Desa Mata Wee Limma Minta Dipasangkan Jaringan Internet

Wewewa-SJ…………. Dalam rangka penyerahan Ijin Operasional SMP Katolik St. Yosef,  Mata Wee Limma, Bupati Sumba Barat Daya (SBD),  dr. Kornelius Kodi Mete melakukan kunjungan kerja di Desa Mata Wee Limma Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/5/2022).

Dalam kunjungannya, Bupati SBD didampingi oleh Pj. Sekda SBD sekaligus Kadis P dan K Kabupaten SBD, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos, Kadis PUPR, Wilhelmus Woda Lado, ST, Kadis Perikanan, Ir. Yohanis Frin Tuka, Kadis Kominfo, drh. Rihimeha A. Praing, MP, Kepala Bapelitbangda, Samuel Boro, ST, dan Camat Wewewa Timur, Ariyanto Dangga Loma, S.STP.,

Kadis P dan K Kabupaten SBD, Fransiskus M. Adilalo menyerahkan Ijin Operasional SMP Katolik St. Yosef Mata Wee Limma kepada Ketua Dewan Pengurus Yapnusda, Rm. Marselinus Pingge Lamunde, Pr yang disaksikan oleh Bupati SBD bersama rombongan, Camat Wewewa Timur, Kades Mata Wee Limma, Yosef Tamo Ama, Kades Wee Limma Yohanes Rato Palengnga, Kepala SMP Katolik St Yosef Mata Wee Limma, para guru-guru dan Siswa-siswi, orang tua siswa dan masyarakat Desa Mata Wee Limma dan juga tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Ketua Dewan Pengurus Yapnusda, Rm. Marsel mengatakan bahwa kondisi SMP Katolik St Yosef awal berdirinya di tahun 2017 belum memiliki gedung. hanya menggunakan gedung sementara yaitu gedung SD Katolik Mata Wee Limma. Siswa SD sekolah pagi sampai siang, siang siswa SMP masuk keluarnya sore haru. Seiring berjalannya waktu, SMP Katolik St Yosef mendapatkan bantuan 1 gedung permanen dengan 3 ruangan dari yayasan dengan masa kerja yang singkat.

“Dalam 21 hari, yayasan mengerjakan bangunan gedung dengan bantuan tenaga dari orang tua para siswa-siswi. Bayangkan dalam 21 hari 1 gedung selesai dibangun, itu karena yayasan sangat memperhatikan kebutuhan dan peduli masa depan siswa-siswi untuk memperoleh siswa-siswi yang unggul dan berkompeten di bidang pendidikan” ujarnya.

Baca Juga :   D’DAMA BERBAGI KASIH

Rm. Marsel juga mengatakan, melalui Dinas P dan K Kabupaten SBD dan kehadiran Bupati SBD, dirinya berharap agar Pemda SBD memperhatikan kebutuhan mereka. Dengan jumlah siswa SMP Katolik St Yosef sebanyak 102 orang yang hanya memiliki 1 gedung 3 ruangan tidak cukup bagi mereka. Masih banyak gedung yang dibutuhkan kedepannya untuk menunjang prestasi anak di bidang pendidikan.

“Belum ada ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, gedung perpustakaan dan ruangan lainnya untuk meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemda Kabupaten SBD melalui Dinas P dan K Kabupaten SBD,” tuturnya.

Sebelumnya, Kades Mata Wee Limma, Yosef Tamo Ama saat menyampaikan gambaran umum wilayah Desa Mata Wee Limma mengatakan bahwa Desa Mata Wee Limma berada pada perbatasan Kabupaten Sumba Barat sebagai Kabupaten induk dan berdekatan dengan hutan Poronumbu yang menjadi lokasi penghasil rempah-rempah bagi masyarakat sekitar Desa Mata Wee Limma salah satunya adalah tanaman Porang.

“Dulu ketika Kabupaten SBD belum mekar dari Kabupaten Sumba Barat, Desa Mata Wee Limma paling dekat dengan kota Waikabubak sebagai ibukota Kabupaten Sumba Barat. Tetapi sekarang sudah terbalik ketika Kabupaten SBD mekar, Desa Mata Wee Limma yang paling jauh dengan kota Tambolaka sebagai ibukota Kabupaten SBD. Walaupun jauh dari ibukota Kabupaten SBD, bukan berarti kami dilupakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kades Mata Wee Limma menyampaikan bahwa masyarakat Desa Mata Wee Limma masih banyak yang menjadi keluhan mereka. Sebagai kepala Desa tidak bisa memenuhi atau melayani apa yang menjadi kebutuhan atau pengeluhan dari masyarakat tanpa dukungan dari Pemda Kabupaten SBD dalam hal ini melalui Dinas PUPR dan Dinas Kominfo.

Baca Juga :   GEMATRI Resmi di Deklarasikan

Bupati bersama rombongan pasti tidak merasa nyaman walaupun berada di dalam mobil saat melintas jalan Desa Mata Wee Limma dengan kondisi akses jalan yang sangat rudak. Dan ketika melihat hp atau ketika berkomunikasi lewat hp saat memasuki wilayah Desa Mata Wee Limma pasti suara telepon kurang jelas karena sinyal tidak bagus atau putus-putus.

“Untuk itu, melalui Dinas PUPR bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan dan pengeluhan masyarakat mengenai kondisi akses jalan yang sangat tidak memungkinkan. Dan melalui Dinas Kominfo untuk bisa memenuhi kekurangan dan kebutuhan masyarakat mengenai sinyal atau jaringan hp,” tuturnya.

Juga dirinya menjelaskan banyak anak-anak maupun siswa-siswi pelajar yang pegang hp, tapi kalau ada tugas yang diberikan oleh guru di sekolah yang dikerjakan lewat internet, anak-anak mengerjakan tugas dengan mencari tempat-tempat tertentu yang kekuatan sinyalnya bagus dan tidak putus-putus.

“Jika Dinas Kominfo berkenan membantu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jaringan seluler, lokasi untuk mendirikan sebuah tower kami akan siapkan secara gratis,” katanya. *** (Isto/005-22),-