Kadis Peternakan SBD Tutup Kegiatan Bimtek Pencegahan Virus ASF

Tambolaka-SJ……………. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) drh. Oktavianus Dapadeda, M.Si., menutup kegiatanBimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Virus ASF pada Ternak Babi, yang diselenggarakan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI bekerja sama dengan Anggota DPR RI Yohanes Fransiskus Lema, S.IP., M.Si.

Usai mambawakan materi dalam Bimtek tersebut, secara resmi Kadis Peternakan menutup kegiatan Bimtek yang dilaksanakan selama 2 hari 27-28 September 2021 di aula hotel Sumba Sejahtera Desa Kalena Wanno Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur.

Dalam arahannya sebelum menutup kegiatan Oktavianus Dapadeda mengatakan Bimtek Pencegahan Virus ASF pada Ternak Babi ini merupakan satu langkah baru, perkembangan baru dari Kementrian Pertanian RI melalui Dirjen Peternakan.

“Ini merupakan langkah baru, merupakan perkembangan baru dimana ada program-program yang turun ke Kabupaten berkaitan dengan bantuan-bantuan ternak, sejatinya kelompok-kelompok ternak yang akan menerima bantuan itu betul-betul dipersiapkan dan ini juga yang sejalan dengan apa yang menjadi kebijakan kami di daerah” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan calon penerima ternak harus betul-betul dipersiapkan kelompoknya,  harus matang, petani ternak yang menerima bantuan ternak harus betul-betul siap secara teknis, harus memiliki pemahaman paling tidak sedikit terkait ternak yang akan dipeliharanya.

Kemudian terkait dengan kelembagaan kelompok,  bukan hanya sekedar menerima bantuan tetapi bagaimana kelompoknya memiliki satu visi dan tujuan yang sama. Sehingga ketika kelompok itu dalam kelembagaannya kuat,  dia pasti akan maju.

Kadis Peternakan SBD, drh. Oktavianus Dapadeda, M.Si., (kiri) saat membawakan materinya sebelmu menutup kegiatan Bimtek

“Saya kira kedepannya,  mungkin program ini diteruskan sehingga bantuan itu tidak sekedar setelah sampai lalu menguap tapi menjadi modal usaha. Saya selalu katakan itu modal,  karena kalau kita diberi satu ekor sapi berarti kita diberi modal sepuluh juta. Itu harus dikelola dan dikembangkan” jelasnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas inisiatif anggota DPR RI Yohanes Fransiskus Lema yang telah menginisiasi program dan kegiatan ini dengan bekerja sama dengan Kementrian Pertanian dan Peternakan.

Baca Juga :   PERAYAAN HARI ANAK NASIONAL DI SBD MERIAH

Oktavianus juga memberi apresiasi pada Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar,  drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil, Ph.D., dan koordinator TA Margareta Engge Kharismawati yang sudah meluangkan waktu untuk terselenggaranya kegiatan Bimtek ini dengan membagi pengetahuan dan  ilmunya.

“Secara khusus terima kasih pada Bapak Yohanes Fransiskus Lema yang menginisiasi kegiatan ini dan bantuan bagi kelompok ternak di SBD. Beliau adalah orang yang sangat konsen, dengan kerjanya di lembaga legislatif,  betul-betul dia adalah seorang petarung, pejuang untuk petani dan nelayan NTT” katanya.

Dipantau oleh media ini, kegiatan Bimtek Pencegahan Virus ASF pada Ternak Babi, mendapat respon yang positif dari pada peserta yang rata-rata adalak kelompok ternak di masing-masing desanya.

Salah satu peserta dari Wewewa Barat, Joni mengatakan agar kegiatan seperti ini, terus berlanjut, karena bagi dirinya dan kelompoknya pegetahuan tentang beternak yang baik dan mencegah virus babi, merupakan hal yang dirasanya baru.

“Kami berharap tidak cuma kali ini saja ada Bimtek, tetapi beberapa bulan kemudian ada Bimtek susulan lagi, untuk mengevaluasi hasil yang sudah kami praktekan di desa nanti. Selain itu khusus untuk bantuan ternak lain juga selain babi buat kelompok kami sangat mengharapkan untuk membantu kami mengangkat ekonomi yang sudah terpuruk akibat adanya virus ASF dan virus Corona” pungkasnya. *** (Octa/002-21),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor