Poma-SJ……….. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), diselenggarakan Rapat Evaluasi program kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten SBD Tahun Anggaran (TA) 2020 yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag SBD Siprianus Muda Hondo, S. Fil, M.Si, Kasubag Tata Usaha, Yohan Nani Marthen, S.Pd semua kepala seksi dan karyawan Kemenga SBD, Sabtu, (19/12/20).

Ketua Panitia, Stefanu Jandu, S.Sos, dalam laporannya mengatakan bahwa pada awal Tahun Anggaran 2020 sebagai pengelola anggaran telah menandatangani pakta integritas pengelolaan anggaran sesuai dengan indikator kinerja tertentu.
Katanya lagi, bahwa dalam mewujudkan tata kelola Pemerintah yang berkualitas, perlu memahami berbagai regulasi baik dalam bentuk undang-undang dan peraturan-peraturan perundangan terkait pelaksanaan tugas dan pelaksanaan anggaran Negara. Pelaksanaan pengelolaan anggaran, agar dilaksanakan secara transparan, akuntabel yang hasilnya dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat umat beragama.
UU RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan; menegaskan bahwa, penyerahan anggaran harus ada keseimbangan (balance) antara anggara yang terserat dengan kinerja kerja, dengan memperhatikan indicator kinerja keluar ( output) hasil (outcome), manfaat (benefit) dan dampak (impact) dari program dan kegiatan yang dilaksanakan. Untuk itu, menurutnya butuh kerja sama yang professional dalam melaksanakan kegiatan dan anggaran.
Lebih lanjut Stef mengemukakan, demi untuk mewujudkan Kementerian Agama SBD yang berkualitas, bersih melayani maka, kita harus mengukur dan mengevaluasi capaian pelaksanaan program kegiatan dan anggaran selama tahun 2020.

“Mengukur akuntabilitas kinerja, efektifitas dan efisiensi kerja setiap seksi/unit kerja. Menumbuhkan citra Kementerian Agama Kabupaten SBD ditengah masyarakat umat beragama. Memotivasi setiap tim kerja agar selalu melaksanakan pekerjaan secara professional dan meningkatkan etos kerja” ungkapnya.
Pada tempat yang sama Kepala kantor Kemeterian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya, Siprianus Muda Hondo, S. Fil, M.Si menegaskan bahwa dalam kaitan dengan Panggunaan Anggaran disetiap unit teknis harus memahami betuk anggaran yang mengalir ke setiap seksi/unit kerja. Anggaran harus sampai pada sasaran. Dan penyerapan harus mencapai 100 %.
“Fakta berkata belum terjadi apa yang diharapkan, dan itu membuat kita menginstropeksi diri dan harus dibenahi. Penyerapan anggaran merupakan sebuah keharusan. Semua belanja modal harus direalisasikan. Kedepan akan ada tim rumah besar yaitu yang disebut dengan reformasi Birokrasi ” tegas kepala Kantor.
.Katanya lagi, dalam memanage organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya, kita masih urutan ke sepuluh dari bawah. Kita bekerja sudah sesuai dengan aturan. Dan disetiap unit kerja sudah ditempatkan orang-orang yang sesuai dengan tugas dan profesi yang dimiliki, hanya belum disiplin, serius dan focus.
“Lemahnya koordinasi dari unit teknis sehingga eksekusi Anggaran Tahun 2020 sangat terlambat, dan kurangnya proaktif dari pegawai atau guru dalam menanggapi anggaran dari Pemerintah, selain gaji, misalnya Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Kinerja, tunjangan Uang makan. Kerja sama perlu ditingkatkan dan system control perlu dimanfaatkan. Mari kita belajar bersama” pintanya.
Rapat Evaluasi Tahun ANggaran 2020 yang dimoderatorei oleh Kasubag Tata Usaha, Yohan Nani Marthen, S. Pd, dilanjutkan dengan presentasi program kerja selama tahun 2020 dari masing-masing seksi/unit kerja, dan dilanjutkan dengan diskusi hangat.
Pantauan Suara Jarmas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya mempunyai Program kerja tersusun padat dan dilaksanakan dengan sistem koordinasi dijiwai dengan singkronisasi lintas seksi dan didoping dengan dana APBN sehingga Program kerja dan kegiatan Kantor Kementerian Agama SBD berjalan dengan baik dan berhasil walaupun masih ada celah-celah kecil yang belum sukses, dan itu merupakan bagian yang akan dibenahi untuk tahun anggara berikutnya.
“Memang itu butuh komitmen bersama dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai Abdi Negara di Republik ini yang dipandu dengan lima budaya kerja: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab dan Keteladanan. Dengan demikian pasti situasi yang terjadi baik di Internal maupun eksternal nyaman, aman dan damai’ tutur slah satu peserta rapat evaluasi. *** (Pit..Moa/SJ).-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
