RS KARITAS WEETABULA SELAMATKAN RATUSAN MATA KATARAK DI SBD

Suarajarmas.com – Rayakan HUTnya yang ke- 65, Rumah Sakit Karitas Weetabula didukung oleh Atma Jaya Community Opthalmogy Program & Education (ACOPE) dan Yayasan  Putra Peduli   menggelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis dari tanggal 27 – 31 Oktober 2023 di RS Karitas Weetabula, Kelurahan Weetabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Bakti Sosial (Baksos) ini sebagai bentuk kepedulian RS Karitas dan Atma Jaya pada pasien mata di daratan Sumba khususnya SBD dimana hanya memiliki 1 orang dokter mata yang melayani 4 wilayah kabupaten dari Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan SBD.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Medis Pelayanan Kesehatan RS Karitas, dr. Yohanes Niko S. Pambudi, MM., di ruang pertemuan RS Karitas Weetabula, Senin (30/10/2023).

dr. Yohanes Niko S. Pambudi, MM., Kepala Bidang Medis Pelayanan Kesehatan RS Karitas Weetabula SBD

Kata dr. Niko lebih lanjut,  rencana penyelenggaraan Baksos Operasi Katarak di RS Karitas ini merupakan sebuah kegiatan  yang sudah lama direncanakan oleh dirinya bersama dr. Shinta dari Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya Jakarta.

“Bahkan dari tahun 2019, sebelum pandemic COVID-19 sudah menjadi pembahasan saya dan dokter Shinta untuk menyelenggarakan Bansos mengingat untuk 4 kabupaten di Pulau Sumba hanya memiliki 1 dokter mata yang ada di Kabupaten Sumba Timur” ungkapnya.

Dengan hanya memiliki 1 orang dokter mata dengan luas wilayah pelayanan 4 kabupaten, dapat dipastikan dokter mata tersebut akan kewalahan.  Di daratan Sumba khususnya SBD dimana hanya memiliki 1 orang dokter mata yang bertugas di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu yang melayani 4 wilayah kabupaten. Jumlah pasien mata katarak terus bertambah setiap tahunnya,  saat ini bisa mencapai ribuan orang pasien untuk Sumba.

Baca Juga :   Antusias, 2.019 Warga Masyarakat Ikuti Serbuan Vaksinasi di Kodim 1613/Sumba Barat

Kata dokter Niko dalam upaya memberikan pelayanan bagi pasien mata katarak yang terus bertambah, RS Karitas di usianya ke 65 tahun  yang lahir pada tanggal 19 November 1958  berusaha membantu masyarakat untuk mencegah Katarak dan membantu masyarakat yang sudah terkena Katarak.

Tantangan yang dihadapi RS Karitas di Sumba adalah penyakit  malaria, stunting, gizi buruk yang masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Tetapi tidak menyurutkan misi kemanusiaan RS Karitas untuk terus memberikan pelayanan pada msyarakat.

“Dalam kegiatan Baksos Operasi Katarak yang dimulai pada tanggal 27 Oktober, jumlah pasien mata yang sudah mengikuti operasi katarak sebanyak 129  orang, pasien pterigium (selaput mata) sebanyak 31 orang. total yang mendaftar hingga saat ini  sudah mencapai hampir 200 orang, dan kami menargetkan, jika memungkinkan  akan memberikan pelayanan operasi sebanyak 150 orang” tutur dokter Niko.

Dirinya juga berharap dengan kegiatan kemanusiaan ini RS Karitas terus berkembang dengan pelayanannya dan bersama ACOPE dan Putra Peduli akan terus secara berkesinambungan memberikan pelayanan Operasi Katarak Gratis bagi masyarakat di SBD khususnya dan Pulau Sumba pada umumnya.

“Melalui kesempatan ini ijinkan saya mewakili RS Karitas menyampaikan terima kasih atas dukungan ACOPE dan Putra Peduli sehingga Bansos Operasi  Katarak ini dapat berlangsung dan sudah banyak masyarakat yang terbebas dari Katarak” ujarnya.

Sebelumnya  Ketua Tim Dokter  Operasi Katarak,  Dosen FKIK UNIKA Atma Jaya, dr. Angela Shinta Dewi Amita, SpM., dalam sambutannya mengatakan pihaknya merupakan sekelompok dokter bersama rekan-rekan dari Putra Peduli yang mempunyai keinginan yang sama untuk memberikan pelayanan pada sesama yang membutuhkan pertolongan khususnya bantuan dan pengobatan penyakit mata.

“Kami hanya menjadi perantara dari berkat yang Maha Kuasa untuk bisa bekerja atas seijinNya dan semoga bisa menjadi jawaban harapan dan doa dari pasien disini” tutur dr. Shinta.

Baca Juga :   YHS Bersama Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta Gelar Sosialisasi Program Dignity
dr. Ketua Tim Dokter Operasi Katarak, Dosen FKIK UNIKA Atma Jaya, dr. Angela Shinta Dewi Amita, SpM.,

Kata dokter Shinta lebih lanjut, kehadiran kami tidak bisa terlaksana kalau tidak ada keterbukaan tangan yang bisa menerima kami. Diirnya juga menyampaikan terima kasih karena boleh dijinkan untuk berbagi kasih dengan saudara-saudara sekalian.

“Sebagai perwakilan dari Atma Jaya,  program edukasi ini bisa berlangsung kedepannya secara lebih kontinyu. Karena kesehatan tidak hanya berkaitan dengan obat,  tetapi juga berkaitan dengan pendidikan. Semakin sadar kita merawat tubuh kita itu juga penting untuk kemudian hari” jelasnya.

Dipantau oleh media ini, kegiatan seremonial yang diselenggarakan di tengah-tengah kesibukan pelaksanaan Baksos Operasi Katarak ini,  RS Karitas menyelempangkan kain pada para tim dokter dan juga memberikan sertifikat dari RS Karitas Weetabula.  Ratusan warga masyarakat penderita penyakit mata berbondong-bondong mendaftar untuk mendapatkan pelayanan grtais operasi katarak. *** (Octa/001-23).-