Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Anggota DPRD SBD Dipolisikan

by -3,870 views

Tambolaka-SJ…… Anggota DPRD asal Dapil 3 Wewewa Barat-Wewewa Selatan, Ananias Bulu dilaporkan di Polres Sumba Barat Daya (SBD) dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ancaman keselamatan Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo.

Ditemani oleh kader PDIP Agustinus Golu Wola Rudolf Radu Holo membuat laporan secara resmi di Polres SBD pada  Senin (20/4/20) pukul 11.45 Wita dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik lewat grup What App (WA) dan pengancaman keselamatan jiwa  ketua DPRD.

Ketua DPRD Rudol Radu Holo (kiri) menjelaskan kronologis permasalahan pada Kepala SPKT, Iptu Si Ketut Siarta (kanan) di Polres SBD

Rudolf  membawa bukti rekaman percakapan via telepon antara dirinya dan Ananias Bulu  serta dua orang saksi staf DPRD kabupaten SBD. Rekaman percakapan yang disertai dengan ancaman pada Sabtu (11/4/20) yang lalu merupakan rekaman dari HP Ananias Bulu yang dikirim ke grup WA DPRD SBD.

 Laporan Ketua DPRD bersama Kader PDIP Agustinus Golu Wola diterima oleh Kepala SPKT Polres SBD, Iptu Si Ketut Siarta dan anggota Bripka Welem Talnai yang mencatat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Iptu Ketut mengatakan laporan ketua DPRD sudah diterima dan selanjutnya akan dilakukan penyeledikian berkas perkara.

“Ketua DPRD SBD melaporkan anggotanya Ananias Bulu  dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik lewat media sosial, kami sudah menerima laporan tersebut, selanjutnya akan dilakukan penyelidikan terlebih dahulu, baru kami laporkan ke Kapolres” ungkapnya.  

Rudolf Radu Holo  yang ditemui awak media usai melaporkan Ananias Bulu mengatakan,  laporan yang dimasukkan di Polres SBD adalah ancaman Ananias pada dirinya yang dibuktikan dengan rekaman pembicaraan melalui telepon pada 11 April yang lalu.

“Rekaman itu dia sendiri yang viralkan di grup WA. Bahasa-bahasa yang menjadi dasar laporan saya adalah dia mengatakan,  “Engkau itu percuma jadi Ketua DPR, engkau kacungnya Kodi Mete. Kau jangan masuk kantor, kalau masuk kantor hari Senin saya akan habisi kau. Itu penghinaan dan ancaman Ananias buat saya ,“ tutur Rudolf.

Mendapat ancaman dan penghinaan tersebut, Rudolf merasa terganggu, ditambah lagi rekaman tersebut sekarang sudah viral ke seluruh SBD, sehingga keluarganya juga merasa terganggu.

Rudolf berharap agar laporannya ini segera diproses secara hukum, dan penyelidikan kepolisian dan pengadilan yang memutuskan nanti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Hal senada juga disampaikan oleh Agustinus Golu Wola kader PDIP yang merasa penghinaan dan ancaman tersebut merusak nama baik kader PDIP.

“Dari Partai kami harus laporkan ini secara resmi, kami bela kami punya kader. Ini adalah fitnah dan pencemaran nama baik kader PDIP, apalagi menyinggung salah satu petinggi SBD disitu. Ini harus diproses secara hukum untuk memberi efek jera” tegasnya.

Bripka Welem Talnai saat membuat laporan ketua DPRD Rudolf Radu Holo

Anggota DPRD asal Partai Nasdem Ananias Bulu yang dihubungi awak media via telepon menyikapi laporan tersebut dan siap menghadapi proses penyelidikan. Sehingga menjadi jelas untuk apa dirinya ditelepon malam-malam dan menanyakan dimana dirinya berada serta menuduhnya mabuk.

“Seharusnya sayalah yang merasa dirugikan, karena dia menelpon tengah malam dan menuduh saya mabuk. Dengan adanya laporan ini supaya masalah ini menjadi clear. HP saya secara otomatis merekam semua telepon masuk dan saya sengaja melempar ke grup agar teman-teman dewan tahu masalah ini sehingga kalau terjadi apa-apa dengan saya mereka tahu ada yang telepon saya malam-malam dan menanyakan posisi saya dimana” kata Ananias. *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-