GMKI GELAR KONSULTASI NASIONAL PEREMPUAN DI SUMBA TIMUR

Waingapu-SJ………. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Gelar Konsultasi Nasional Perempuan dengan thema “Perempuan Bermartabat Inspirasi Masa Depan  dan Komitmen Bersama mendukung terwujudnya Kabupaten Sumba Timur menuju kabupaten layak anak, Kamis (25/11/21).

Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati,  Ketua DPRD Provinsi NTT, Kapolda NTT, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan NTT, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenaga Kerjaan NTT, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan.

Ketua panitia Dra. Merliaty P. Simanjuntak., Msi dalam sambutannya mengatakan kekerasan terhadap perempuan adalah tindakan yang tidak manusiawi, kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini merupakan tanggang jawab kita untuk sama-sama mencarikan jalan keluar, penghapusan kekerasan tehadap perempuan membutuhkan jejaring bersama untuk mengatasi permasalahan ini, apalagi budaya patriarki masih terus berkutat sehingga ruang untuk perempuan seolah-olah di bawah kendali laki-laki.  

“Oleh karena itu tujuan Konsulatasi Nasional  GMKI meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan terhadap perempuan kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang di hadidiri oleh 146 cabang di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 450 orang”  tuturnya.

Sementara itu Bupati Sumba Timur Kristofel A Praing menegaskan bahwa Kabupaten Sumba Timur akan menjadi Kabupaten Layak Anak, sejauh ini pemerintah Kabupaten Sumba Timur beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder lainnya sudah menjalin komunikasi secara masiv,  bersinergitas untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Sinergitas pemerintah baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa.

“Kabupaten Layak Anak sudah menjadi visi dan misi saya dengan pak David Melo Wadu untuk mewjudkan pemerintahan yang baik,  oleh karena itu lewat kesempatan ini saya mengucapkan limpah terimakasih kepada GMKI yang memilih Kabupaten Sumba Timur untuk melakukan kegiatan koordinasi kekerasan terhadap perempuan” ungkapnya.

Baca Juga :   LinkAja Berbagi Tanggap Bencana COVID-19

Kristofel menambahkan kabupaten layak anak menjamin hak-hak sipil hak untuk dilindungi dan hak untuk menganyam Pendidikan formal.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi NTT,  Emi J. Nomleni yang mempunyai harapan besar agar Kabupaten Sumba Timur menjadi Kabupaten Layak Anak serta menjaga harkat dan martabat perempuan, menjaga dan melindungi dari ancaman kekerasan.

Dalam sambutannya Ketua umum GMKI,  Jefri Gultom mengutip kalimat Bung Karno “laki-laki dan perempuan bagaikan sepasang sayap burung merpati,  jika salah satu dari sayap itu patah maka burung itu tidak bisa terbang sama sekali”.  

Jefri juga mengatakan GMKI berkomitmen untuk menyuarakan dan konsisten terhadap isu-isu kekerasan perempuan dan anak.  Pada tahun 2020 di Indonesia kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 299,000 kasus, kasus kekerasan terhadap istri, kekerasan terhadap pacar, melakukan aborsi dan terjangkit penyakit HIV-AIDS.

Di sisi lain keluarga besar GMKI mengapresiasi pemerintah terlebih kususnya ibu Menteri PPPA yang sudah sukses mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2016 (70,96), 2017 (71,42) 2018 (71,95) 2019 (72,44) 2020 (72,45) pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia tiap tahun mencapai 0,01%.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebelum  membuka kegiatan Rakornas GMKI,  meminta semua pihak termasuk media untuk  menjadi mitra pemerintah berpihak kepada perempuan yang menjadi penyintas kekerasan.

“Saya mengajak semua pihak dan pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat hingga desa kemudian aparat penegak hukum, sumber daya layanan, akademisi dan professional, dunia usaha, masyarakat dan tidak kalah penting adalah rekan-rekan media massa untuk ikut serta dalam perjuangan ini” kata ibu Menteri.

 I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sambutannya Hari Anti Kekerasan Perempuan yang diperingati setiap tanggal 25 November, dengan akar permasalahan kekerasan terhadap perempuan adalah pola pikir masyarakat yang belum menjunjung tinggi kesetaraan sesuai amanat konstitusi UUD 1945 tentang hak asasi manusia.

Baca Juga :   Pertama di NTT, Kabupaten Sumba Tengah Tetapkan APBD Tahun 2021

Pantauan media ini kegiatan Konsultasi Nasional Perempuan ini berjalan 25-28 November gedung Umbu Hapu Bai, Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. *** (Deni/007-21),-