DRUMBAND LOKAL DARI BARANG BEKAS MERIAHKAN KARNAVAL DI TAMBOLAKA

Sisiwi SMK Pancasila yang tampil dengan hiasan mamoli dalam karnaval di Tambolaka

Tambolaka-SJ …………. Semarak pawai karnaval kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)  dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 membawa cerita tersendiri yang akan menjadi kenangan manis dikemudian hari. Semua peserta karnaval tampil dengan kreasinya masing-masing untuk memperindah mungkin tampilannya saat berkarnaval ria.

Sejumlah siswa/siswi SMAN 1 Kota Tambolaka menampilkan marching band lokal dari barang-barang bekas berupa jerigen dan kaleng bekas pada acara karnaval di Tambolaka SBD Kamis, 15 Agustus 2019 kemarin. Ide menampilkan marching band dengan bahan lokal ini merupakan kreatifitas siswa/siswi tersebut yang patut mendapat acungan jempol. Wakil Bupati Ndara Tanggu dan pejabat-pejabat Pemda SBD serta masyarakat memberi apresiasi yang luar biasa atas penampilan mereka.

Siswa/siswi SMAN 1 Tambolaka yang tampil dengan marching band dari barang-barang bekas jerigen dan kaleng bekas

Jeni siswi SMAN 1 Tambolaka mengatakan ini merupakan penampilan yang sangat unik dan disaksikan oleh masyarakat yang berjejer di sepanjang pinggir jalan raya.

“Ini merupakan kebagian tersendiri buat kami para siswa/siswi untuk turut meramaikan karnaval ini dan sebagai penghormatan pada jasa para pahlawan khususnya Bung Karno dan Bung Hatta yang sudah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang lalu” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan sebagai siswi sangat mendukung kegiatan karnaval, karena ini sebagai wujud nyata bagi kita untuk menyambut HUT RI ke 74.

“Harapan saya untuk karnaval tahun depan lebih meriah dan lebih diawasi para peserta karnaval oleh keamanan baik dari Satpol PP, Kepolisian dan TNI sehingga peserta karnaval tidak tenganggu dari pengguna jalan raya yang lainnya,” katanya.

Baca Juga :   INSAN PERS NGOPI BARENG KAPORLES SB

Kelurahan Langga Lero juga tampil unik dalam karnaval kali ini, Agustina Virgo N. Pare, ST  lurah Langga Lero yang baru 1 bulan bertugas terlibat langsung dalam kegiatan karnaval dengan tampil sebagai manusia kupu-kupu yang juga dengan menggunakan barang bekas kardus.

Lurah Langga Lero yang tampil menawan dengan hiasan gardus dan kain Sumba

Ide cemerlang ini muncul sesuai programnya yang ingin membebaskan Langga Lero dari sampah ini, menunjukan pada masyarakatnya barang-barang bekas bisa digunakan untuk hal-hal yang positif tanpa harus menumpuknya menjadi sampah yang mengganggu kenyamanan dan kesehasatan masyarakat.

Kepada media Agustina mengatakan dirinya terlibat langsung memeriahkan karnaval ini sebagai penghormatan pada para pahlawan yang sudah memerdekakan Indonesia dari penjajajahan selama 3,5 abad dan 3,5 tahun oleh kolonial Belanda dan Jepang.

“Senjata yang dipakai oleh para pahlawan kita adalah bambu runcing, maka dalam karnaval ini kami juga menggunakan barang-barang bekas yang dihias dengan kain Sumba untuk menghormati jasa para pahlawan kita dalam karnaval kali ini” tuturnya pada media.

Ibu lurah ini juga berharap melalui semangat kebersamaan pemerintah kelurahan bersama masyarakat Langga Lero akan terus ditindak lanjuti dengan membangun mengingat kelurahan Langga Lero adalah pintu masuk dan barometer perkembangan SBD. (SJ-Isto),-