Cegah Rabies Masuk Tanah Marapu, Karantina Pertanian Kupang gelar FGD

Suarajarmas.com – Maraknya kasus Rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Pulau Timor berdampak pada kewaspadaan terhadap hewan peliharan khususnya anjing dan kucing. Salah satu Provinsi yang terdiri dari berbagai pulau ini mempunyai keunggulan  strategis untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. Karantina Pertanian Kupang gelar Focus Grup Discussion (FGD) guna mencegah masuknya penyakit Rabies ke Pulau Sumba.

FGD ini  dihadiri oleh Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan, S.I.K., M.H., Pasi Intel Kodim 1629/SBD, Lettu Inf.  Herad Yohanis Kenny, Kepala KSOP Pelabuhan Waikelo, drh. Vera Lobo, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Drs. Agustinus Pandak,  Kepala Ditjen Hubud Kelas II Tambolaka, serta media pers setempat.

Dalam sambutannya Kepala Karantina Pertanian Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar mengatakan pelaksanaan FGD ini dalam rangka mengantisipasi penularan penyakit rabies yang saat ini sudah menyerang pulau Timor.

“Menindaklanjuti Instruksi Gubernur  NTT No. 05/Disnak/2023 penanggulangan rabies di Pulau Timor NTT, maka kita gelar  operasi patuh terpadu dan FGD dengan tema peningkatan  kewaspadaan penularan penyakit rabies” ungkapnya Kamis (22/6/2023) di aula aula kantor Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Weekelo, jl, Pelabuhan Laut Weekelo, Desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD.

Dirinya berharap mendapat dukungan penuh dari Pemda, TNI dan Polri, apabila penularan penyakit rabies ini sudah masuk di pulau Sumba.

“Setelah kegiatan FGD di kabupaten SBD ini, kita akan lanjutkan di kabupaten lain khususnya Sumba Timur yang mempunyai Bandar udara dan pelabuhan laut” tuturnya.

drh. Yulius Umbu Hunggar menekankan, Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kita jaga dengan penuh kewaspadaan agar kita tidak perlu mengobati. Jangan sampai karena lalai mencegah satu kali, lalu kita bersusah payah mengobati bertahun-tahun.

Baca Juga :   BUPATI PAULUS DAN WAKIL BUPATI DANIEL PANTAU SUMBER AIR WEKABUNI & WELAYE

“Maka dari itu Karantina Pertanian Kupang mengharapkan sinergi yang optimal antar instansi, agar dapat menjaga pulau sumba tetap terbebas dari rabies,” harapnya.

Kapolres SBD,  AKBP Sigit Harimbawan, S.I.K., M.H., dalam sambutannya mendukung penuh upaya Karantina Pertanian Kupang dalam mencegah penularan penyakit rabies di SBD, jika ada komitmen bersama bersama Pemda SBD, semua upaya pencegahan akan dilakukan untuk memastikan penyakit rabies tidak masuk ke SBD.

Dari diskusi tersebut didapatkan rumusan-rumusan hasil FGD yaitu: Membentuk forum koordinasi: Untuk memastikan kerjasama yang efektif, akan dibentuk forum koordinasi antara Pemerintah, Polri, TNI, dan Karantina Pertanian. Forum ini bertujuan untuk mengadakan pertemuan rutin, berbagi informasi, dan mengoordinasikan kegiatan terkait keamanan dan pengawasan Karantina Pertanian.

Penguatan patroli dan pengawasan oleh Polri, TNI, Karantina Pertanian, Dinas Peternakan Kabupaten dan instansi terkait untuk mencegah masuknya penyakit rabies.

Pemerintah daerah, Polri , TNI, dan karantina pertanian akan bekerja sama dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kewaspadaan penyakit rabies. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah masuknya penyakit rabies ke Pulau  Sumba.

Pertukaran informasi: Pemerintah Daerah, Polri , TNI, dan karantina pertanian akan meningkatkan pertukaran informasi yang relevan dan berkaitan dengan kegiatan masing-masing. Ini termasuk data intelijen, laporan kejahatan, perkembangan terkini di sektor pertanian, dan informasi tentang spesies invasif atau penyakit yang berpotensi merusak pertanian.

Akan dilakukan Kerjasama Pentahelix (Unsur Pemerintah (Dinas, Polri, TNI, Karantina, KSOP, ASDP, Perhubungan Udara) Unsur Swasta, Unsur Perguruan Tinggi, Unsur dari Masyarakat, Unsur Media) terkait dengan pencegahan penyakit rabies.

Rumusan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah, Polri, TNI, dan karantina pertanian dan Instansi terkait serta masyarakat dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit rabies.

Baca Juga :   MASYARAKAT PELANGGAR PROKES MELAWAN PETUGAS SATGAS COVID-19/SBD

Sebelum pelaksanaan FGD,  Karantina  Pertanian Kupang besama tim melakukan Operasi Patuh Terpadu di pelabuhan Weeklo untuk memastikan tidak ada hewan (anjing) yang terinfeksi rabies masuh di Tambolaka. *** (Octa/002-23).-