PANASNYA PERSAINGAN PILKADES MEMAKAN KORBAN JIWA

by -13,812 views

Kodi-SJ………. Usai penetapan bakal calon kepala desa menjadi calon kepala desa yang akan bertarung pada Pilkades serentak 30 Juni 2021 mendatang, suhu persaingan para calon mulai naik. Seperti yang terjadi di desa Mata Kapore Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur  pada Jumat (11/6/21) sore dua kelompok pendukung calon kepala desa saling kejar-kejaran dan lempar batu hingga memakan korban yang tidak tahu menahu tentang penyebab pertikaian tersebut.

Pdt. Nandus Ratu Nadung, S.Th. dari GKS Jemaat Mata Kapore yang kebetulan melintas dan hendak melerai para pendukung yang bertikai, harus menjadi korban lemparan batu oleh massa yang beringas. Selain itu juga warga desa Mere Kehe, Nahasnya lagi, Yosep yang ikut membantu melerai bersama pendeta harus terkena tebasan parang dari masyarakat sehingga mengalami luka di leher dan punggung kirinya.

Media suara jarmas yang melintas dijalan tersebut sore hari kira-kira pukul 16.01 wita usai  mewawancarai Panitia Pelaksanaan Pilkades Mere Kehe terkait kesiapan pelaksanaan Pilkades 30 Juni mendatang ikut menghindar melihat massa dari kedua pendukung mulai berdatangan dengan membawa peralatan perang yaitu parang, tombak dan batu.

 Masyarakat setempat yang ditemui Jarmas mengatakan awalnya ada pesta di salah satu warga yaitu pesta gali tulang yang dihadiri oleh banyak orang dan pelaksanaan pesta tersebut sudah akan berkahir, sehingga beberapa warga masyarakat mulai kembali ke rumahnya masing-masing. Tiba-tiba dari arah lain muncul kelompok masyarakat yang baru pulang mengikuti kampanye salah satu calon kepala desa, lalu terjadi adu mulut hingga saling kejar-kejaran dengan saling lempar batu.  

Korban meninggal dunia akibat pertikaian Pilkades

Tidak diketahui pasti apakah kelompok yang saling bertikai tersebut adalah kelompok yang pulang dari pesta adat dengan kelompok yang pulang dari kampanye salah satu calon kepala desa yang bertikai, tetapi warga setempat khususnya perempuan dan anak-anak mulai berhamburan mencari perlindungan dari lemparan batu tersebut.

Melihat kejadian tersebut Pdt, Nandus dan beberapa warga masyarakat berusaha melerai dan minta pada kedua kelompok tersebut untuk membicarakan masalahnya baik-baik, tetapi kedua kelompok massa tersebut tidak menghiraukan dan terus terjadi saling lempar batu sehingga Pdt. Nandus kena lemparan batu di kepalanya. Selain itu  Yosep warga desa Mere Kehe yang juga ikut melerai malah terkena tebasan parang di leher dan punggungnya.

“Kasian bapak Pendeta dan Yosep yang bertujuan untuk melerai menjadi korban dari keberingasan mereka itu” ujar salah satu warga Mata Kapore pada media.

Warga lain menambahkan ini merupakan akibat persaingan dari calon kepala desa Daud Horo dan Okta Halato yang akan bertarung pada Pilkades 30 Juni mendatang. Sedangkan warga desa Mere Kehe ikut menjadi korban juga dikuatirkan akan semakin melebar pertikaian para peserta Pilkades ini.

Warga lainnya menduga pelaksanaan Pilkades Mata Kapore dan Mere Kehe akan cenderung terjadi kekacauan, karena  dua desa yang bertetangga ini masih mempunyai hubungan kekelurgaan dan kekerabatan.

Jumat sore sekitar pukul 6 sore terjadi lagi keributan lanjutan yang memakan korban jiwa 1 orang. Diperoleh informasi mayatnya baru ditemukan pagi tadi, Sabtu (12/6/21). *** (Octa/002-21),-