Malaka-SJ………. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu-Malaka peduli pada warga Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kehadiran GMNI Cabang Belu-Malaka bagaikan malaikat penolong bagi warga masyarakat setempat yang belum tersentuh donasi.

Kepada media ini, Jumat (9/4/21) warga asal Desa Maktihan, Alfonsius Seran Nahak mengaku, di Desa Maktihan terdapat lima ratus korban jiwa bencana alam, namun baru sebagian yang tersentuh dan mendapat bantuan pemerintah Malaka atau donasi.
“Ada lima ratus jiwa korban bencana banjir bandang di Desa Maktihan, tetapi baru 100 jiwa yang disentuh” ungkap Alfonsius.
Alfonsius menduga ada pilih kasih saat tim memberikan bantuan sehingga terbukti, sebagian besar masyarakat Desa Maktihan tidak tersentuh.
“Terimakasih GMNI sudah membantu kami” ungkapnya haru.
Ia juga berharap semoga GMNI Cabang Belu-Malaka selalu tumbuh berkembang di kabupaten Malaka untuk melihat situasi sosial di wilayah Kabupaten Malaka.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Belu Henrik Modok meyampaikan, Pemerintah haus spesifik serius memperhatikan betul korban becana alam secara keseluruhan dan merata, sebab masyarakat korban becana membutuhkan sentuhan kasih Pemda maupun donasi.
Organisasi Mahasiswa ini (GMNI) berupaya menjadi donasi kepada warga korban banjir melalui Gerakan Seribu (GESER) yang digelar di kabupaten Belu, degan slogan Orang Miskin Membantu Orang Miskin.
“Masalah ini butuh perhatian serius dari Pemerintah. Masa dari lima ratus jiwa korban baru seratus yang disentuh. Kasi bantuan itu jangan pilih kasih” ujar Henrik.
Dirinya menyampaikan apa yang dilakukan ini adalah baru langkah awal. GMNI akan kembali lagi untuk memberikan bantuan di titik-titik lain bencana alam” pungkas Henri. *** (Viki/007-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
