
Tambolaka-SJ……… Babinsa 01 Kodim 1629/SBD mendapat apresiasi yang luar biasa dari SMAK St. Thomas Aquuinas Weetabula atas upaya mediasi pertemuan dalam lingkup sekolah dan ikut membenahi keamanan sekolah.
Demikian diungkap Plt. Kepala SMA St. Thomas Waitabula Stefanus Tari Bokol pada awak media saat ditemui di ruang kerjanya kantor SMA St. Thomas Waitabula Jalan Bukit Sunyi Kelurahan Langgara Lero Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Data (SBD) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (5/8/2020).
Kepada awak media Stefanus menjelaskan bahwa pada Senin 3 Agustus 2020 yang lalu, babinsa Kota Tambolaka Serda Yoris Mere mengikuti rapat di SMA Thomas dalam rangka membahas situasi keamanan sekolah yang pada bulan Juni 2020 yang lalu telah terjadi pencurian barang inventaris kantor berupa komputer dan barang lainnya dan juga penyerangan yang terjadi di asrama Frateran BHK kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka.

Lebih lanjut Stefanus menjelaskan dalam kerapatan tersebut disepakati bersama memberhentikan 2 orang security yang lama karena dicurigai terlibat dalam kasus pencurian dan penyerangan di asrama BHK Frateran serta membenahi sistem pengamanan di SMA Thomas.
“Pak Yoris sudah membantu kami dalam membenahi sistem pengamanan di SMA Thomas serta memediasi sehingga 2 orang sekuriti lama yang tidak patuh pada aturan sekolah diberhentikan. Kami sangat bersyukur dengan respon anggota TNI dari Kodim 1629/SBD yang sudah membantu kami sehingga proses itu berjalan dengan baik” jelasnya.
Stefanus juga menjelaskan pendekatan persuasif yang dilakukan oleh pihak intel Kodim 1629/SBD dan pelayanan pada masyarakat SBD khusus dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Kabupaten SBD perlu diteladani. Stefanus mengatakan pihaknya sudah didatangi oleh 2 orang intel Kodim 1629/SBD yang memperkenalkan diri dan bersedia membantu dan mendukung agar proses belajar mengajar di SMA Thomas dapat berjalan lancar.

”Saya senang dengan peranan Kodim 1629/SBD dan pelayanan yang sangat bagus pada masyarakat SBD. Supaya masyarakat yang menganggap TNI itu keras dan tegas, bisa berubah anggapannya seperti itu, karena pada dasarnya TNI adalah pelindung dan pengayom masyarakat. Dan saya pikir dengan gaya seperti itu bahwa TNI sebagai sahabat masyarakat, hanya karena Kodim 1629/SBD masih baru jadi mereka perlu melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga ketakutan dan anggapan dari masyarakat kepada TNI benar-benar hilang, dan ada juga masyarakat yang lain mengatakan bahwa kehadiran Kodim 1629/SBD sangat baik untuk mengayomi masyarakat” tuturnya.
Dirinya juga menghimbau masyarakat SBD agar ditinggalkan masa lalu bahwa TNI itu identik dengan kekerasan itu harus benar-benar ditinggalkan. Masyarakat juga harus bersahabat dengan TNI dan jangan menganggap TNI itu sebagai musuh.

“Kalau kita memiliki prinsip baik kepada TNI, mereka akan mengatakan bahwa orang Sumba sangat baik. Intinya kalau mereka datang kita sambut dengan baik dan melayani dengan baik pasti mereka akan senang untuk bersilaturahmi dengan kita” ujarnya.
Pasi Intel Kodim 1629/SBD, Lettu Abdul Mukib yang dihubungi media via telepon membenarkan anggota TNI Kodim 1629/SBD suidah melakukan upaya persuasif dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh SMA Thomas.
Pasi Intel Kodim 1629/SBD menjelaskan salah satu tugas TNI dalam tingkat Kodim, adalah tugas intelijen dan territorial. Dalam tugas intelijen adalah cegah dini dan deteksi dini dalam melaksanakan tugas di lapangan dalam rangka untk ikut aktif menjaga keamanan masyarakat.

Salah satu tugas Kodim dalam bidang teritorial adalaht ikut mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya dan membantu memberikan bimbingan dan melaksanakan tugas komunikasi sosial (komsos) dengan masyarakat yang ada di wilayahnya serta ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat termasuk apabila ada masalah pencurian, masalah konflik sosial yang terjadi di masyarakat.
“Tentunya hal ini menjadi fungsi dan tugas para Babinsa yang langsung terjun ke wilayah-wilayah pedesaan, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya masing masing” tuturnya.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan babinsa Serda Yoris Mere belum bisa dihubungi media karena kesibukannya bertugas di lapangan. ***** (OC$),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
