Forum Komunikasi Pariwisata SBD Dibentuk

by -61 views

Tambolaka-SJ,-  Forum Komunikasi Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)  dibentuk pada Selasa, 8 Agustus 2017 di aula Dinas Pariwisata SBD disaksikan Kadis Pariwisata Christofel Horo, SE, Panitia Penyelenggara dan seleuruh peserta yang mengikuti kegiatan Fasilitasi Pembentukan Forum Komunikasi.

Pengurus Inti Forum Pariwisata Kab. Sumba Barat Daya
Pengurus Inti Forum Pariwisata Kab. Sumba Barat Daya

Kegiatan yang sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati  Drs. Ndara Tanggu Kaha berlangsung cukup serius terlihat dalam diskusi untuk mendapatkan masukan dan saran-saran begi pengembangan  pariwisata di SBD. 

Wakil Bupati Ndara Tanggu Kaha mengapresiasi kegiatan dinas pariwisata ini, karena banyaknya pihak-pihak yang berkompeten yang hadir dan diharapkan akan mendapat masukan-masukan positif untuk pengembangan pariwisata di SBD.
“ sekarang ini di SBD, pantai yang kurang lebih panjangnya 100 km sudah dibeli orang/investor,  disitu intinya ini tinggal selangkah lagi kita akan secara bersama-sama membangun pariwisata di SBD” ujarnya.
Lebih lanjut Ndara Tanggu menegaskan walaupun asset-asset itu sudah merupakan milik orang diluar SBD, tetapi diharapkan agar pembangunan wisata-wisata itu segera dimulai, apalagi sudah ada dukungan dari Presiden RI Joko Widodo untuk membangun pariwisata di SBD, listrik juga sudah mulai masuk ke desa-desa sehingga diharapkan fasilitas-fasilitas ini dapat mendukung pembangunan pariwisata di SBD.
Kegaiatan ini juga  dihadiri oleh  Koramil 02 Laura, Polsek Laura, Museum Budaya Sumba, Yayasan Sumba Foundatio, para pemilik Hotel/Losmen/wisma/homestay se- SBD, Tour and Travel se-SBD, Sumba Hotel School, SMK Bhakti Luhur, SMK Pancasila, perwakilan Tokoh Masyarakat,  Tokoh Pemuda dan Insan Pers Se-SBD.
Ketua Panitia Penyelenggara Matri Mitra Sari Cony Bili, SS kepada media  mengatakan  dalam upaya mengembangkan kepariwisataan yang berkelanjutan, ada beberapa atribut yang harus dipenuhi diantaranya: pengembangan fasilitas pariwisata, pengembangan prasarana umum pariwisata, pengembangan aksebilitas ke destinasi pariwisata, pengembangan daya tarik wisata, pengembangan investasi pariwisata, pengembangan indsutri pariwisata, pembeerdayaan masyarakat, pencitraan dan promosi pariwisata, serta harmonisasi kebijakan dan regulasi.
Kesembilan atribut tersebut ditujukan untuk mencapai ditujukan untuk mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan yang berbasis ekonomi, social budaya dan lingkungan.

Ketua Panitia Forum Pariwisata Kab. SBD
Ketua Panitia Panitia Forum Pariwisata Kab. SBD

“untuk mewujudkan itu, tentunya diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai stakeholder, sehingga dalam kegiatan ini semua komponen tersebut kami undang” ungkapnya.

Lebih lanjut Matri mengatakan potensi pariwisata di SBD sangat luas dan beragam dan pemerintah membutuhkan dukungan dari para mitra untuk mengelolanya mengingat terbatasnya sumber daya yang ada.
Setelah melalui suatu musyawarah maka terbentuklah  Forum Komunikasi Pengembangan Pariwisata Kupaten Sumba Barat Daya dengan susunan pengurus ketua  Redempta Tete Bato, Wakil Ketua Anton Seingu Lero, Sekretaris  Fransiska Lali, Bendahara FR. Titik Palupi, koordinator Bidang Promosi dan Publikasi Petrus Piter, Koordinator Bidang SDM & SDA Museum Budaya Sumba, Koordinator Bidang Penyelenggaraan Even Wisata Lauren Bruggemans & Duarte Sandro N. Dandara koordinator Bidang Lintas Jasa Pariwisata Mariana Susana Mei dan coordinator Bidang Keamanan dan Perlindungan Pariwisata Bapak Kapten Inf. Mulyono.
Redempta Tete Bato kepada media mengatakan nama-nama  anggota akan menyusul setelah rapat pengurus perdana di Yayasan Harapan Sumba (YHS)  Kamis,  10 Agustus 2017  nanti.
“Tanggal 10 Agustus nanti kami akan adakan rapat perdana untuk melengkapi kepnegurusan ini dan menyusun program kerja selanjutnya” ungkapnya.  (OC$),-