Pernikahan Gerson & Maria Terobosan Baru Budaya Sumba

Pasangan Gerson dan Maria yang membuat Terobosan baru dalam budaya Sumba

Tambolaka-SJ ………………. Pernikahan putri Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Maria Hyronima Barnesi Kaha dan Gerson Louro selain menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Kaha dan Louro dan juga mempunyai warna tersendiri yang patut diteladani oleh masyarakat daratan Sumba khususnya SBD karena membawa satu perubahan yang tidak biasa. Dalam adat istiadat/budaya orang Sumba, perempuan akan diberi belis dan dipindahkan terlebih dahulu baru dilakukan pernikahan secara gereja maupun catatan sipil.

Bupati Sumba Barat bersama ibu berpose bersama pengantin dan keluarga

Tetapi lain halnya dengan pernikahan Gerson dan Maria, berdasarkan kesepakatan keluarga besar Lewata Taramanu-Umbu Degu dan keluarga besar Kaha Wainyapu-Benge-Manteiro, disepakati bersama bahwa pernikahan yang kudus lewat pemberkatan gerejawi didahulukan (Sabtu, 17 November)  baru dilakukan pemindahan secara adat dimana dr. Maria akan dipindahkan oleh Gerson pada Selasa, 20 November. Menjadi sesuatu hal baru dalam budaya Sumba  karena ini merupakan sesuatu yang luar biasa terjadi dimana masyarakat secara umum mengetahui bahwa kedua keluarga besar ini bukanlah keluarga menengah ke bawah. Jika dilihat secara materi bukanlah tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara adat baru dilangsungkan pernikahan gerejawi.

Langkah atau terobosan baru yang dibuat oleh kedua keluarga besar ini mendapat respon positif dari berbagai pihak diantaranya Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S.K. Limu yang turut hadir dalam resepsi pernikahan Gerson dan Maria. Menurutnya ini sangat luar biasa, yang paling utama itu adalah keselamatan oleh iman, adat tidak dikesampingkan,  juga tetap menjadi prioritas, urusan iman duluan berarti ada keyakinan dan harapan baru kita melengkapi adat.

Baca Juga :   Keluarga Taolin di Io Kufeu Dukung Kim Tolin Di Pilkada Malaka 2020
Bupati Sumba Tengah bersama ibu berfoto bersama pengantin dan keluarga pengantin

“Ini sangat luar biasa, kita akan belajar dari SBD. Saya setuju sekali karena baru pertama terjadi di Sumba, kalau perlu waktu meninggal tidak perlu potong, makan nasional saja, karena mati itu tiap hari” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole bahwa Ini adalah sesuatu yang baru yang terjadi di Sumba tetapi tidak melupakan budaya Sumba, tetapi mendahulukan urusan Tuhan. Ini mau menunjukan pada gereja terutama bahwa adat tetap berjalan, tetapi yang paling penting pernikahan di gereja.

Orang tua mempelai perempuan Bapak Ndara Tanggu Kaha bersama ibu

“Biasa kita ini kalau adat selesai anak perempuan kan dibawa, pasti saat melakukan nikah suci kan jadi diragukan, tetapi kalau begini jadi kita tahu. Ini adalah sesuatu yang baru buat kita, kalau mungkin ada yang mau ikut saya rasa bagus” katanya.

Ketua DPD I Golkar Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang turut hadir bersama istri juga memberi apresiasi yang luar biasa buat Bapak Ndara Tanggu Kaha dan seluruh rumpun dua keluarga besar ini atas kesepakatan bersama mendahulukan urusan gerejawi.

“Terobosan yang dilakukan oleh Pak Dara Tanggu patut diapresiasi positif. Dahulukan pernikahan gereja dilanjutkan adat merupakan perpaduan urusan surga dan dunia dalam satu tarikan napas prosesi pernikahan” ujarnya.

Orang tua Gerson Louro, Ibu Yohana W. Ate bersama pendamping

Lebih lanjut Melki Laka Lena menjelaskan semua penting bagi prosesi pernikahan,  dimulai dari yang terpenting menyerahkan semua prosesi dan niat ini pada kehendak Tuhan melalui pernikahan gereja berlanjut kepada para leluhur dan masyarakat saat ini melalui acara adat.

Baca Juga :   Sekda Umbu Zaza Pensiun, Bernard Bulu Plt. Sekda SBD

“Semoga niat baik pak Ndara dan keluarga besar kedua mempelai bisa menghantarkan Maria dan Gerson menjadi pasangan suami istri yang menjadi berkat bagi banyak orang” ujarnya.

Salah satu tamu undangan dari Wewewa yang dihubungi media, Alek Kapoteng mengatakan kedua keluarga besar ini sudah menunjukan contoh yang baik buat masyarakat karena mendahulukan urusan Tuhan, benar-benar menunjukan iman Kristen yang baik. Padahal jika dilihat dari kemampuan materi kedua rumpun keluarga ini adalah keluarga yang mampu dan kaya, tetapi mereka bersepakat mendahulukan urusan Tuhan.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama ibu

“Orang-orang besar inilah yang memberi contoh pada kita, ini kan budaya dari nenek moyang, jaman dulu memang hewan melimpah sana-sini enak saja kita dahulukan masalah budaya, tetapi jaman sekarang hewan sudah harus keti beli, dari segi ekonomisnya membutuhkan biaya untuk menyelesaikan prosesi adat, sehingga kadang-kadang orang sudah punya anak baru melakukan nikah gereja, karena terkendala biaya” ujarnya.

Gabriel Goa, direktur PADMA Indonesia yang turut hadir mengatakan karena ini sebuah sakramen, maka untuk Tuhan lebih dulu baru nanti kultural, karena budaya urusan sesama yang saling mendukung.

“Tuhan itu wajib hukumnya karena kita beriman pada Tuhan, Tuhan yang mempersatukan baru kultural itu mendukung,  paling utama itu rohaninya sehingga keluarga tidak berantakan dan merupakan kunci utama landasan hidup keluarga adalah campur tangan Tuhan didalam itu” tuturnya pada media SJ.

Direktur PADMA Indonesia Gabriel Goa bersama Ibu Bupati Niga Dapawole

Lebih lanjut Gaby mengatakan karena Sumba ini juga menjadi destinasi internasional, maka tentu saja contoh keluarga itu menjadi landasan utama baru nanti kulturalnya mendukung sehingga pengaIaman  dalam kedua rumpun keluarga ini dapat menjadi contoh keluarga baru Sumba, keluarga tidak perlu ribut untuk masalah harta dan barang.

Baca Juga :   NTT TIDAK SEHARUSNYA MISKIN

“Budaya Sumba ini kan sesuatu yang unik, tetapi uniknya jangan sampai membuat kita menghambat pada kultur, tetapi membebaskan kita untuk taqwa pada Tuhan, jadi budaya Sumba itu membantu kita untuk go international, tetapi iman dalam keluarga itu yang paling pokok” tutupnya mengakhiri perbincangan dengan media (OC$),-

2 comments

  1. Kalau menurut saya setuju Karena, terlebih dalu memperkenalkan kepada Tuhan & adat Nya kemudian, ya!!! Patut di contohi

Leave a Reply

Your email address will not be published.