Pasal 207 KUHP Tidak Berlaku Karena Wartawan Sergap.Id Tidak Menyebutkan Jabatan Lorens Haba

Belu-SJ….. Lima saksi yang diajukan oleh Kejaksaan atas kasus pencemaran nama baik dari wartawan sergap.id untuk Lorens L.Haba sudah selesai periksa empat saksi,  tinggal satu saksi yaitu Aris Bria Seran dan akan diperiksa Kamis,24 September  2020 minggu depan.

Ketua Tim Melkianus Conterius Seran SH ditemui media selesai sidang Kamis (17/9/20)  menyampaikan tim hari ini kita maksimal,  walaupun ada perdebatan dengan majelis kita mempertahankan kepentingan hukum dan klien terkait dengan siapa yang mentransmisikan dan mendistribusikan itu.  Sudah terbukti bahwa dari kemarin saksi Lorens Haba juga sudah memberikan pengakuan secara tegas di persidangan bahwa yang mentransmisikan itu adalah saudara Charles Dupe. Dan bahkan di sidangpun sudah ada bukti jelas sekali dan ada beberapa saksi yang sudah diperiksa dan saksi Charles Dupe sendiri yang mengirim screenshoot itu sendiri.

“Kata mengirim itu berarti dia yang mentransmisikan dan mendistribusikan kepada Lorens Haba sehingga timbul kasus ini” ungkapnya.

Lebih lanjut Melkianus Conterius Seran, SH menjelaskan terkait dengan unsur melekat jabatan terhadap Lorens Haba sehingga dia diberlakukan pasal 207 KUHP,  itu juga kita sudah periksa beberapa saksi dan menurut kami tidak terbukti, karena berdasarkan tulisan Seldy di hasil screenshot itu tidak disebutkan jabatan dari saudara LH sebagai kepala Bidang Bina Marga PUPR kabupaten Malaka.

Bahkan saksi Jhon Germanus dan Karel tidak menyebut itu. Sudah menyebutkan bahwa tidak ditemukan dan itu hanya secara pribadi LH sendiri jadi terkait dengan penghinaan melekat jabatan terhadap LH tidak terbukti menurut kami. Sehingga penampilan konten yang dipertontonkan ke publik membuat orang itu merasa malu dan terhina itu menurut kami tidak terbukti.

“Dan ada beberapa hal lain lagi yang kami ajukan keberatan  mengenai beberapa saksi yang seolah-olah memberikan pendapat padahal dia sebagai saksi. Dan harus diingat bahwa saudara Aris Bria Seran harus diperiksa dan beban pembuktian ini ada pada jaksa untuk membuktikan tuduhannya, karena ini melekat pada pertanggung jawaban pidana” katanya.

Baca Juga :   Pengerjaan Rabat di Desa Elu Loda Rugikan Masyarakat

Karena apabila pengakuan dari saudara Aris sesuai dengan apa yang ditulis oleh saudara Seldy,  maka Seldy tidak bisa diminta pertanggung jawaban pidana dan kita harus tahu itu dan ini masih misterius mudah-mudahan minggu depan saudara Aris bisa dihadirkan, dan ahli dalam persidangan untuk memberikan keterangan lebih lengkap lagi untuk mendukung pembelaan kami.

Hal senada juga diungkapkan oleh Silvester Nahak,SH.,  tulisan terdakwa yang ada pada posting group tertutup,  itu kesaksian Germanus dalam tulisan itu,  dia harus membutuhkan jawaban,  itu artinya bahwa ini pertayaan. Pertayaan dari seorang wartawan untuk sama sama menggali dari peristiwa itu dan kalau ini masih sebatas pertayaan maka kami kira Undang-Undang Pers melindungi Seldy.

Hal ini sudah terungkap dalam persidangan melalui keterangan saksi yang diungkapkan oleh saksi Yohanes Germanus Seran. Nah kalau itu masih dalam bentuk pertayaan untuk harus dicari kebenaranya,  kami kira Seldy itu harus dibebaskan dari segala tuntutan ini. Karena Seldy sedang menjalankan pekerjaan jurnalistik, karena tadi dalam persidangan sudah disampaikan bahwa pernyataan yang butuh jawaban yang notabenenya menjadi perhatian kita bersama untuk menggali lebih jauh. Karena itu akan kita buktikan lagi pada saksi berikutnya yaitu Aris Bria Seran.

Toh kalau memang benar ada uang,  nah ini lanjutannya banyak, ada gratifikasi tapi untuk sementara perkataan Seldy yang posting digroup tertutup ini masih dalam bentuk pertanyaan besar yang harus dicari dan itu sesuai dengan tupoksi seorang wartawan untuk bagaimana bisa mendapatkan berita yang akurat.  

“Baik lewat teman-teman polisi itu sendiri,  maupun lewat teman media yang ada dalam group itu, karena tulisan itu tidak sebutkan jabatan seseorang,  jadi pasal 207 KUHP yang didobel yang diterapkan dalam dakwaan ini kami kira itu tidak terbukti,  jadi kalau tidak terbukti  ya klien kami harus bebas” pungkasnya. ***** (tim-SJ),-