BUPATI SUMBA TENGAH PIMPIN UPACARA KESADARAN DAN PENCANANGAN SENSUS PENDUDUK ONLINE

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S.K. Limu saat memukul gong dalam upacara kesadaran sekaligus pencanangan sensus penduduk online.

Waibakul-SJ ………………… Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu memimpin Upacara Kesadaran sekaligus pencanangan Sensus Penduduk Online di Kabupaten Sumba Tengah pada Senin (17/02/2020).

Upacara Kesadaran dan Pencanangan Sensus Online ini dihadiri dan diikuti oleh Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, Sekretaris Daerah, Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si, para Staf Ahli, para Asisten, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Barat, Ir. Joke Ratna Christina, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat Eselon III, Eselon IV, Staf dan Tenaga Kontrak.

Sensus Online ini dilakukan mulai tanggal 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020 di seluruh wilayah Sumba Tengah ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan souvenir kepada Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah sebagai tanda sudah dimulai Sensus Penduduk Online di Sumba Tengah yang dilakukan oleh Petugas BPS dan Dinas Statistik, Kominfo dan Persandian Kabupaten Sumba Tengah.

Selain itu, pada bulan Juli 2020 mendatang petugas dari BPS juga akan melakukan pendaftaran dari rumah ke rumah masyarakat, sehingga diharapkan dengan 2 model sistem Sensus Penduduk ini dapat memberikan tingkat akurasi data penduduk yang tinggi.

Sensus Online merupakan sensus secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kesadaran masyarakat untuk melaporkan data dirinya, jadi sensus ini tidak dimulai dari desa atau kecamatan, akan tetapi pelaksanaan sensus tetap dikawal oleh Badan Pusat Statistik dan Dinas Statistik, Kominfo dan Persandian Sumba Tengah.

Pemerintah menargetkan dengan sistem Sensus Penduduk Online ini dapat mengurai kesimpangsiuran data dari berbagai lembaga khususnya antara BPS dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Perbedaan data yang cukup signifikan ini menjadi faktor yang sedikit mengganggu di berbagai bidang seperti perencanaan pembangunan, ekonomi dan layanan kemasyarakatan.

Baca Juga :   Polsek Jajaran Terus Distribusikan Bantuan Beras Kepada Masyarakat

Harapannya, kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak di Sumba Tengah harus menjadi agen untuk mendampingi, mendukung dan menyukseskan Sensus Online bagi masyarakat Sumba Tengah mengingat batas waktu Sensus Online dilakukan tidak lama kurang lebih 45 hari, maka harus dipercepat pelaksanaanya dan diupayakan agar seluruh masyarakat bisa terdata.

“Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari Sekretaris Daerah hingga staf serta tenaga kontrak di Sumba Tengah harus menjadi agen dalam mendukung dan menyukseskan Sensus Online ini, segera berkoordinasi dengan Camat dan Kepala Desa serta semua pemangku kepentingan di Kabupaten ini agar sensus ini berjalan dgn baik dan semua masyarakat bisa terdata” harapnya.

Kaitan dengan sensus online yang dilakukan, Bupati menyampaikan beberapa hal diantaranya masalah kemiskinan di Sumba Tengah 36% dari tahun ke tahun yang menjadi masalah pokok dan belum bisa dipecahkan sampai saat ini, kaitan dengan kesehatan yaitu kasus Stunting dan kasus kematian Ibu dan Anak yang masih tinggi terjadi di Sumba Tengah, hasil pengamatan di Propinsi NTT kasus Stunting yang terjadi kurang lebih sebesar 43%, dan Kabupaten Sumba Tengah adalah yang paling tertinggi kasus Stunting dari 22 Kabupaten/Kota di NTT sekaligus sebagai kontribusi tertinggi kasus Stunting di NTT, kaitan Pendidikan masalah yang paling utama adalah masalah 3 M (Membaca, Menulis dan Menghitung) pada Kelas Dasar atau Kelas 1, Kelas 2 dan Kelas 3 SD, masalah lainnya yaitu masalah keamanan dan ketertiban, selain itu, masalah kerawanan pangan juga mulai melanda beberapa wilayah di Sumba Tengah diakibatkan cuaca yang kurang bersahabat dan curah hujan yang tidak menentu. Berkaitan dengan masalah-masalah diatas, maka dibutuhkan persepsi dan pemahaman bersama.

Baca Juga :   Orang Kodi Bodoh Itu Hanya Mitos

“Bagaimana kita berpikir Out Of The Box (membuat atau mencari pemikiran yang tidak biasa atau pemikiran yang mengandung inovasi) sehingga penanganan masalah-masalah diatas bisa diperoleh solusi atau jalan keluar untuk bisa diatasi” ungkap Bupati Paul.

Beberapa masalah tersebut di atas, adalah merupakan masalah utama yang menjadi prioritas dalam setiap Program dan Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tahun 2020 ini maupun pada tahun-tahun mendatang untuk dilaksanakan sesuai Visi Sumba Tengah Sejahtera, Berkarakter dan Berdaya Saing.

“Tanamkanlah selalu dalam hatimu bahwa kerja itu Ibadah, dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan, mari kita beribadah dan melayani itu adalah kemulian bagi masyarakat “Soli Oli Milla” di Kabupaten Sumba Tengah ini” tutup Bupati Paul.*****

Liputan: Yunia Boling,-