CEGAH COVID 19, ODP DAN OAR AKAN DIKARANTINA DI SBD

Ketua Satgas Covid SBD, Plt. Sekda Bernardus Bulu, SH dan Kepala BNPBSBD, Yohanes Tende, SH

Tambolaka-SJ…….. Bertempat di tenda Posko Satgas Covid 19 Kabupaten Sumba Barat Daya  (SBD) dilaksanakan rapat tim satgas untuk penanganan dan pencegahan covid-19 yang akan di karantina. Disepakati tempat karantina di RSUD Pratama Redabolo,  sedangkan tempat yang juga harus di persiapkan dalam pembenahan dan persiapkan seperti BLK dan Gedung Pasar Lama.

Kepala BPBD SBD Yohanes Tende, SH,  mengatakan tempat karantina disiapkan beberapa tempat seperti Ruangan RSUD Pratama Redabolo, Ruang BLK dan Gedung Pasar Lama Radamata.  

“Kita siapkan petugas jaga TNI berjumlah 2 orang, Polri 2 orang, dan Pol PP 4 orang disetiap Posko tempat karantina dan rumah sakit. Tangki air dinas kesehatan kita optimalkan di RSUD Pratama Redabolo” tuturnya.

Lebih lanjut Jhon menghimbau agar Dinas Kesehatan menyiapkan pasukan kuning untuk pembersihan halaman. Kepada dinas PU untuk melakukan pembersihan dan pembenahan di gedung Pasar Lama Radamata untuk kebutuhan karantina.

“Kita telah siapkan mobil siaga untuk menjemput dan mengantar Orang dari Area Beresiko (OAR) dan ODP dari Bandara Tambolaka dan pelabuhan ke kecamatan masing-masing” ujarnya lebih jauh.

Plt. Sekda SBD Bernardus Bulu, SH mengatakan karantina bagi Orang dari Area beresiko (OAR) dan ODP harus 1-2 hari dan mendapat pengawasan yang maksimal dari petugas. Harus dipersiapkan alat sarana dan prasarana bagi OAR dan ODP yang dikarantina seperti tempat tidur, kasur dan bantal.

“Pasien ODP harus merujuk sesuai Protap. Kalau sudah dikarantina cukup 2 hari, setelah kembali ODP dapat menghimbau keluarganya untuk dilanjutkan karantina mandiri dirumah” ungkapnya.

Lebih lanjut Plt. Sekda Bernardus Bulu, S.H mengatakan ODP warga SBD harus dikarantina. Jika ada ODP dari luar wilayah akan dihubungi gugus tugas wilayah tersebut agar menjemput warganya atau diantar oleh petugas Satgas.

Baca Juga :   Ndara Tanggu Kaha Resmikan Hari Kebersihan SBD
Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete (depan kanan) dan Wabup Marthen Christian Taka, S.IP (kiri depan) saat meninjau Posko Satgas Covid 19

“OAR perlu diberi edukasi bersama keluarganya untuk menghindari stigma di masyarakat. Jika dalam perkembangan ada perubahan segera melaporkan ke tim gugus Covid-19 puskesmas secepatnya untuk ditangani” pungkasnya.

Peserta rapat yang lain memberikan masukan-masukan untuk menjadi rujukan bersama guna efektifitas tim satgas covid 19 dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Plt. Direktur RSUD Pratama Redabolo dr. Elsi Luku Lewa mengatakan kita harus menyiapkan ruang isolasi untuk pasien ODP dan OAR. Kita juga menyiapkan alat-alat urgensi, masalahnya bahwa di RSUD Pratama Redabolo belum memiliki aliran listrik dan ketersediaan air.

“Kita juga menyiapkan 2 ruangan dengan kapasitas 14 tempat tidur. Dan juga kami masih kekurangan tenaga kesehatan untuk membantu kami dalam pelayanan ini mencegah penyebaran Codid-19” katanya.

Kasat Intelkam Polres SBD Ipda Frumensius G. Dinong mengatakan kita harus samakan persepsi tentang karantina seperti yang sudah diutarakan oleh Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete. Untuk posko atau Polsek Wewewa Timur agar saling berkoordinasi dengan tingkat kecamatan, sehingga ODP dan OAR bisa ditangani di daerah perbatasan di Km. 6 dan dikawal ke Polsek untuk diberi edukasi.

Frumensius menjelaskan melonjaknya OAR yang perlu ditangani serius. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan,  kita harus terus menerus melakukan sosialisasi tingkat Kecamatan untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat dengan menggunakan berbagai media.

“Setelah kita lakukan karantina selama 2 hari,  setelah itu diantar ke keluarganya,  harus tetap diawasi oleh petugas dan yang tidak kalah pentingnya SOP yang jelas harus ada eksekutornya” tutupnya.

Baca Juga :   BPN Sumba Tengah Mendapat Target 2.200 Sertipikat Tanah Program PTSL Tahun 2022

Pantauan media sebelum rapat tim satgas yang diikuti oleh tim dan unsur TNI/Polri tersebut dilaksanakan, Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP melakukan kunjungan untuk memantau sekaligus memastikan kesiapan tim satgas dalam upaya pencegahan covid 19 di SBD. *****

Liputan: Emil Buga,-