KUNKER KE SUMBA BARAT, HERMAN HERY MINTA BUPATI DAN WABUP TETAP RUKUN

Waikbabubak-SJ…………. Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery minta Bupati Yohanes Dade dan Wakil Bupati (Wabup) Jhon Lado Bora Kabba kabupaten Sumba Barat tetap rukun dalam memimpin Sumba Barat. Demikian diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Sumba Barat Minggu (2/5/21).

Herman Hery berpesan kepada Jhon Dade bahwa bapak adalah bupati seluruh rakyat Sumba Barat bukan bupati milik sekelompok orang. Sebagai ketua Komisi Hukum yang bermitra dengan penegak hukum, saya berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati pertama, tolong bapak berdua rukun-rukun selalu jangan belum 1 tahun jalan sudah pisah. Bapak berdua saya harapkan supaya bisa rukun bergandengan tangan, berkomitmen membangun Sumba Barat. Kerukunan dan solidaritas merupakan patokan seluruh OPD dan masyarakat melihat kerukunan bupati dan wakil bupati. Membagi tugas dan peran sesuai dengan kesepakatan bapak berdua. Kalau mau tertibkan orang lain harus tertibkan diri kita sendiri” ungkapnya.

Kedua kami dipusat dalam rangka memperjuangkan usulan dari daerah kami akan perjuangkan dengan penuh percaya diri. Dalam perjuangan kami kan melihat kinerja bupati dan juga daerahnya sehingga program yang kami perjuangan bisa dijalankan. Bupati dan wakil bupati selalu kompak dan selalu pilih pimpinan OPD secara Profesional.

Dirinya juga memberi apresiasi pada Kapolres dan seluruh Aparat keamanan, tokoh masyarakat, Pimpinan OPD dan Forkompinda dan seluruh masyarakat karena telah melaksanakan Pilkada dengan aman dan sukses. Walaupun Prosesnya atau tahapan berakhir di Mahkamah Konstitusi sesuai dengan sistem Konstitusional kita tapi inilah proses demokrasi paling fair dan professional.

“Saya datang kesini untuk berterima kasih kepada Kapolres,  hari ini saya datang dengan hati yang tulus dan berbangga bahwa saudara-saudara saya di Sumba Barat sudah memiliki kedewasaan dalam berpolitik,  kalah menang hal biasa. Waktu kita bertanding, kita bertanding secara professional dan pasti ada yang keluar sebagai pemenang. Apabila kita menang kita tidak menepuk dada dan mensepelekan yang kalah, demikian pula yang kalah dalam pertandingan Politik mari bergandengan tangan, bersama-sama untuk memimpin, untuk mengatur untuk membangun rakyat dan daerah Sumba Barat” ungkapnya.

Baca Juga :   ‚ÄčTenaga Kerja NTT Mendapat Perhatian Pemerintah

Herman Hery juga  meminta kepada Kapolres Sumba Barat, Kajari Waikabubak, Pengadilan Waikabubak agar rukun dengan Bupati.  Rukun bukan berarti bersekongkol, rukun bukan berarti ada masalah didiamkan. Rukun yang dimaksud adalah  bergandengan tangan dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery saat memberikan sambutannya

“Para penegak hukum harus awasi selalu segala bentuk pembagunan di daerah ini. Roti pembangunan di Sumba Barat ini bukan milik 1 orang, bukan milik sekelompok orang,  bijaksanalah bupati mengatur demi pemerataan ekonomi dan pembangunan ini semua pihak ikut ambil bagian sehingga semua pihak ikut merasakan pembangunan. DPRD harus melihat apakah Bupati dan wakit bupati sudah bekerja sesuai dengan Aturan. Jangan DPRD jadi biang masalah karena tidak dapat proyek ini jadi persoalan” tambahnya.

Sementara itu Bupati Sumba Barat, John Dade dalam sambutannya menjelaskan kondisi Sumba Barat saat ini pada ketua Komisi III DPR RI. Dalam rangka meningkatkan pendapatan petani sekaligus peningkatan ketahanan pangan Pemda Sumba Barat pada musim tanam I tahun 2021 melalui Dana Desa akan mengembangkan tanaman jagung sebesar 3.000 hektar are.

Melalui Dana Desa petani diberi Benih, pestisida, dan pupuk. Pengembangan akan melakukan sistem padat karya dengan memperkerja penduduk desa setempat. Dalam program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati beberapa desa yang memiliki sumber air untuk mempersiapkan lahan.

“Untuk mendukung kami,  mohon kepada bapak Herman Heri dan Ansi Lema untuk membantu sarana dan prasarana, alsintan serta pemasarannya” katanya. *** (Yunia/EBuga/004-010/21),-