KELURAHAN WEETOBULA SEDIAKAN LAYANAN  CALL CENTRE

Tambolaka – SJ,-  Guna mengantisipasi gangguan kamtibmas atau penyakit social mayarakat khususnya di kos-kosan, kontrakan dan asrama yang kerap kali terjadi perkelahian dan lain sebagainya, kelurahan Waitabula Kecamatan Kota Tambolaka Sumba Barat Daya (SBD) menyediakan layanan Call Centre dengan nomor 081239977002

Hal ini diungkapkan oleh sekretaris kelurahan Margaretha Ina Paila dalam kegiatan sosialisasi penyediaan layanan call centre bertempat di aula kantor Weetobula, Jumat 18 Agustus 2017 yang dihadiri oleh Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPM, ketua Lingkungan, RT/RW, pemilik kos-kosan, Asrama dan Kontrakan se-kelurahan Weetobula dan beberapa penghuninya.
Penyediaan layanan call centre ini dirasa perlu karena kelurahan Weetobula merupakan keluarahan yang terletak di jantung ibu kota Tambolaka kabupaten SBD,  dan meningkatnya perkembangan ko Tambolaka dari waktu ke waktu. 

Kegiatan sosialisasi call center Kelurahan Waitabula
Kegiatan sosialisasi call center Kelurahan Waitabula

Seperti diketahui Kota Tambolaka yang terletak di Kelurahan Weetobula dan Kelurahan Langga Lero ini menjadi barometer perkembangan SBD dan merupakan pintu masuk bagi tiga kabupaten yaitu SBD, Sumba Barat dan Sumba Tengah karena Bandar udara dan pelabuhan adanya di kota ini. Sehingga banyak orang/masyarakat yang keluar masuk untuk kepentingan pekerjaan, bisnis dan lain sebagainya. 

Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan metode terbaru teknik penanggulangan kamtibmas dengan menyediakan upaya preventif yang melibatkan kelurahan, TNI/Polri, LPM, Lingkungan RT-RW, pemilik kos, kontrakan dan asrama.
Agustinus Dapa Deda, ST, kasie Trantib kelurahan Waitabula kepada media mengatakan  fungsi call centre ini untuk meredam gangguan kamtibmas di kelurahan Weetobula khususnya penyakit social masyarakat yaitu sering terjadi perkelahian anak kos, tidak teraturnya jadwal kunjung, sex bebas dan pencurian.

Agustinus Dapa Deda, ST, kasie Trantib kelurahan Waitabula
Agustinus Dapa Deda, ST, kasie Trantib kelurahan Waitabula

“Untuk tenaga operator Call Centre ini ada 7 orang yang secara bergantian menjaganya selama 24 jam untuk memberikan pelayanan pada masyarakat, dari 7 orang staf kelurahan yang akan bertugas. 1 x 24 jam 1 orang akan bertugas, Nomor call centre ini sudah kami berikan kepada Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPM, ketua Lingkungan, RT/RW, pemilik kos-kosan, Asrama dan Kontrakan se-kelurahan Weetobula” ungkapnya. 

Baca Juga :   Romo Agus buka MABIM STKIP Weetobula

Lebih lanjut Agus menjelaskan call centre ini sebagai media informasi atau pusat informasi. Adapun system kerjanya adalah pemilik kos, kontrakan dan asrama atau masayrakat yang melapor akan diterima oleh operator, kemudian operator akan menghubungi ketua lingkungan atau RT-RW terdekat untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima itu. JIka informasi itu benar call centre akan langsung menghubungi pihak kepolisian.
“sehingga data riil itu benar didapat oleh kelurahan dan dapat memberi informasi yang pasti pada kepolisian” katanya.
Adapun tanggapan masyarakat cukup bagus, walaupun awalnya penghuni kos, kontrakan maupun asrama masih takut-takut dengan adanya call centre ini, pada saat dimintai data apalagi pengambilan gambar dan video mereka masih takut-takut.
Lurah Waitabula Agustina Virgo N. Pare, ST yang dihubungi media usai kegiatan mengatakan merasa bersyukur atas adanya program Call Centre ini karena sangat bermanfaat untuk mendekatka  pelayanan pada masyarakat.
“Masalah  kamtibmas masyarakat bisa langsung menginformasikan pada kami, tanpa harus datang melapor ke kantor kelurahan tetapi lewat layanan call centre ini” tuturnya. 

Lurah Waitabula Agustina Virgo N. Pare, ST
Lurah Waitabula Agustina Virgo N. Pare, ST

Lebih lanjut ibu lurah ini menghimbau agar masyarakat bisa menerima program layanan call center ini. 

“Kelurahan Weetobula  ini adanya di ibukota jadi kami himbau agar semua masyarakat menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh ketua Lingkungan Agustinus Moya yang mendukung adanya program Call Centre ini.
“Demi langkah maju untuk wilayah kita ini, saya rasa itu luar biasa dan kita harus mendukungnya” ungkapnya pada media.
Agus Moya juga menegaskan bahwa Weetobula ini adalah kelurahan yang berada di jantung ibukota SBD, oleh karena Agus Moya mengharapakan adanya dukungan dari Pemda untuk ikut terlibat menjaga dan mengawasi semua kos-kosan, kontrakan maupun Asrama karena Weetobula merupakan daerah sebagai pintu masuknya orang-orang dari luar Sumba khususnya SBD. (OC$).-

Baca Juga :   TIM INISIATOR PEMEKARAN SBD SAMPAIKAN ASPIRASI DUKUNGAN PEMBENTUKAN CALON DAERAH OTONOMI BARU

Leave a Reply

Your email address will not be published.