Kodim 1629/SBD Gelar Baksos Donor Darah

Tambolaka-SJ……… Dalam rangka HUT ke 63 Kodam IX Udayana tahun 2020, Kodim 1629 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bekerjasama dengan PMI Waikabubak selenggarakan Bakti Sosial (Bak sos) donor darah yang berlangsung jam 09.15 sampai jam 11.15 di Kodim 1629 Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/5/2020).

Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Laode M. Sabaruddin

Turut hadir dalam kegiatan Baksos Donor Darah tersebut Dandim 1629/SBD Letkol inf Laode M. Sabaruddin, Kapolres SBD, AKBP Yoseph F. Mandagi, S.IK, Kasdim 1629/SBD, Danramil 1629/01 Laratama, Pasiterdim 1629/SBD bersama staf, Ketua Persit beserta pengurus, Pasi Ops Kompi 4 Yon A Brimob SBD, Kanit Provost  Kompi 4 Yon A Brimob SBD dan tim PMI Waikabubak.

Dandim 1629/SBD Letkol inf Laode M. Sabaruddin saat ditemui awak media usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten SBD mengatakan, ditengah situasi Covid-19 ini kita melaksanakan kegiatan kemanusiaan donor darah untuk wilayah Kabupaten SBD.

“Hasil donor sebanyak 17 kantong darah dengan rinciannya untuk golongan darah A sebanyak 6 kantung, golongan darah B 8 kantung, golongan darah AB 1 kantung dan golongan darah O 2 kantong” tuturnya.

Lebih lanjut kata Laode, kegiatan ini sangat membantu untuk kegiatan kemanusiaan di Kabupaten SBD terutama di RSUD Pratama Reda Bolo dan dirinya yakin darah ini sangat membantu.

“Dimana-mana kalau ada masyarakat yang membutuhkan donor darah biasanya larinya  ke Kodim, dan ke Polres” ujarnya lagi.

Dalam menghadapi situasi wabah covid-19 yang melanda SBD saat ini, Dandim 1629/SBD ini mengatakan TNI juga memiliki strategi dan sudah berjalan, dalam hal ini kita harus sinergitas dan bersama-sama. Karena jikalau penanganan secara individu atau secara instansi tidak maksimal, jadi kita harus melibatkan masyarakat dan masyarakat juga harus mengikuti aturan atau sosialisasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga :   APARATUR PEMERINTAH HARUS MENJADI UJUNG TOMBAK DESA PINTAR
Kapolres SBD, AKBP Yoseph F. Mandagi saat dilakukan pemeriksaan sebelum donor darah

“Karena ini tidak ada yang bisa kita lakukan selain upaya bagaimana kita memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara sosialisasi kepada masyarakat dan himbauan untuk menggunakan masker jika bepergian, selalu jaga jarak di tempat keramaian dan cuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir” ungkapnya.

Dirinya berpesan marilah kita sama-sama mengikuti kebijakan pemerintah pusat, dan daerah dalam rangka mendukung atau sama-sama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Ketika diminta tanggapannya agar SBD jalankan lock down saat ini mengingat kabupaten Sumba Timur sudah ada 7 orang terpapar covid-19, dirinya menjelaskan untuk penutupan jalur udara dan laut itu sudah ada aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Laode M. Sabarudin didampingi Kapolres SBD saat melakukan pemeriksaan tensi darah

“Khusus jalur darat di wilayah perbatasan kabupaten di Pulau Sumba, sebaiknya kita berlakukan surat kesehatan. Misalkan ada orang dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat masuk ke wilayah perbatasan SBD itu harus memperlihatkan KTPnya dan surat kesehatan diri. Sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah antisipasi atau mendata orang-orang yang keluar masuk” jelasnya.

Untuk SBD masih punya filter antara Sumba Tengah dan Sumba Barat baru SBD, sehingga pintu masuk perlu diperketat secara administrasi, bagi masyarakat yang berasal dari luar wilayah SBD harus lengkap KTP nya dan surat kesehatannya.

“Kalau belum ada,  kita suruh dia pulang dan kalau ada surat kesehatan yang menyatakan dirinya sehat silahkan untuk dia lanjutkan perjalanannya” pungkasnya.

Pantauan media peserta pendonor sebanyak 83 orang yang berasal dari berbagai instansi, ada dari pemerintahan, BUMN, Polri dan Pol PP dengan rinciannya Kodim 1629/SBD sebanyak 40 orang, Polres SBD 10 orang, Korps Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor SBD 10 orang, staf BNI 3 orang, Bank NTT 3 orang, BRI 3 orang, Pol PP 4 orang dan Persit 10 orang.*****

Liputan: Octav Dapa Talu,-