Waingapu-SJ………….. Sebagai bentuk pertanggungjawaban bersama dalam meretas dan memuluskan langkah taktis dan politis wacana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Sumba, maka Tim Inisiator perlu bertemu Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat untuk menginformasikan secara langsung dalam menyatukan langkah membahas aspirasi rakyat.

Demikian diungkapkan oleh Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, SH, MSi yang ditemui Ketua Tim Inisiator Pemekaran Provinsi Sumba, Wilayah Sumba Barat Daya Kamis, (7/10/21) di ruang kerjanya.
Menurut Sekda Domu, Gubernur NTT sebagai pemimpin di wilayah NTT, wacana tersebut perlu dikomunikasikan agar menjadi pengetahuan bersama dan menjadi target bersama untuk difinalisasikan dalam perjuangan terakomodirnya DOB Provinsi Sumba bisa berjalan normal.
Sekda Domu juga mengharapkan agar para Bupati di empat kabupaten bisa duduk bersama untuk bersepakat dan menemui Gubernur NTT untuk menyuarakan secara bersama dalam tekad bersama.
Terkait syarat formil yang belum terpenuhi, perlu dijajaki secara bersama dengan Kabupaten Sabu Raijua, tetapi dalam perjalanan tidak ditemukan kata sepakat, maka Sumba tetap berproses dengan tetap memperjuangkan pengusulan DOB Kabupaten Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Selatan, Kabupaten Sumba TimurJaya dan Kotif Waingapu yang sudah diusul ke Pemerintah Pusat sejak tahun 2008, jelasnya.
“Mari kita berjuang bersama supaya Provinsi Sumba sendiri bisa terealisasi DOB Provinsi baru di NTT. Saat itu kelengkapan yang masih kurang terkait peta Desa dan Kecamatan sudah dipenuhi, sehingga pada saat status moratorium dibuka kembali, Sumba Timur lanjut berproses” jelasnya.
Harapan Sekda Domu untuk mendapat legitimasi dari DPRD sebagai perwakilan rakyat terkait perjuangan Tim Inisiator dalam wacana pemekaran Provinsi Sumba akan dibicarakan dan dikomunikasikan dengan Bupati dan Wakil Bupati setelah kembali dari tugas kedinasan dari luar daerah.
“Apapun bentuk perjuangan yang sudah dirintis ini tentunya butuh waktu dan kesabaran dan saat berhasil nanti sudah menjadi kebanggaan kita semua rakyat di Pulau Sumba” pungkasnya.*** (Red/001-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
