AKSI PEDULI LINGKUNGAN & PERUBAHAN IKLIM DI DESA TEBARA SUMBA BARAT

Suarajarmas.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran siswa SMK Pariwisata tentang masalah sampah plastik, membangun keterampilan sosial dan kerja sama, mendorong partisipasi aktif siswa SMK Pariwisata dalam pengelolaan sampah plastik, menjaga kebersihan dan keindahan desa wisata, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, DESMA Center menggelar Kampanye Kesadaran Aksi Peduli Lingkungan Hidup & Perubahan Iklim Bagi Siswa SMK Pariwisata di Desa Wisata Sumba.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (16/9/2023) di Desa Tebara Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur dengan tagline Clean Today, Sustain Tomorrow yang diikuti oleh peserta dari SMK Pariwisata dampingan DESMA Center di Sumba yaitu SMKS Pancasila Tambolaka, SMKS Bakti Luhur Tambolaka, SMKN 2 Kota Tambolaka, SMKS Efata Omba Rade dan SMKN 1 Waikabubak. Terlibat pula dalam kegiatan ini dari SMAN 1 Waikabubak, SMAS Kristen Waikabubak, SMAS Kristen Wee Karou, dan SMAS Sint Peter Waikabubak. Jumlah peserta yang hadir adalah 215 orang yang terdiri dari 141 pelajar tingkat menengah atas, 25 orang guru, dan 49 orang relawan. Para peserta didorong untuk melakukan tindakan nyata dalam upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Maksud kegiatan ini bagi siswa SMK Pariwisata, masyarakat desa wisata dan pihak terkait lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran, memberikan pendidikan, dan mendorong aksi nyata dalam pengelolaan sampah plastik. Dengan melibatkan siswa diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang mempromosikan penggunaan plastik yang bertanggung jawab dan membantu menjaga kebersihan serta keindahan desa wisata.

Selain itu, kegiatan kampanye ini bermaksud untuk membangkitkan kesadaran dan menginspirasi para siswa tentang pentingnya perlindungan lingkungan hidup dan menghadapi perubahan iklim. Melalui kegiatan kampanye ini, diharapkan mereka dapat memahami dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia terhadap lingkungan dan belajar bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk memperbaiki keadaan. Kampanye ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang sadar lingkungan dan berkomitmen dalam upaya perlindungan lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga :   RSUD WAIKABUBAK MENGGANTI BIAYA OBAT BAGI PASIEN JKN/KIS YANG MEMBELI DI APOTIK LUAR RSUD

Peserta kegiatan dibagi dalam 3 group sesuai dengan titik lokasi pembersihan dan pemungutan sampah yang telah ditunjuk oleh panitia dan kordinator dari desa. Titik pertama adalah pembersihan sampah plastik dari kantor desa Tebara menuju Kampung Prai Ijing, titik kedua mulai dari kantor Dinas Kependudukan & Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumba Barat menuju Kampung Prai Ijing, dan titik ketiga dimulai dari simpang loket dan parkir Kampung Prai Ijing menuju Kampung Prai Rame.

Dari kegiatan ini, total sampah yang terkumpul adalah 175,33 kg yang terdiri dari sampah botol plastic sejumlah 46,1 kg, sampah plastic lainnya sejumlah 99, 385 kg, sampah kaleng sejumlah 20,48 kg, dan sampah residu, sejumlah 9,365 kg.

Usai kegiatan aksi bersih sampah, DESMA Center melakukan sesi edukasi tentang sampah dari Sekretaris DLH Kabupaten Sumba Barat, Muhamad B. Umbu Nay. Umbu Nay menekankan  point penting tingkat krisis kepedulian terhadap sampah. Lingkungan di mana saja termasuk destinasi wisata menjadi tidak indah lagi karena kita tidak belajar untuk peduli pada sampah.

“Oleh karena itu, kegiatan ini menggerakkan kita untuk peduli pada lingkungan di sekitar kita, membuang sampah pada tempatnya, dan meminimalisir sampah plastic mulai dari diri kita sendiri” katanya.

Edukasi berikutnya disampiakan oleh Karmini Bulu, seorang difabel pengrajin daur ulang sampah plastik (tas belanja) yang hasil kreativitasnya terjual sampai ke luar negeri. Armin memberikan testimoni bagaimana dirinya berbuat sesuatu yang baik melampaui keterbatasannya dengan mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna seperti tas, keranjang belanja, dan beberapa perabot rumah tangga.

Untuk diketahui DESMA Center merupakan sebuah lembaga yang memberikan layanan konsultansi pariwisata dan implementasi intervensi pada semua level destinasi wisata dengan pendekatan keberlanjutan. DESMA Center membantu mitra dan klien menyusun perencanaan, pengelolaan, pengembangan, dan pemasaran destinasi wisata dengan pendekatan strategis pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga :   Aliansi Pemuda Mamboro Unjuk Rasa di Kantor Bupati Sumba Tengah

Sejak didirikan pada 2010, DESMA Center terus mendorong serta melibatkan pemerintah, sektor swasta, masyarakat, asosiasi dan pemangku kepentingan lain dalam memfasilitasi pengembangan destinasi pariwisata dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan yang berkelanjutan.

Desa Tebara merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Sumba Barat yang ramai dikunjungi baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dengan keunggulan wisata budayanya, yaitu Kampung Adat Tradisional Prai Ijing. Peninggalan budaya Megalitikum (batu kubur besar dan sarkofagus) dan rumah adat Menara khas Sumba menjadi daya tarik wisata di kampung ini.  Selain wisata budaya, Desa Wisata Tebara juga memiliki daya tarik wisata lainnya, yaitu wisata alam, seperti Danau alami Weeboro, Bukit Pangadu, Bukit Wee Padenan, dan Bukit Ngadu Bonnu yang memiliki pemandangan menarik ke arah Samudera Hindia di Selatan.

Pada tanggal 13 Agustus 2023, Desa Tebara menerima kunjungan dari Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno. Kunjungan ini sekaligus mengumumkan bahwa Desa Tebara masuk dalam 75 Desa Wisata terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023.

Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba. *** (Red/001-23).-