Tambolaka-SJ………. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) targetkan dalam masa pemerintahan Gubernur Victor Laskodat saat ini mencapai angka penurunan stunting hingga 12%. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (APK). Demikian disampaikan oleh Vince Bimas Panggula, SKM., Perencana Madya pada Bappelitbangda NTT yang menjadi narasumber dalam pendampingan aksi konvergensi kabupaten

Tambolaka-SJ……….. Dalam rangka mendukung percepatan pencegahan dan penanganan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Pemerintah SBD melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan  pelatihan Aksi Konvergensi di aula hotel Sumba Sejahtera Tambolaka SBD Nusa Tenggara Timur, Senin-Selasa (24-25/5/21). Pelatihan Aksi Konvergensi ini melibatkan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah; Dinas PU dan Tata Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman,

Tambolaka-SJ………… Posko penanganan COVID-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur gencar lakukan sosialisasi 5M di sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya.  Pada Senin (17/5/21) Ketua Pelaksana Posko COVID-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Mathias Jenga bersama anggota Tim Satgas COVID-19 kembali melakukan pemantauan tentang penerapan protokol kesehatan dan mensosialisasikan protokol kesehatan yakni Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun pada

Waikabubak-SJ………….  Dalam upaya melawan peningkatan wabah COVID-19 di kabupaten Sumba Barat, Kepala Unit Dikyasa Sat Lantas Polres Sumba Barat Bripka Lalu Fauzi Wadi melaksanakan Penerangan Keliling (Penling) disekitar SMK Negeri 1 Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur berkaitan dengan ketertiban berlalulintas maupun protokol kesehatan dalam masa pandemi COVID-19, Kamis (6/5/21). Dalam giat tersebut, personel Lalu Lintas berpatroli sembari sambangi

Jakarta-SJ………. Virus Corona varian jenis baru sudah masuk ke Indonesia. Varian baru tersebut antara lain B117, B1351, dan B1617. Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus COVID-19. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah mobilitas pergerakan masyarakat adanya varian baru virus COVID-19 yaitu B.117