Dikira-SJ…..Jembatan Lewata, Dusun II, Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur putus akibat hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor.

Dipantau oleh media ini jembatan yang sejak akhir tahun lalu (Desember 2020) sudah mulai menunjukan gejala akan runtuh, tidak bisa tertolong lagi akibat adanya hujan lebat disertai angin kencang beberapa hari lalu sehingga menyebabkan jembatan ini putus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 apalagi roda 4.
Warga masyarakat setempat tidak bisa menjual hasil pertanian di pasar dikarenakan jembatan putus. Guru dan siswa harus saling bergantian melewati jembatan untuk sampai ke sekolah, karena untuk menyeberang hanya menggunakan 3 batang bambu untuk bisa dilewati. Bahkan guru menyimpan motor dan berjalan kaki yang jaraknya 1 km dengan kondisi jalan yang cukup memprihatinkan.

Salah satu warga setempat yang ditemui oleh media ini, Ngongo Ana Lalo Kamis (18/3/21) mengatakan jembatan ini pada bulan Januari lalu juga mengalami hal yang sama karena curah hujan yang besar, namun belum putus. Setelah itu Wakil Bupati SBD dan Dinas PU SBD sudah pernah datang untuk melihat langsung bahkan sudah diambil gambarnya mengenai kondisi jemabatan ini.
“Kemarin jembatan ini dihantam hujan lebat dan angin mengakibat jembatan ini putus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ngongo mengatakan saat ini belum ada pihak terkait yang datang melihat keadaan jembatan tersebut. Kami sangat mengharapkan secepatnya jembatan ini bisa diperbaiki sehingga bisa dilalui untuk memperlancar segala aktivitas kami terlebih pada saat kami jual hasil pertanian dipasar.
“Karena wilayah kami ini hasil pertanian cukup banyak, dan jembatan merupakan satu-satunya akses untuk kami lalui menuju pasar” tuturnya.
Ngongo menjelaskan lebih lanjut selain jembatan, dirinya juga mengharapkan jalan ini bisa diperbaiki. Karena jalan ini sudah sangat lama belum pernah ada perbaikan sejak dikerjakan oleh almarhum Bupati Timo Langgar, saat masih bergabung dengan kabupaten induk Sumba Barat.

“Setelah SBD mekar dari Sumba Barat seolah-olah kami ini tidak diperhatikan lagi. Mulai dari jalan dan juga listrik kami belum merasakan. SBD sudah 3 kali ganti Bupati tetap saja jalan ini masih tetap tidak ada perubahan. Kami sangat mengharapkan agar jalan ini juga diperbaiki” pintanya.
Dirinya juga berharap agar wakil rakyat dari dapil II yangsudah dipilih oleh rakyat, juga membawa aspirasi mereka untuk memperhatikan masalah jalan dan penerangan.
“Tolong suarakan apa yang menjadi kebutuhan mendasar kami di desa Dikira. Ada anggota dewan juga disini dan lewati jalan ini, mungkin karena pake mobil makanya tidak merasakan jalan rusak” pungkasnya. *** (Emil/010-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
