Protokol Kesehatan Tidak Mengurangi Esensi Kemeriahan HUT Ke-75 RI

Waibakul-SJ……… Pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Ke- 75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 dengan Thema ” Indonesia Maju” di Waibakul Kabupaten Sumba Tengah provinsi Nusa Tenggara Timur dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S.K. Limu sebagai inspektur upacara.

Turut hadir Wakil Bupati Sumba Tengah  Ir. Daniel Landa,  Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah  Drs. Tagela Ibisola, Kapolsek Katikutana  Kompol. Yohanis Dany,  Pabungdim 1613 Sumba Barat Mayor Caj. Mulyono,  Danramil 1613-03/Katikutana  Kapten Inf. Adisan da pimpinan OPD-OPD serta BUMN dan BUMD dan peserta upacara lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Sumba Tengah Drs.Paulus S.K.Limu  mengucapkan puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas perlindungannya dapat berkumpul di lapangan upacara ini guna memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun.

“Kita dapat berdiri dan berpikir merdeka hari ini,  itu semua terjadi bukan karena secara kebetulan tapi terdapat proses yang sangat panjang yang dilalui oleh bangsa kita ini,  sehingga sampai boleh hidup damai dan dapat secara terbuka menyampaikan pikiran dan kehendak” ungkapnya.

Lanjut Bupati mengatakan oleh karena itu melalui kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk sejenak mengheningkan cipta kepada para pahlawan kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan kita saat ini.

Tema Hari Ulang Tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia adalah Indonesia maju  merupakan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia maju bukan sekedar slogan namun penegasan akan posisi dan martabat bangsa Indonesia Indonesia maju juga mensyaratkan kerja nyata setiap insan bangsa.

Setiap elemen bangsa ini dituntut untuk bersinergi mulai dari pemerintah,  partai politik,  pelaku usaha,  civil society hingga masyarakat kecil dituntut untuk mewujudnyatakan ungkapan dan gagasannya dalam kerja nyata kerja keras dan kerja keras.

Baca Juga :   SAMBUT HARI BHAYANGKARA KE-74, POLSEK LOURA GELAR BAKTI SOSIAL

Upacara hari ulang tahun Republik Indonesia saat ini sangat berbeda dengan pelaksanaan upacara yang sudah terjadi terdahulu sebagai bagian dari mengantisipasi berbagai kemungkinan covid-19,  Pemerintah mengambil kebijakan untuk tetap mensyukuri peristiwa kemerdekaan RI yang ke-75 dengan tetap memperhatikan protokol covid -19.

“Protokol kesehatan pada saat upacara hari ini sesungguhnya tidak mengurangi esensi dari kemeriahan HUT Republik Indonesia yang sebenarnya” tutur Bupati Paulus.

Dirinya menjelaskan esensi dari kemerdekaan itu sejatinya ada pada bagaimana generasi bangsa ini mengisi ruang-ruang yang kosong memperbaiki perilaku kerja yang tidak produktif melayani dengan sumbu kepada mereka yang patut dilayani.

Mengisi kemerdekaan harus dengan sikap reflektif dan bertindak produktif, sikap reflektif akan berbagai hal yang telah kita lakukan sebenarnya sembari mengambil hal-hal positif dan memperbaiki hal-hal yang kurang.

Bencana covid-19 telah merasakan bangsa ini dan sangat berdampak pada berbagai aspek pembangunan mulai dari tingkat pusat hingga tingkat desa.

Aktivitas ekonomi dan pembangunan cenderung terbatas namun demikian usaha dan kerja keras kita tidak boleh surut, masyarakat hari ini sedang menaruh harapan yang tinggi kepada para pelayannya, memang tidak mudah menjadi pelayan yang ideal namun kini telah menjadi suratan yang Kuasa kepada kita menjadi garda terdepan dalam menyikapi dan menyentuh aspek penting dari masyarakat kita.

Makna sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menyiratkan bahwa kita harus mampu mengadministrasikan keadilan sosial itu apa sesungguhnya yang sedang digumuli dan diikuti oleh keluarga kita.

Dalam pidatonya Bupati Paulus juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang sedang dan akan berjalan di tahun 2020 antara lain: program Rumah Mandiri, Peningkatan aksesibilitas air bersih, Ketersediaan pangan, Desa mandiri benih, Desa mandiri perkebunan, Beasiswa, Sekolah model dan  Penyelenggaraan pemerintahan pembangunan layanan masyarakat lainnya. *** (Yunia),-