Kelompok Pemuda Langga Lero Keberatan Disebut Penjudi

Tambolaka-SJ….. Sekelompok masyarakat (pemuda) yang diamankan oleh Babinsa bersama Unit Intel Kodim 1629/SBD, disekitaran SDM Mata Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Rabu (22/4/20) yang lalu merasa keberatan karena dituduh berjudi sesuai pemberitaan suarajarmas.com.

Dua orang dari enam orang pemuda yang diamankan pada malam itu, Ronda Zul Fahmi dan Iqmal M. Don menemui suarajarmas.com di posko Satgas Covid-19 SBD Stadion Galatama Desa Radamadata Kecamatan Kota Tambolaka SBD, Jumat (24/4/20) siang hari mengatakan mereka tidak berjudi melainkan hanya bermain kartu dengan hukuman gantung botol di telinga.

“Saya hanya mau klarifikasi bahwa kami tidak berjudi, kami hanya main gantung” kata Ronda Zul Fahmi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Iqmal M. Don bahwa dirinya bersama teman-temannya tidak bermain judi tetapi hanya bermain gantung. Dirinya mengakui sudah pernah mendengar adanya himbauan dari pemerintah atau petugas satgas covid-19 SBD untuk tidak berkumpul dan selalu menjaga jarak.

“Kami hanya kecewa karena dikatakan telah bermain judi, tetapi kami juga memahami bahwa situasi sekarang ini wabah virus corona sedang melanda SBD bahkan seluruh Indonesia serta dunia” tuturnya.

Adithia Warman yang menemani mereka menjelaskan bahwa benar saudara-saudaranya telah melanggar protokol kesehatan dari gugus tugas covid-19 SBD, tetapi sebagai keluarga dan teman,  dirinya kecewa dikatakan mereka berjudi tanpa ada alat bukti yang ditemukan di lapangan.

Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka Serda Yoris Mere yang dihubungi media atas keberatan pemuda Langga Lero ini mengatakan penangkapan yang dilakukan pada Rabu (22/4/20) lalu adalah bentuk pembinaan bagi masyarakat  sekitaran SDM Mata yang selama ini kerap mengganggu kenyamanan masyarakat setempat dengan berkumpul dan bermain kartu.

Baca Juga :   DPD SAYA INDONESIA SBD SIAP MENGIRAP¬† BENDERA MERAH PUTIH 72 METER

“Sebagai Babinsa saya selalu koordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, dan memang masyarakat setempat merasa tidak nyaman dengan adanya masyarakat yang berkumpul dan main kartu selama ini” ujarnya.

Lebih lanjut Yoris mengatakan dirinya sudah sering memberi himbauan dan nasehat, bahkan pernah membubarkan orang yang bermain kartu tersebut. Disaat Pemerintah, TNI/Polri dan Tim Satgas covid-19 gencar-gencarnya melakukan sosialisasi dan himbauan social distancing dan physical distancing tetap tidak membuat mereka jera untuk berkumpul dan main kartu.

“Minggu sebelumnya saya sudah bubarkan orang yang bermain kartu, Rabu malam yang lalu saya mendapat telepon pengaduan lagi dari masyarakat, sehingga setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak lain termasuk Polsek maka saya naikan statusnya menjadi masyarakat yang berjudi dengan harapan agar ini menjadi efek jera” jelasnya.

Kata Yoris lagi adapun media memuat berita ini hanya untuk menyampaikan pada publik bahwa aparat TNI/Polri bekerja siang dan malam dalam menjalankan tugasnya apalagi disaat wabah virus corona ini melanda Indonesia semua pihak harus saling bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Jadi ini bukan kesalahan wartawan karena tidak berada di lokasi saat penggerebekan, tetapi wartawan berada di Koramil saat anak muda ini kami amankan. Beritanya resmi karena saya dengan Komandan Intel Kodim 1629/SBD diwawancarai oleh wartawan malam itu” tutupnya.-*****

Laporan: Tim Redaktur.-