Gedung Cinta Tertabur dan Bertumbuh

Hari itu sunyi menggelegar dengan suara nyaring memanggil sanak saudara saudari untuk berkumpul, berbincang dan mencetuskan sebuah ide briliant bahkan memastikan adanya kepuasan untuk sesegera mungkin bergerak serta bergeser pada ladang yang telah siap ditaburi benih cinta. Desah desuh pikiran dilontarkan hingga sebuah keputusan ditegaskan sebagai bukti siap menjadi penabur. Penabur benih cinta demi tergambar keluarga tani berjiwa tulus yang tak pernah kenal lelah bersuara dan berjuang menancapkan jejak pada langkah pasti agar menjadi penuntun bagi mereka yang siap memupuki dan menyirami ladang dengan persatuan dan kesatuan. Sungguh, suatu suasana yang mencengangkan semua orang. Peristiwa 1 Juni 1994 mendobrak semangat membentuk komitmen “menabur cinta agar bertumbuh“.

Patok kayu dan tali mulai ditebar menjadi pengarah bagi penabur agar menabur benih cinta dengan baik hingga dapat bertumbuh dengan baik, sangat indah bahkan subur. Tak ada kata tunggu, hanya ada kata tangguh! Demikian slogan berisi guyor  yang ditampilkan saat tangan, kaki bahkan seluruh anggota tubuh ikut menari dan menyanyi demi membagi sukacita ketika benih cinta ditabur pada ladang siap pakai. Ahhhhhh…. Pemandangan unik dan menarik terlukis di sana ! Ingin rasanya memeluk raga penabur yang sangat kreatif membangun semangat teruntuk mereka yang ingin melihat benih cinta itu bertumbuh dengan baik dan subur tanpa menyaksikan berbagai hama dan virus menghampiri bermaksud merusak benih cinta yang tertabur agar tidak lagi bertumbuh dan memberi buah. Namun, semangat dan memelihara benih cinta memberi kesadaran bahwa tak mudah untuk melumpuhkan perjuangan dan pengorbanan penabur ! Tekad yang sangat nekat menuntut agar benih cinta harus terus ditabur dan bertumbuh!

Keyakinan memberi peluang untuk mereka kembali berkumpul, duduk bersama dan membahas strategi-strategi berikutnya agar hama dan virus tidak merasa nyaman untuk menetap. Singkatnya, strategi mengusir secara halus!

Baca Juga :   BANGUN BANGSA DENGAN KETULUSAN CINTA

Tepat di tanggal 27 November 1994 benih cinta itu mulai menunjukkan kemampuannya memunculkan tunas sebagai tunas baru yang bertumbuh dengan sangat hijau dan sehat. Hari berganti hari, benih cinta itu semakin menguatkan akar-akarnya agar tetap tegak berdiri hingga menghasilkan buah-buah yang akan siap dituai.

Terlihat sangat mudah tetapi ternyata tidak mudah seperti mendengar dan membagi petuah. Ada harga yang harus dibayar tuntas, hingga banyak ragu menghilang. Suara-suara protes terdengar dengan sangat jelas tetapi penabur tetap menanti proses bertumbuh dengan baik hingga waktu menuai tiba.

Setahun berlalu, waktu menuai telah tiba. Tepat, 03 Mei 2013 semua orang bersorak sorai melantunkan sukacita sambil menuai  buah-buah terbaik dari benih cinta agar dinikmati dengan penuh cinta. Kini tak ada lagi ragu melawan hama dan virus. Sebab telah terbukti benih cinta tertabur dan bertumbuh melalui perkembangannya yang pesat. Tugas selanjutnya terus memastikan pupuk dan benih cinta itu adalah yang terbaik …. SEMANGAT untuk terus bertumbuh*** (Karya: Dina Rici Sumiyati).-