APARATUR PEMERINTAH HARUS MENJADI UJUNG TOMBAK DESA PINTAR

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat menjadi inspektur upacara apel kesadaran di Puspem Kadula SBD

Tambolaka-SJ…… Pemda Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) gelar apel kesadaran di lapangan Puspem Kadula Tambolaka SBD Rabu (17/6/20) kaitan dengan kebijakan Pemerintah new normal akibat covid-19 yang melanda dunia saat ini.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete menjadi inspketur upacara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP dan Plt. Sekda Bernardus Bulu, SH bersama seluruh pimpinan OPD dan staf. Tampil sebagai komandan upacara Plt. Kepala Dinas PMD Drs. Dominggus Bula, M.Si.

Dalam sambutannya Bupati Kornelius menegaskan semua aparatur pemerintah harus menjadi ujung tombak desa pintar. Kenapa harus lahir Desa Pintar, karena masih banyak masyarakat yang tidak cerdas.

“Dari evalusi kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati, kami berkunjung ke sekolah-sekolah ternyata banyak sekali sekolah yang sarananya masih jauh dari yang kita harapkan dan itu menjadi refleksi kita bersama” ungkapnya.

Bupati Kornelius menjelaskan Dinas Pendidikan sudah berjuang untuk menangani hal itu, tapi banyak juga yang madih buta huruf dan tidak bisa berhitung. Tidak bisa membaca dan berhitung itu adalah salah satu modal untuk kita terantar pada kemiskinan. Kalau tidak bisa membaca dan berhitung, maka muncul kalimat dari orang yang daerahnya sudah maju,  orang Sumba pesta adatnya tidak main-main dan tidak tahu berhitung,  akhirnya anak yang kuliah terlantarkan.

“Karena tidak mempunyai kemampuan berhitung, mari kita tunjukan tekad kita untuk membangun desa pintar kita harus perbaiki sarana untuk mendukung proses KBM agar bisa berjalan dengan baik. Untuk menjawab itu, kita akan mengangkat Sarjana menjadi kader pemberdayaan pembanunan mengawal 7 jembatan emas untuk memastikan supaya anak-anak didik tidak lagi memiliki kemampuan tidak bisa membaca dan berhitung” tutur Bupati Kornelius.

Baca Juga :   SBD BERDUKA, KASAT POL PP MENINGGAL DUNIA

Dalam kesempatan tersebut Bupati SBD juga mengatakan sebagai aparatur pemerintah, abdi negara dan masyarakat kita terus menunjukan sikap yang baik untuk tugas yang kita embankan. Yang pertama adalah disiplin dan setiap hari kita terus diminta untuk repleksi tentang disiplin tugas kita masing-masing.

“Secara organisasi tentu ada mekanismenya dan ada yang menilai kita, baru-baru ada uji kompetensi. Ada yang urutan dari nomor 1 sampai urutan 25 dan semuanya jelas, maka kami berteri makasih kepada pansel yang telah mengantarkan atau yang telah menilai peserta yang mengikuti uji kompetensi dan kami akan manfaatkan itu untuk lebih maksimalkan tugas keterpanggilan kita sebagai abdi negara, masyarakat dan aparatur pemerintah” ungkapnya.

Sekarang kita lagi pemeriksaan BPK, kalau tidak musim pandemi Covid-19 BPK sudah turun di daerah kita dan akan melihat obyek-obyek tapi karena pandemi kita tetap bangun kerja sama dan pemeriksaan BPK ini sangat penting untuk kita terantar pada perubahan anggaran.

“Oleh karena itu, saya mohon betul-betul seluruh OPD untuk berperan secara aktif dan bersama-sama. Data yang diminta oleh BPK mohon disampaikan supaya nanti sungguh-sungguh kita dapat penilaian yang riil apa yang telah kita kerjakan di tahun 2019 dari kumpulan data yang bapak/ibu sekalian sampaikan sesuai permintaan BPK. Jangan ditunda-tunda, karena itu menjadi mekanisme penilaian kami juga tanpa ada alasan” ujarnya.

Kata. Dr. Kornelius berkaitan dengan masalah pandemi Covid-19, hari ini kita sudah praktekan phisycal distancing dengan menggunakan masker. Mudah-mudahan kita juga praktekan cuci tangan pakai air dan sabun dan kita lakukan itu secara tetus menerus dimanapun kita berada sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah dikehendaki dan diyakini akan memutus penularan Covid-19 itu dari orang ke orang.

Baca Juga :   Bupati SBD Sampaikan Terima Kasih Pada BCA, UNIKA Atma Jaya dan STKIP Weetabul

“Kita menjadi contoh, menjadi figur untuk hal itu dimanapun kita berada dan kalau dikaikan dengan 7 jembatan emas inilah awal kita membangun desa sehat di SBD. Karena desa sehat itu bisa terwujud kalau pribadi-pribadi itu sehat. Pribadi-pribadi itu sehat manakala perilaku dan pengetahuan sungguh-sungguh menjadi kenyataan” katanya.  

Desa bercaya akan kita terus upayakan, supaya rumah-rumah penduduk bercahaya di malam hari dan kita akan terus kembangkan agar di pelosok pedalaman manapun ada jaringan listrik. Salah satunya kita akan manfaatkan tenaga matahari dan air yang ada disana. Dan tahun ini kita akan membangun 6 PLTS terfokus dan 1 PLTS bisa melayani 100 rumah penduduk dan kita akan persiapkan di beberapa desa yang ada di SBD. Pertama itu adalah Desa Eka Pata, Dangga Mangu, Dikira, Mata Wee Limma dan di lanjutkan lagi beberapa Desa di Kodi. Karena disana, 1 tahun sampai 3 tahunpun belum tersentuh jaringan listrik dan mari kita menjadi bagian untuk membantu masyarakat yang rumahnya masih belum bercahaya di malam hari.

Desa berkecupan pangan, Covid-19 juga sudah mengarahkan kita untuk saling membatu dalam hal pangan. Ada organisasi-organisasi yang membagikan kita sembako berupa beras, telur, minyak goreng dan yang lainnya. Untuk itu, saya minta data itu harus ada supaya bantuan itu jangan menumpuk pada 1 orang atau keluarga.

“Dan itu ada pada kita semua, supaya betul-betul bantuan itu asalnya darimana dan niat ulur itu betul-betul tepat kepada sasaran, dan tidak menimbulkan lagi ketidakadilan ditengah masyarakat” pngkasnya. **** (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.