Akibat Covid-19, Calon Pekerja Migran Indonesia Terkatung-katung di Kupang

Kupang-SJ….. Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Atambua dan Sumba Timur terkatung-katung di penampungan PT. Bukit Mayak Asri Jl. Perwira No. 16 Kelurahan Kelapa 5 Kecamatan Kelapa 5  Kota Kupang NTT.  

Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)  Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Layanan Penempatan PMI dalam upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada tanggal 26 Maret 2020 yang lalu, sebanyak 19 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)  terkatung-katung di tempat penampungan PT. Bukit Mayak ASRI Jl. Perwira No. 16 Kelurahan Kelapa 5. Kupang.

19 orang CPMI tersebut  berasal dari kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sebanyak 15 orang, Sumba Timur 3 orang dan Atambua 1 orang. Dengan keluarnya surat edaran tersebut, hingga saat ini mereka masih terkatung-katung di tempat penampungan dan menunggu wabah covid-19 baru akan dikirim oleh perusahaan ke tempat tujuan mereka akan bekerja.

Masalah baru timbul saat ini dimana perusahaan tidak bisa mengembalikan mereka ke daerah asalnya karena alasan biaya, padahal dalam poin 2 surat edaran Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)  Nomor 4 Tahun 2020 disebutkan bahwa harus dilakukan pengosongan fasilitas penampungan dan BLKLN bagi CPMI ke daerah asal sementara waktu sampai dengan adanya kebijakan baru dari Kementrian Ketenagakerjaan.

Pimpinan perusahaan yang berusaha dihubungi oleh Suara Jarmas tidak dapat ditemui, sedangkan beberapa CPMI asal SBD berhasil di hubungi media dan mengatakan mereka ingin kembali dulu ke daerahnya karena menunggu terlalu lama di tempat penampungan.

“Kami tiba di Kupang sejak 9 November 2019, tetapi karena adanya virus corona yang melanda Indonesia pimpinan perusahaan menunda keberangkatan kemi ke tempat tujuan sampai dengan bulan Agustus. Kami disini jadi stress apalagi bos sering marah-marah” ujar salah satu CPMI yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :   IRCI MINTA PEMERINTAH PUSAT MENDUKUNG KEBIJAKAN PEGUNUNGAN BINTANG

Kata CPMI yang lainnya, mereka diperbolehkan pulang asal menanggung biaya sendiri, padahal mereka keluar dari daerahnya untuk mencari pekerjaan karena tidak punya uang.

“Bagaimana kami punya uang pak, karena tuntutan ekonomi keluarga maka kami mau menjadi CPMI, kami sangat mengharapkan bantuan dari mana saja agar kami bisa pulang dulu ke kampung halaman sampai virus corona ini selesai. Kami malah takut ketularan virus corona disini” tuturnya sedih.

Dipantau oleh media ini Rabu (15/4/20)  para CPMI mengalami stress,  pintu pagar tempat penampungan tidak dibuka sama sekali mereka menjadi merasa kurang nyaman. Hingga berita ini diturunkan pimpinan PT. Bukit Mayak ASRI belum berhasil dihubungi karena terkesan menghindari tamu apalagi wartawan. *****

Koresponden: Cornelis Mete,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.