KADES MOTA AIN BERI PENJELASAN ADANYA DUGAAN APARAT DESA TERIMA BST

Malaka-SJ ………… Masyarakat Desa Mota Ain, kecamatan  Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menduga Kades (Simon Leki) legalkan aparat desa terima BST.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat Ambrosius Kalau, kepada awak media, Kamis (28/05/2020) menyampaikan, berkaitan dengan pembagian BST, kades dengan diam-diam dari rumah ke rumah dan perintahkan masyarakat penerima BST ke kantor Pos secara diam-diam. Sebagai masyarakat dirinya merasa kesal atas tindakan yang dilakukan kades Mota Ain.

“Kades berkhianat kepada rakyat,  karena kades tidak lakukan validasi data yang sebenar-benarnya, saya berharap data yang diberikan oleh Kemensos ke tingkat Kabupaten kemudian diteruskan ke pemerintah desa harus dilakukan falidasi data sesuai dengan regulasi yang ada,” ungkapnya.

Ambros menyebutkan nama-nama aparat desa yang terdaftar sebagai penerima BST, antara lain, Martina Hoar Klau, Kaur kesejahteraan Agustian Morok, Kaur umum Viktirianus Seran, kepala dusun Mota Ain dan Febriana Hoar Istri bendahara desa.

Kades Mota Ain yang ditemui mengklarifikasi dan beri tanggapan atas tuduhan kepada dirinya dan konflik terkait dugaan masyarakat atas tiga staf dan istri bendahara desa yang nama-nama mereka terdata sebagai penerima BST.

Simon menyampaikan, betul terjadi konflik karena ada staf desa yang namanya terdata debagai penerima BST dan mereka siap untuk digantikan.

“Saya tidak mendata masyarakat penerima BLT secara diam-diam dan tuduhan itu tidak betul, karena sesuai dengan penjelasan pendamping bantuan sosial, data yang dikirim dari pusat itu diambil dari tahun yang tidak enak dan saya juga belum jadi kepala desa, nama yang terdata itu dari tahun 2015 dan status empat orang ini blum menjadi staf desa,” tutupnya.**** (Team-SJ),-

Baca Juga :   26 ORANG DARI LABUAN BAJO YANG BERLABUH DI KATEWEL DIAMANKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published.