KAT KECAM PAHAM RADIKAL DI INDONESIA

Waingapu-SJ……. Aksi Teror yang marak terjadi belakangan ini tentu akan sangat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mulai dari kejadian di MAKO BRIMOB 9 Mei 2018 lalu disusul kejadian 3 Gereja yang dibom di Surabaya lalu beruntun terjadi di Sidoarjo dan di Riau yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa akibat berkembangnya paham radikal.

Kejadian yang beruntun ini mengundang reaksi  dari berbagai pihak dan kalangan baik di seluruh Indonesia. Demikian halnya dengan Kelompok Ana Tana (KAT) Waingapu Sumba Timur yang mengeluarkan pernyatan sikap menentang keras dan mengutuk keras tindakan-tindakan teroris yang menyebabkan jatuhnya banyak korban akibat ledakan bom. Rencananya KAT akan melakukan Kegiatan Parade Kebangkitan Nasional dan Seribu Doa Untuk Sumba tanggal 19 Mei 2018 di Kawangu Sumba Timur.

“Hari-hari belakangan ini sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menolak dan memberantas berkembangnya paham radikal di tanah kita ini, walaupun demikian kami selaku anak bangsa ini tidak sedikitpun gentar dengan teror-teror yang dilakukan kaum radikal. Kita juga tidak perlu takut terpecah belah karena kita punya Pancasila, akhirnya kami dengan tegas mengatakan kami tidak takut dan siap mendukung serta bersama-sama dengan pemerintah, Polri dan semua elemen yang bersangkutam memberantas Radikalisme dan Terorisme hingga akar-akarnya” ungkap Kristiani Pedi selaku Ketua Komunitas Ana Tana.

Berikut 6 poin pernyataan sikap KAT yang akan disampaikan pada esok hari Sabtu, 19 Mei 2018 dalam kegiatan parade tersebut.

  1. Turut Berbelasungkawa Atas peristiwa Kemanusiaan yang menimpa POLRI atas kejadian penyerangan di MAKO BRIMOB Depok, Sidoarjo dan Riau.
  2. Turut Berbelasungkawa terhadap Gereja yang mengalami pengeboman di Surabaya.
  3. Mengutuk keras tindakan terorisme dan paham radikalisme yang mengganggu stabilitas Negara Indonesia dan berpotensi memecahbelah Bangsa.
  4. Mendukung Penuh Pemerintah dan Aparat Hukum dalam Menindaklanjuti kasus terorisme dan menghancurkan paham radikalisme serta jaringan-jaringan teroris, serta menegakkan hukum seadil-adilnya.
  5. Mewajibkan seluruh anggota Komunitas Ana Tana untuk memahami dan mengilhami Pancasila dan UUD 1945 sebagai Ideologi dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  6. Menyatakan siap menjadi perpanjangan tangan serta mengandeng POLRI dan TNI dalam menangkal paham radikalisme melalui kegiatan-kegiatan Sosialisasi dan seminar Kebangsaan di Masyarakat.
Baca Juga :   Bupati SBD Beri Penegasan PPKM di SBD

Selain pernyataan sikap diatas juga Komunitas Ana Tana juga menyampaikan bahwa akan mengadakan kegiatan Parade Budaya dalam momen Kebangkitan  Nasional untuk meningkatkan rasa persatuan serta mengangkat hal-hal diatas untuk didoakan dalam Doa lintas Agama bertajuk “Seribu Doa Untuk Indonesia” sebagai wujud dalam  menjaga rasa toleransi dan solidaritas. (STM),-