BUPATI SBD BUKA KEGIATAN PENDATAAN DESA WISATA

Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete (tengah) didampingi peniliti LIPI Fikri Muslim (kiri) dan Agustinus Wora Wora (kanan)

Tambolaka-SJ…………… Berlangsung di Aula Weekuri hotel Sinar Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dilakukan pendataan desa wisata yang dibuka oleh Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete disaksikan oleh LIPI dan para kepala desa serta LSM Senin (16/12/19).

Dalam arahannya Bupati dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan para kepala desa yang hadir tahu, kenapa desanya yang dipilih, karena desanya memiliki potensi. Aparatur desanya  harus menjadi pengerak. Ke 20 desa yang dipilih nanti dalam diskusi akan menghasilkan langkah-langkah dalam penataan desa wisata. Berhasilnya desa wisata dapat menggerakan seluruh aspek kehidupan disana.

“Beberapa waktu lalu kita sudah buka kamar tidur di beberapa kampung adat bagi wisatawan, bukan hanya kamar tidur tetapi kita bisa menyediakan makanan lokal. Warga desa disitu harus menjadi warga desa wisata. Selain wisata desa juga harus sehat, kita harus bebas dari penyakit Malaria, TBC dan HIV AIDS” unngkapnya.

Lebih lanjut dr. Nelis menjelaskan bicara pariwasata semua aspek kehidupan harus di perhatikan,  jika ada masyarakat desa yang gejala sakit langsung bawa kerumah sakit atau puskesmas.  Bisa juga memanggil dokter kepala puskesmas untuk mensosialisasikan.

Agustinus Wora-Wora dari Dinas Pariwisata  mengatakan desa wisata yang dimaksud disini adalah sebuah kawasan pedesaan yang memenuhi karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Dikawasan ini penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang pelakunya masih sangat arif. Untuk mencapai sebuah desa wisata semua unsur harus yang ada dalam desa baik aparatur desa, Pemerintah, masyarakat, stakeholder maupun pelaku wisata harus bekerja sama, bergandengan tangan dan menyadari potensi wisata yang ada di daerahnya dan mau mengembangkan potensi tersebut, agar dapat menjadi sumber pendapatan bagi desanya maupun masyarakatnya. Menyikapi hal tersebut dinas parawisata SBD melakukan pendataan potensi desa wisata 20 desa yang sudah di pilih.

Baca Juga :   DUTA-DUTA WISATA SBD 2021 TERPILIH
Bupati Nelis saat menyelempanngakan kain pada peneliti LIPI sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan LIPI

“Tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan data yang akurat untuk penetapan desa wisata. Untuk mengembangkan dan melestarikan aset parawisata yang mengandung nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang dalam masyarakat” tuturnya.  

Lebih lanjut Gusti menjelaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata sebagai aset bangsa. Menciptakan komunikasi yang baik antara masyarakat, Pemerintah Daerah dan stakeholder parawisata agar dapat menciptakan suasana yang baik di destinasi parawisata.

Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber dari LIPI dan melibatkan 20 kepala desa yang sudah dipilih serta LSM/NGO dan tamu undangan yang tergabung dalam pegiat wisata. ***

Liputan: Emil Buga,-