ARAKSI Sebut, Empat tersangka Kasus Bawang Merah Akan Ditahan Polda NTT

Malaka-SJ…………  Ketua Aliansi Anti Koruspisi (ARAKSI) Alfred Baun menyebutkan 4 tersangka kasus bawang merah Malaka akan segera kembali ditahan Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur pada Senin (9/4/2021).

Ketua ARAKSI, Alfred Baun

Ketua Araksi Alfred Baun dalam konferensi pers Jumat (7/5/2021) menyampaikan, kasus bawang merah Malaka menjadi intra point secara kusus Kepada Kepolisian Daerah (Polda)  NTT dan Kejaksaan Negri Tinggi NTT karena dari tahun 2009 Samapi 2021 baru menggolkan satu kasus P21 yaitu kusus tindak pidana hukum.

“Kami dari araksi mengapresiasi kinerja Pak Kapolda. Pak Kalolda segera menindaklanjuti penetapan P21 itu dengan menjemput para tersangka dan dibawa pulang untuk ditahan” ujar Alvred Baun.

Selanjutnya kata Alvred, keempat tersangka harus ditahan untuk mempersiapkan barang bukti untuk diserahkan menjadi penyerahan tahap dua Kepda Kejaksaan tinggi Nusa Tenggara Timur.

“Kami sudah mendapat indor dari Polda NTT bahwa penyerahan tahap dua akan dilakukan pada tanggal 12 Mei. Tahap kedua yang akan diserahkan itu adalah barang bukti berkas dari 9 orang tersangka dan para tersangka” lanjut Alfred.

Ketua Araksi itu berharap kedepannya semoga kasus bawang merah Malaka tersebut segera diagendakan dalam sidang Tipikor.

Sebelumnya Gabriel Goa kepada media ini Rabu 5 Mei yang lalu sempat mengkritisi lambannya penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah Malaka mempertontonkan kepada publik kinerja Polda dan Kejati NTT yang tidak serius bekerja dalam penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi di Malaka.

Menurut Gaby dampaknya ketidakpastian hukum bagi tersangka dan pembiaran perampokan Hak-Hak Ekosob rakyat NTT oleh Kaum Kuat Kuasa Berjamaah dalam lingkaran Mafiosi KKN.

“Menarik bahwa Ketua Komisi III DPR RI Herman Heri dari Dapil NTT ikut bersuara tentang lambannya penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah Malaka oleh Polda NTT dan Kejati NTT. Bahkan KPK RI sudah melakukan supervisi tapi hasilnya masih nihil” ungkap Gaby.

Baca Juga :   PENCEGAHAN VIRUS ASF PADA TERNAK BABI

Terpanggil untuk membongkar lambannya penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah di Malaka maka pihaknya dari KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) menegaskan pada saat itu, pertama,  mendukung Ketua Komisi III DPR RI agar melakukan pengawasan sekaligus mendesak Kapolda dan Kajati NTT segera tuntaskan perkara Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah Malaka. Jika tidak mampu dalam penuntasan.selama 30 hari maka mendesak Kapolri copot Kapolda NTT dan Jaksa Agung copot Kajati NTT.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa

Kedua, mendesak KPK RI untuk serius supervisi dan tidak mengulangi peristiwa Tanjung Balai ikut bermain dalam perkara Tindak Pidana Korupsi. Ketiga, mendesak Pers dan Penggiat Anti Korupsi di Malaka untuk kawal serius penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah.di Malaka.

“Keempat, mendesak Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang baru dilantik untuk serius melakukan Pencegahan Korupsi di Malaka dan mendukung total penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi di Malaka agar tidak hanya menajam ke bawah tetapi juga menajam ke atas” pungkasnya. *** (Vigal/007-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.