KAPOLRES SBD PASTIKAN KASUS KORUPSI DANA BLT DILANJUTKAN

by -2,721 views

Kawona-SJ…………. Kapolres Sumba Barat Daya (SBD), AKBP Josep F.H. Mandagi, S.IK tegaskan kasus korupsi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT)  oleh kepala desa Totok kecamatan Loura kabupaten SBD provinsi Nusa Tenggara Timur akan dilanjutkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres SBD, AKBP Josep F.H. Mandagi, S.IK (kiri) dan Danki Brimob Yon A/SBD, Iptu Jhony Martin (kanan)

Demikian diungkapkan AKBP Josep Mandagi didampingi Danki Brimob Yon A/SBD, Iptu Jhony Martin saat ditemui awak media di pantai Kawona  desa Kadipada kecamatan Kota Tambolaka SBD, usai melantik 49 personil Polres SBD dan Brimob Yon A SBD, Sabtu (2/1/2021).

“Kasusnya sudah diperiksa semua, segala alat bukti cukup dan kita sudah lakukan penahanan, proses hukumnya akan  kita lanjutkan” tegas Kapolres SBD.

Dirinya melanjutkan hingga saat ini tersangka dugaan korupsi dana BLT kepala Desa Totok Bani Puu Potto ditahan di Polsek Kodi Bangedo dan total kerugian negara masih dalam proses perhitungan.

“Berapa kerugian yang dialami oleh negara masih kita hitung, tetapi yang pastinya proses hukum akan lanjut terus, karena sudah merugikan masyarakat banyak” jelasnya.

Untuk diketahui,  berdasarkan pengaduan masyarakat pada Selasa, 29 Desember 2020 bahwa kepala desa Totok Bani Puu Potto melakukan korupsi dana BLT dengan menyalahgunakan uang bantuan untuk masyarakat. Keesokan harinya pada Rabu (30/12) anggota Polres SBD langsung melakukan penjembputan dan menahan kepala desa Totok.

Jumlah dana yang harus dibagikan sebesar Rp.900.000,- per jiwa, tetapi kepala desa memotong hingga Rp.600.000, per jiwa,  dan sisanya dipakai oleh kepala desa untuk membeli rumput laut. Total anggaran keseluruhan sebesar Rp. 218.700.000 yang harus dibagikan kepada 243 jiwa, tetapi jumlah yang diberikan kepada masyarakat hanya sebesar Rp.72.900.000,-

Hingga saat ini kepala desa Totok masih ditahan di Polsek Kodi Bangedo untuk proses lebih lanjut, karena Polres SBD belum mempunyai ruang tahanan. *** (002/SJ/21).-