GAMKI SUMBA BARAT SECARA TEGAS MENOLAK ORMAS YANG BERAFILIASI DENGAN KELOMPOK RADIKAL

by -266 views

Waikabubak-SJ……. Berlangsung pada tanggal 15 juli 2021, ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) kabupaten  sumba Barat Rudolf Godlief Dimu, SE didampingi Ketua GMKI Cabang Tambolaka Ishak Charles, ST., menyampaikan surat pernyataan sikap secara langsung kepada Bupati Sumba Barat Johanes Dade, SH dan Kapolres Sumba Barat yang wakili Wakapolres Sumba Barat Kompol Yulius Ola.

Ketua DPC GAMKI Sumba Barat, Rudolf Godlief Dimu, SE

Selain dalam surat pernyataan, Ketua GAMKI menyampaikan secara langsung, bahwa GAMKI Kabupaten Sumba barat dan GMKI mendukung Pemerintah dan Polri dalam segala upaya penegakan hukum dan akan menjadi garda terdepan jika ada hal-hal yang mengganggu dan ingin mecoreng nilai-nilai kebinekaan terutama dalam kerukunan umat beragama di Pulau Sumba ini.

Berikut adalah bunyi pernyataan sikap dari DPC GAMKI kabupaten Sumba Barat: Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) sebagai organisasi kepemudaan yang bersifat independen,  telah eksis selama lebih dari setengah abad bersama elemen lainnya dalam memberikan kontribusi bagi perjalanan bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia khususnya kabupaten Sumba Barat.

Menghadapi kondisi yang berkembang saat ini khususnya isu terkait aktivitas individu kelompok yang mengatas namakan pejuang subuh Sumba yang tersebar melalui media sosial (medsos) maka melalui ini DPC GAMKI Sumba barat menyatakan sikap sebagai berikut: Pertama, Bahwa NKRI, Pancasila Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 adalah harga mati sebagai pilar kebangsaan. Kedua,  Sikap toleransi dan saling menghargai dalam keberagaman sebagai wujud ke bhinekaan di Indonesia adalah wajib bagi setiap individu kelompok. Ketiga, DPC GAMKI Sumba barat adalah garda independen dalam upaya menjaga dan memelihara empat pilar kebangsaan.

Keempat, Aktivitas individu kelompok yang tidak berbadan hukum serta diakui negara yang dipandang mengganggu toleransi serta membuka keresahan bagi warga masyarakat untuk itu meminta kepada pihak pemerintah, TNI Polri, tokoh agama, serta FKUB harus dihentikan apabila bertentangan dengan empat pilar kebangsaan. Kelima, Mendukung TNI Polri untuk mengusut tuntas seluruh aktivitas individu kelompok yang berafiliasi dengan organisasi terlarang di Indonesia sebagai ancaman bersama terhadap keberlangsungan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan empat (4) pilar kebangsaan. Keenam, Kepada seluruh warga Sumba Barat agar tetap menjaga kondisi yang aman dan kondusif serta tidak terprovokasi dalam menyikapi aktivitas organisasi yang bertentangan dengan empat pilar kebangsaan dan mempercayakan kehadiran negara dalam penegakan hukum. Ketujuh, Menyerukan kepada sinode Gereja Kristen Sumba dan gereja-gereja di pulau Sumba dan jemaat agar mewaspadai seluruh aktivitas dan kegiatan-kegiatan yang independen dan radikal di wilayah masing-masing.

Demikian surat pernyataan sikap ini disampaikan agar menjadi perhatian demi kemajuan pelayanan organisasi kabupaten Sumba barat. Cinta Tuhan,  Cinta Nusa dan Bangsa.  Tuhan memberkati kita,  ora et labora.-

Ketua GAMKI Sumba Barat menutup dengan mengajak semua umat beragama untuk selalu menjaga toleransi sehingga suasana kekeluargaan yang sudah terjalin tetap terjaga dengan baik.

“Jauhkan dari ajaran-ajaran radikalisme dalam beragama dan sikap intoleran krn Sumba merupakan sorga bagi kita semua. Kalau kita mencintai Tuhan maka wajib kita mencintai NKRI” ungkap  Rudolf Godlief Dimu menutup pernyataannya. *** (Red/001-21),-