KANTOR KPU SBD NYARIS DIBAKAR MASSA

Tambolaka-SJ…………….  Rencana pembakaran kantor KPUD oleh oknum 7 orang yang belum diketahui identitasnya tadi malam pukul 11.17 Wita gagal total, karena sigapnya anggota keamanan dari Polres Sumba Barat dan Brimob mengamankan para pelaku tersebut.

Warga masyarakat sekitar Kantor KPUD Sumba Barat Daya yang terletak Desa Kadi Pada  kecamatan Kota Tambolaka dikagetkan dengan bunyi tembakan kurang lebih 7 kali pada malam hari itu. Salah satu warga desa Kadi Pada Agus B. Ngongo mengatakan dirinya baru saja tiba dirumah dan mendengar bunyi tembakan 1 kali lalu beruntun hingga 7 kali. Karena mengetahui itu adalah bunyi senjata api dari Polisi atau Brimob yang berjaga-jaga di KPU, dirinya tidak brani keluar rumah untuk melihat langsung. Tetapi pada pagi hari ia mendapat informasi bahwa tadi malam adanya oknum yang mempunyai rencana untuk membakar kantor KPUD SDB. Dan aparat langsung membekuk mereka dan membawa ke Polres Sumba Barat untuk diambil keterangannya.

“saya mendengar sangat jelas bunyi tembakan itu, karena rumah berdekatan dengan kantor KPU, tetapi karena takut saya tidak brani malam-malam pergi lihat apa yang terjadi, pagi harinya baru saya dapat info bahwa adanya 7 orang yang ditangkap tadi malam dengan 1 unit kendaraan karena mempunyai niat jahat untuk membakar kantor KPUD” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lukas warga desa Poma, yang sangat kaget mendengar bunyi leutsan senjata dari pihak keamanan. Dirinya langsung membayangkan adanya upaya yang mengancam kantor KPU maupun orang-orang di KPU. Karena sebelumnya ia melihat ada massa yang berkumpul di SD Poma Kadi Pada.

“Sebelumnya sewaktu saya lewat KPU, saya melihat ada segerombolan orang di sekitar SD Poma, saya tidak menaruh curiga karena pikiran saya ada rapat pleno lagi atau pertemuan KPU dengan PPS dan PPKnya, tetapi setelah sampai dirumah saya mendengar bunyi tembakan dari keamanan, anak saya yang masih bayi sampai kaget” ujar Lukas.

Baca Juga :   Wakepsek SMPK Kada Diduga Cabuli Siswi Dibawah Umur

Kapolres Sumba Barat AKBP Michael I. Thamsil, S.Ik yang dihubungi awak media pada Sabtu, 14 Juli 2018 siang tadi membenarkan adanya penangkapan 7 orang pada pukul 1 dini hari tadi. Massa diperkirakan  berjumlah 20 sampai 30 orang di sekitar SD Poma berdasarkan informasi dari warga setempat.

“Keberadaan mereka patut dicurigai sehingga kepolisian patut memeriksanya, tetapi sewaktu didekati sebagian massa lari sehingga hanya bisa menahan 7 orang dan langsung dibawah ke Polres Sumba Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres Sumba Barat mengatakan ke-7 orang ini masih diperiksa sebagai saksi, dan pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan kepada 7 orang ini.

Kejadian yang menimpa KPUD SBD ini selain mendapat perhatian dari masyarakat SBD khusus, juga mendapat perhatian dari PADMA Indonesia. Gabriel Goa, direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) yang dihubungi media melalui WA menyampaikan Proficiat atas kesigapan Polres Sumba Barat menangkap dan memproses hukum pelaku yang mau melakuan pencurian dan pembakaran terhadap Kantor KPU Sumba Barat Daya.

“Polres Sumba Barat tidak hanya menindak tegas pelaku-pelakunya saja tetapi juga mengusut tuntas aktor intelektual yang membackup para pelaku” ujar Gabriel.

Lebih lanjut Gabriel Goa  mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis yang mengganggu keamanan karena kalah dalam Pilkada,  justru harus bersikap kesatria menerima kekalahan dan jika ada pelanggaran maka dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum melalui MK.

PADMA Indonesia juga mendukung KPU dan Panwaslu untuk sungguh-sungguh menjalankan fungsinya sebagai Penyelenggara dan Pengawas Pilkada yang Independen.

“KPU dan Panwaslu SBD harus berani melaporkan kepada Aparat Penegak Hukum jika ada yang melakukan teror atau intimidasi serta lapor ke KPK RI jika ada yang mau menyuap dan/atau memberikan Gratifikasi” tutupnya. (Tim-SJ),-