IKATAN JURNALIS SUMBA TIMUR SUMBANGKAN BELASAN KANTONG DARAH UNTUK KORBAN DBD

Wartawan Suara Jarmas saat pengambilan darah untuk korban DBD

Waingapu-SJ…………..Menyongsong Peringatan Hari Pers Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 09 Februari 2019 Ikatan Jurnalis Sumba Timur mengadakan Aksi Donor darah di RSUD Umbu Rara Waingapu kegiatan yan diikuti setidaknya 9 media baik TV, Elektronik dan cetak ini berlangsung lancar. Media – media ini diantaranya MNC Media, TV One, TVRI, Kompas Tv, Victory News, Times Indonesia, Pos Kupang, Sumba Post dan Suara Jarmas. Dalam Aksi Donor Darah ini juga diikuti oleh Bupati Sumba Timur, Anggota Polres Sumba Timur dan Beberapa Relawan yang bersedia mendonorkan darahnya.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora M,Si kepada Wartawan usai melakukan donor darah dalam kegiatan Aksi Donor Darah mengatakan sangat mengapresiasi dan terima kasih yang positif kepada para Jurnalis di Sumba Timur yang telah melakukan aksi sosial berupa donor darah untuk memperingati Hari Pers Nasional 2019 disamping kebutuhan darah oleh penderita DBD di Sumba Timur.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora M,Si bersama perwakilan jurnalis Sumba Timur

Dikatakan Gidion, saat ini pihak RSUD Umbu Rara Meha tentu membutuhkan darah yang cukup banyak, apalagi saat ini berkaitan dengan kasus DBD yang saat ini sementara melanda wilayah Kabupaten Sumba Timur yang saat ini sudah mencapai 228 total kasus DBD dengan lima pasien diantaranya meninggal dunia di sepanjang tahun 2019. Sehingga melalui aksi donor darah yang dilakukan oleh para Jurnalis tentu sangat membantu Pemerintah Daerah dan saya menghimbau kepada semua masyarakat Sumba Timur untuk turut melakukan donor darah sebab saat ini sangat dibutuhkan darah banyak.

Sementara ketua panitia pelaksana HPN Sumba Timur Frangky Johanis mengungkapkan, selain donor darah komunitas wartawan Sumba Timur juga menggelar diskusi yang dilaksanakan di studio Radio Max FM.

Baca Juga :   GMKI Tambolaka “UT OMNES UNUM SINT”

“Peringatan Hari Pers Nasional kami isi dengan donor darah, karena komunitas jurnalis sangat prihatin akan kebutuhan darah. Apalagi saat ini kita diperhadapkan dengan kasus DBD di Sumba Timur, tentunya pihak RSUD sangat membutuhkan,” ungkap Frangky. 

Jumlitan Saulus Windi salah satu Wartawan Suara Jarmas yang pertama kali mendonorkan darah menceritakan rasa takutnya tapi akhirnya memberanikan diri untuk membantu sesame.

“Awalnya saya masih takut untuk donor karena baru pertama kali tapi saya coba melawan rasa takut, akhirnya saya bisa donor. Saya senang sekali bisa mendonorkan darah setidaknya sudah membantu pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan darah dan Saya berharap saja, akan banyak yang ingin mendonorkan darahnya untuk membantu pasien karena setetes darah sangat berharga”.(STM),-