Desa Buru Kaghu Peduli Pada Upaya Pencegahan Wabah Covid-19

by -370 views

Rara-SJ……….. Sosialiasasi di desa Buru Kaghu kecamatan Wewewa Selatan kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat (13/11/20) mempunyai cerita tersendiri bagi tim Dinas Kominfo SBD yang bertugas disana.

(ki ke ka) Kabid TIK Edy Ngganggo, Kabid LKP Yublina Dapasapu, Kades Buru Kaghu Adolf Parengu

Respon dan perhatian Pemerintah Desa dan masyarakat sangat antusias sekali menunggu tim Kominfo SBD yang akan mensosialisasikan Perbup Nomor 36 tahun 2020. Tampak hadir kepala desa, sekretrais desa, ketua BPD dan anggota, apart desa, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh agama dan pemuda.

Kepada desa Buru Kaghu, Adolf Parengu dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan sosialisasi mengatakan, bicara tentang Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kami juga sudah mulai melakukannya upacara penanganan dan pencegahan di desa sejak bulan Februari 2020 yang lalu.

Kepala Desa Buru Kaghu, Adolf Parengu saat membuka kegiatan sosialisasi Perbu No. 36 Tahun 2020 di Weetombo

“Kalau Pemerintah Kabupaten sampai Pusat saja sudah sangat prihatin, apalagi kami di desa. Kami siapkan masker sebanyak 5000 untik dan sudah  dibagikan bagi semua warga Buru Kaghu” ungkapnya.

Selain itu Pemerintah Desa Buru Kaghu memasng baliho ditempat strategis yang berisi himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan, hal ini dibuat mengingat desa Buru Kaghu mempunyai satu pasar tradisionil yaitu Pasar Weetombo yang padat dikunjungni marga masyarakat baik dari wilayah Rara maupun wilayah Kodi.

Dirinya juga mengkui kesadaran masyarakat masih sangat rendah dalam mematuhi anjuran protokol kesehatan, hal ini disebabkan minimnya informasi yang tiba di desa Buru Kaghu.

“Desa kami belum ada listriknya, sinyal juga tidak ada disini, sehingga praktis informasi-informasi melalui media sosial susah kami dapatkan disini. Perkembangan covid baik di negara Indonesia secara umum SBD secara khusus susah kami update, kalau tidak ketempat yang ada jaringan” jelasnya.

Adolf Parengu juga memberi penghargaan luar biasa pada Dinas Kominfo SBD yang melakukan kegiatan sosialisasi saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih pada Kominfo SBD yang sudah turun di desa kami untuk sosialisasi, agar informasi ini bisa sampai kesemua stake holder yang ada di desa, hari ini kami undang semua aparat pemerintah, BPD, LPM, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh agama dan pemuda untuk mendengar langsung dan menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya” jelasnya.

Kabid LKP Dinas Kominfo SBD, Yubilina Lena Dapasapu, SP dalam arahannya menjelaskan dampak wabah covid-19 yang melanda dunia saat ini sangat besar.

“Pertumbuhan ekonomi dimana-mana terputus, Pemerintah Pusat memotong anggaran pembangunan untuk menanggulangi  wabah covid ini. Dampaknya sangat terasa bagi kita semua” tuturnya.

Lebih lanjut Yublina menjelaskan upaya-upaya Pemerintah mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19. Diantaranya dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan yaitu memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari kerumunan ditempat-tempat umum.

“Kebiasaan kita orang Sumba bacium kalau baru bertemu keluarga jauh, hentikan dulu itu karena kita tidak tahu apakah dia sudah terpapar virus corona atau tidak. Karena saat ini sering ditemukan pasien positif covid-19 yang OTG (orang tanpa gejala) ” ungkap Kabid LKP Yublina.

Yublina juga mengingatkan dibulan November ini Pemda SBD mengambil kebijakan kelonggaran sekolah bersyarat, dimana sekolah-sekolah sudah diaktifkan kembali tetapi dengan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu Kabid TIK, Edy Nganggo menjelaskan Perbup No 36 tahun 2020 yang sudah ditetapkan oleh Pemda SBD  guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19. Kebijakan ini diambil mengingat masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Edy Nganggo juga menjelaskan sanksi-sanksi dalam Perbup no. 36 tahun 2020 bagi pelanggar protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker saat bepergian di tempat umum atau keramaian.

“Sanksi bagi masyarakat yang tidak mempunyai masker adalah denda Rp.200.000,00. Sanksi bagi yang membawa masker tetapi tidak menggunakan Rp.50.000,00. Jika tidak membayar denda maka diganti dengan sanksi lainnya yaitu push up, menyanyi atau membaca pernyataan protokol kesehatan atau membersihkan kebun yang sudah ditentukan selama 2 hari” ujar Edy Nganggo.

Dirinya juga menjelaskan,  kita dituntut untuk disiplin dalam upaya mengatasi wabah virus corona yang melanda di Indonesia. Penyebaran virus ini sangat cepat sekali, sehingga perlu dicegah secara  bersama-sama.

Dalam kesempatan itu juga Kabid TIK Dinas Kominfo SBD ini memberi apresiasi yang luar biasa atas respond an tanggapan Pemerintah dan masyarakat desa Buru Kaghu.

“Kegiatan sosialisasi saat ini sangat berkesan karena begitu besar respon dari desa Buru Kaghu, hal-hal yang tidak dipahami semuanya ditanyakan disini. Kami berharap desa-desa lain mengikuti jejak bagus desa Buru Kaghu” ungkapnya pada media usai kegiatan sosialisasi. *** (002/SJ/20),-