DIHARI ULTAHNYA LURAH LANGGA LERO TURUN KE JALAN BERSIHKAN SAMPAH

Tambolaka-SJ……………… Lurah Langga Lero Agustina Virgo N. Pare, ST  yang baru bertugas kurang lebih 3 bulan ini membuat suatu gebrakan dengan turun langsung ke lapangan bersama warga masyarakat untuk membersihkan  sampah di pusat kota Waitabula Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Seperti yang dijumpai oleh awak media pada Selasa, 27/08/19 Lurah Agustina yang sedang berulang tahun saat itu, bersama beberapa warga dan staf kelurahan tampak sedang membersihkan sampah di pinggir jalan dan got-got untuk mengumpulkannya dan siap diangkut ke pembuangan sampah.

Tampak Lurah Langga Lero Agustina Virgo N. Pare (kanan) saat ikut membersihkan sampah di jalan Paris Waitabula

Kegiatan rutinitas seminggu dua kali ini merupakan ide untuk mewujudkan kelurahan Langga Lero yang bebas dari sampah ini didasari bahwa letak kelurahan Langga Lero sebagai sentra perkonomian dan perkantoran kabupaten SBD. Hal inilah yang menjadi motivasi tersendiri bagi ibu lurah ini tidak henti-hentinya melakukan kebersihan lingkungan dengan dukungan semangat warga Langga Lero.

Kepada awak media disela-sela kegiatannya membersihkan wilayahnya Lurah Agustina Virgo N. Pare mengatakan memang kebersihan lingkkungan merupakan salah satu program prioritasnya sejak menjadi lurah di Langga Lero sejak 3 bulan lalu.

“Meskipun masalah kebersihan adalah pekerjaan yang cukup berat tetapi saya sebagai Pemerintah/lurah  disini saya mencoba melakukan pendekatan yang sistimatis dan persuasif untuk mewujudkan daerah yang bersih. Ini memang menjadi tantangan yang besar buat saya dengan segala keterbatasan yang ada di kelurahan” ungkapnya.

Dirinya mempunyai keyakinan ketika daerahnya bersih maka manusianya akan mempunyai pikiran yang sehat dan bersih sehingga dapat memunculkan ide-ide cemerlang dan daya imajinasi yang baik berbuat hal-hal yang positif. Misalnya lingkungan kecil seperti gang Ele Kua yang dulunya sangat semrawut dan kotor, setelah diirnya bersama warga melakukan pembersihan lingkungan kini berubah menjadi gang yang bersih dan indah, karena akhirnya pemuda-pemuda yang berada di wilayah itu secara kreatif memperindah gang tersebut dengan melukis tembok di gang tersebut.

Baca Juga :   GASS TUNTUT KEADILAN PENAMBANGAN PASIR

“Di gang ini ada banyak macam ragam warga yang tinggal disini ada yang dari Jawa, Bima, Lombok, Sumba Tengah, Mamboro, dan lain-lain. Secara perlahan-lahan saya mencoba melakukan perubahan, tadinya disini banyak sampah, tetapi setelah bersih dengan dukungan kreatif anak-anak muda, kita sudah memperindah gang ini selain bersih” tuturnya.

Dirinya juga mengakui program bersih lingkungan ini bisa berhasil karena adanya respon dan dukungan masyarakat. Tanpa anggaran yang dikeluarkan oleh kelurahan, murni merupakan swadaya dari masyarakat. Ketika Pemerintah kelurahan turun untuk melakukan bersih-bersih pemuda-pemuda yang ada di Langga Lero sangat mendukungnya.

Gang Ele Kua yang dulunya kotor dipenuhi sampah kini menjadi bersih dan indah setelah ditata dan dilukis oleh pemuda Langga Lero

Dilain pihak dirinyapun memaklumi bagi warga-warga yang karena kesibukan kerja tidak terlibat langsung dalam kerja bakti bersih lingkungan. Pihaknya tidak melakukan pemaksaan tetapi memberi mereka ruang  diwaktu-waktu senggang, misalnya sore hari untuk mengumpulkan sampah-sampah untuk siap diangkut oleh petugas.

Ibu lurah inipun tidak sungkan karena di Kelurahan Langga Lero ini ada banyak pejabat-pejabat, pengusaha dan petinggi-petinggi yang berdomisili disini. Malahan  ini yang merupakan motivasi bagi pihaknya melakukan kegiatan ini dengan harapan mereka bisa membantu dan menopang kelurahan Langga Lero menjadi kelurahan yang bebas dari sampah.

Namun disela-sela semangat kelurahan Langga Lero yang ingin bebas dari sampah masih juga adanya kendala-kendala yang dihadapi, tidak adanya kendaraan atau mobil sampah yang bisa mengangkut sampah-sampah yang sudah ditumpuk oleh warga. Maka bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup yang memiliki mobil sampah sangat diharapkan.

“Beban kami adalah masalah kendaraan sampah, kalau Pemerintah pusat atau Pemerintah kabupaten melihat masalah sampah adalah masalah yang urgen, dana untuk kerbersihan agar dikasih besar lagi. Coba kalau kami bisa mendapatkan motor sampah, disetiap lingkungan dan RT sampahnya bisa stand by untuk langsung diangkut, sehingga tidak tercecer. Saya juga kadang merasa berdosa meminta warga menumpukkan sampahnya tetapi tidak langsung diangkut karena ada anjing, kucing yang hamburkan lagi dijalan” ujarnya pasrah.

Baca Juga :   GAMKI Sumba Tengah Minta Pembangunan Incinerator B3 di Desa Cendana Dihentikan

Sebuah program yang baik pastilah butuh pengorbanan untuk mewujudkannya. Demikian halnya dengan Lurah Langga Lero yang cantik ini harus merelakan tempat tinggalnya sebagai tempat pembuangan sampah semantara, mengingat di SBD belum ada tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten.

“Masalah tempat pembuangan sampahpun masih menjadi masalah tersendiri, berhubung rumah saya masih di hutan, untuk sementara sampahnya dititip di tempat saya” tuturnya lebih jauh.

Program Langga Lero yang bebas dari sampah lebih khususnya sampah plastik ini akan menjadi program yang terus menerus dilakukan. Oleh karena itu ibu Lurah ini berharap adanya dukungan dari dinas-dinas terakit untuk ikut mensosialisasikan. Sehingga dibutuhkan payung hukum sebagai dasar apabila  kelurahan memberlakukan sanksi bagi warga masyarakat yang tidak mematuhinya. Dan khusus untuk sampah-sampah plastik juga membutuhkan orang-orang yang mempunyai ketrampilan agar sampah plastik bisa di daur ulang.

“Jika ada payung hukumnya akan lebih baik dan kuat bagi kami untuk mewujudkan Langga Lero yang bebas sampah, dan kepada warga masyarakat Langga Lero mari kita menjadi contoh karena kebersihan adalah milik kita bersama. Ketika lingkungan bersih maka akan keluar ide-ide cemerlang disana” ujarnya menutup perbincangan dengan awak media. (OC$),-   

Leave a Reply

Your email address will not be published.