IMUNISASI CAMPAK DAN RUBELLA UNTUK LINDUNGI ANAK-ANAK INDONESIA

Tambolaka-SJ………………. Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella ini, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi. Demi menjaga kesehatan anak-anak Pemerintah dalam hal  ini  Dinas Kesehatan melalui Puskesmas melakukan imunisasi ke sekolah-sekolah guna melakukan imunisasi demi kesehatan anak-anak usia sekolah.

dr. Yacobus Billy Dacosta bersama para siswa dan orang tua usai imunisasi di SDK Weetebula -SBD

Demikian halnya dengan Puskesmas Watu Kawula Kecataman Kota Sumba Barat Daya (SBD) pada Selasa, 08/08/2018 melakukan imunisasi di SDK Waitabula untuk langsung memberikan imunisasi pada seluruh siswa SDK Waitabula. Tampak siswa-siswi, orang tua dan guru-guru menyambut baik program pemerintah ini dengan pro aktif menyiapkan anak-anaknya untuk mengikuti imunisasi tersebut.

Dokter dari Puskesmas Watu Kawula dr. Yacobus Billy Dacosta yang memimpin langsung pelaksanaan imunisasi di SDK Waitabula kepada media mengatakan imunisasi Campak dan Rubella baru 2 tahun terakhir ini digalakkan bukan hanya di Indonesia tetapi diseluruh dunia.

“Karena efek dari penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah banyak komplikasinya, efek dari virus ini jelek sekali bahkan bisa mengganggu perkembangan pertumbuhan anak” ungkapnya disela-sela pelaksanaan imunisasi.

Lebih lanjut dr. Yacobus menuturkan Imunisasi ini rutin dari umur 9 bulan sampai dengan 15 tahun, demi melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini.

“Di Indoensia mulai digalakkan dari tahun 2017 yang lalu, waktu itu masih di Pualu Jawa, sedangkan pada tahun 2018 ini untuk seluruh Indonesia, dan pelaksanaannya sendiri terintegrasi dari pusat sampai ke daerah-daerah, dari pusat (Kemenkes) juga hadir untuk memantau pelaksanaannya” katanya.

Baca Juga :   Kapolres Sumba Barat Serahkan Bantuan Kepada Korban Banjir
dr. Yacobus Billy Dacosta, saat memberikan pencerahaan pada orang tua siswa

Adanya rumor yang berkembang di masyarakat bahwa imunisasi ini mempunyai efek yang menyebabkan anak-anak sakit atau lemah, dr. Cobus membantahnya . Menurutnya efek yang ditimbukan minimal sekali.

“Imunisasi ini aman, Informasi yang beredar di media social melalui facebook itu tidak benar,  orang tua di Indonesia janganlah kuati,  Imunisasi ini sendiri dilakukan serentak dalam 2 bulan ini dimulai dari PAUD, TK, SD dan SMP” ujarnya.

Bagi anak-anak yang belum bersekolah dr. Yacobus juga menghimbau agar pada bulan September nanti dibawa ke pos yandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi ini.

“Seluruh anak Indonesia harus terlayani” tutupnya. (OC$),-