilik ZFS Collection) Surabaya.

This image has an empty alt attribute; its file name is 3-10-300x225.jpg

Pantauan media peserta tampak aktif dalam mengikuti pelatihan yang menggunakan metode teori dan praktek langsung. Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dengan menjadi pemilik dan/atau sekaligus operator homestay dan pemandu wisata di SBD. (OC$),-Ketua Panitia Agustinus Wora-Wora (kiri) saat membacakan lkaporan panitia

Leave a Reply

Your email address will not be published.