WABUP CHRIS TAKA APRESIASI PROGRAM ILP USAID MOMENTUM

Suarajarmas.com – Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, S.IP., memberi apresiasi yang luar biasa pada program Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang saat ini tengah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari upaya transformasi kesehatan di Indonesia.

Kolaborasi antara USAID Momentum dengan Pemda SBD melalui Dinas Kesehatan ini bertekad untuk menjalankan transformasi sistem kesehatan melalui enam pilar  berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023.

6 Pilar Transformasi Kesehatan tersebut meliputi 1). Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer dalam hal ini penyelenggaraan Integrasi Layanan Primer;  2). Transformasi Pelayanan Kesehatan Rujukan dengan meningkatkan akses dan mutu layanan sekunder dan tersier; 3). Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan dengan meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan serta memperkuat ketahanan dan tanggap darurat; 4). Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan dengan pembiayaan kesehatan yang tersedia,cukup dan berkelanjutan,alokasi yang adil serta pemanfaatan yang efektif dan efisien; 5). Transformasi SDM Kesehatan dengan penambahan beasiswa dalam dan luar negeri serta perekrutan ASN; dan  6).Transformasi Teknologi Kesehatan salah satunya adalah pelaksanaan Rekam Medik Elektronik di seluruh Puskesmas dan jejaringnya.

Menurut Chris Taka, untuk SBD Rekam Medik Elektronik telah dilaksanakan di 16 Puskesmas dan 2 Puskesmas pembantu. Transformasi layanan primer diselenggarakan melalui penguatan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi antara lain penguatan upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, dan penguatan manajemen di seluruh layanan primer.

“Terkait dengan program pemerintah pusat melalui yayasan Momentum adalah program bagus yang sasarannya adalah percepatan pelayanan berkualitas dari bidang kesehatan terhadap masyarakat,  tentunya Pemda mendukung penuh penguatan tingkatan pelayanan yang berbasis masyarakat melalui Puskesmas, Pustu, dan Posyandu yang merupakan basis terdepan dalam pelayanan kesehatan” ungkapnya usai mengikuti Launching dan Sosialisasi ILP di di Pustu Bukambero, Desa Kalembu Kaha Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga :   Anggota DPR RI Bersama Badan POM NTT Gelar KIE Obat dan Makanan di SBD

Bukti dukungan Pemda SBD dengan program USAID Momentum dengan melibatkan semua Puskemas, Pustu dan Posyandu yang ada di SBD. Pemda juga berupaya untuk melibatkan Poskesdes dan Polindes  untuk pendukung program layanan primer kesehatan ini.

“Dengan senang hati Pemda siap membantu untuk mendampinginya sepanjang Momentum betul-betul berkolaborasi secara baik  agar sekiranya semua barisan bidang kesehatan dapat memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya penanganan masalah stunting di SBD” tuturnya.

Dirinya juga berharap melalui kolbaorasi ini petugas kesehatan lebih aktif, petugas kesehatan   menunjukkan dan memperhatikan integritas mereka dalam memberikan pelayanan pada masyarakat secara baik dan optimal.

Untuk diketahui sejak awal tahun 2024,  Dinas Kesehatan Kabupaten SBD didukung oleh Tim USAID-Momentum telah dibentuk tim kerja tingkat kabupaten dan tingkat Puskesmas. Terdapat 16 puskesmas, 16 pustu dan 16 posyandu yang menjadi lokus ILP di SBD  pada tahun 2024 ini.

Kegiatan launching dihadiri oleh Buapti Sumba Barat Daya,Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Sekretaris Daerah Sumba Barat Daya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Para Piimpinan OPD, Para Camat se-Kabuapten Sumba Barat Daya,Momentum,Para Kepala Bidang Dinas Kesehatan Bersama staf, Para Kepala Desa Kecamatan Kota Tambolaka,Para Tokoh Masyarakat, Rohaniawan,Para Kepala Puskesmas,Dojkter, Perawat, Bidan  dan tenaga Kesehatan lainnya. *** (Isto Bobo/2024).-